JAKARTA, Exposenews.id – Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam berubah menjadi pusat perpaduan dua momen besar: kemenangan Timnas Indonesia melawan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan kumandang takbir Idul Adha. Kedua momen ini saling melengkapi, menciptakan atmosfer yang begitu mengharukan sekaligus membanggakan.
Sejak sore, kawasan GBK sudah dipadati ribuan suporter yang datang dengan berbagai atribut merah-putih. Pedagang asyik menjual jersey, bendera, dan ikat kepala, sementara lagu-lagu kebangsaan seperti Garuda di Dadaku terus mengalun dari speaker. Begitu malam tiba, suara takbir dari masjid-masjid sekitar ikut menyatu dengan sorak-sorai suporter yang merayakan kemenangan Timnas dengan skor 1-0.
Jersey Timnas Ludes Diborong Suporter
Menjelang pertandingan, permintaan jersey Timnas melonjak drastis. Di gerai Indomaret Fresh Ciracas, Jakarta Timur, stok jersey ukuran L dan XL habis dalam hitungan jam. “Stok kami terus ditambah karena peminatnya sangat banyak. Dalam dua hari terakhir, sudah puluhan jersey laku,” ujar Desty, salah satu kasir.
Risma, karyawan Indomaret Fresh di cabang lain, juga membenarkan tingginya antusiasme suporter. “Bahkan ada yang beli sekaligus 24 pieces! Kayaknya mereka siap-siap nonton langsung di GBK,” katanya sambil tertawa.
Lautan Merah-Putih Memenuhi GBK
Suasana semakin panas begitu ribuan suporter mulai memadati Pintu 5 GBK sejak pukul 15.45 WIB. Mereka datang dengan bendera, syal, dan drum, sambil terus menyanyikan yel-yel penyemangat. Beberapa grup bahkan membuat chant khas, sementara yang lain asyik berfoto dengan latar belakang lautan merah-putih.
Di tengah keramaian, ada kisah mengharukan dari Rehan (13), seorang pelajar asal Kramat Jati. Ayahnya, Arif, sengaja mengajak keluarga nonton langsung sebagai hadiah karena Rehan baru naik kelas. “Ini pengalaman pertama kami nonton Timnas di GBK. Kebetulan sekalian merayakan kemenangan dan momen Idul Adha,” ujar Arif dengan mata berbinar.
Pedagang Atribut Kebanjiran Order
Momen pertandingan juga menjadi berkah bagi para pedagang. Dani, pedagang asal Bandung, mengaku ikat kepala seharga Rp 10.000 laris manis. “Kalau jersey masih sepi, mungkin karena harganya lebih mahal. Tapi ikat kepala udah hampir habis!” katanya sambil menunjukkan setengah dus barang yang tersisa.
Indra, pedagang lain, mengiyakan. “Orang-orang lebih suka beli yang murah dulu. Tadi siang aja, stok saya sudah berkurang separuh,” ujarnya.
Calo Tiket Masih Berkeliaran, Harga Melambung
Meski tiket resmi hanya dijual online via Livin’ by Mandiri dan wajib menggunakan Garuda ID, praktik calo masih marak di sekitar GBK. Di Pintu 5, beberapa calo terlihat menawarkan tiket dengan harga selangit.
“Sisa sedikit nih, Upper. Harganya Rp 1,2 juta, tinggal scan langsung masuk,” bujuk seorang calo pada wartawan yang menyamar. Padahal, harga resminya cuma Rp 300.000! Tapi, bagi suporter yang tak kebagian tiket, mereka rela merogoh kocek lebih dalam demi menyaksikan Timnas berlaga.
Takbir dan Sorak Kemenangan Menyatu
Malam semakin sempurna ketika suara takbir Idul Adha bergema dari masjid-masjid sekitar GBK. Arif (42), suporter yang datang bersama keluarga, mengaku ini pengalaman takbiran paling berkesan. “Biasanya kami di kampung, tapi malam ini merayakan kemenangan Timnas sambil mendengar takbir. Sungguh momen yang jarang terulang,” ujarnya penuh syukur.
Lagu-lagu kebangsaan seperti Tanah Airku dan Garuda di Dadaku terus diputar, memperkuat rasa kebersamaan ribuan suporter yang datang dari berbagai daerah. Mereka pulang bukan hanya dengan euforia kemenangan, tapi juga kebahagiaan merayakan Idul Adha di tengah kemeriahan sepak bola nasional.
#GarudaDiDadaku #TimnasIndonesia #GBKBerpesta
