Sejumlah Kota di Ukraina Dihantam Rudal Rusia

Mobil terbakar kena hantaman rudal Rusia

Exposenews.id, Jakarta – Invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut. Kali ini Rusia menghantam Ukraina dengan rudal ke sejumlah kota di Ukraina.

Sejumlah orang tewas dan terluka akibat serangan tersebut. Rentetan serangan rudal ini terjadi sehari setelah Moskow menyalahkan Ukraina atas ledakan di jembatan yang menghubungkan Crimea ke Rusia.

“Ukraina berada di bawah serangan rudal. Ada informasi tentang serangan di banyak kota di negara kita,” kata Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor presiden, di media sosial, seraya menyerukan penduduk untuk “tetap berada di tempat perlindungan”.

Di Kyiv, wartawan AFP mendengar beberapa ledakan keras mulai sekitar pukul 08:15 waktu setempat saat jam sibuk Senin pagi.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (10/10/2022), seorang wartawan AFP di ibu kota Ukraina itu mengatakan salah satu proyektil mendarat di dekat taman bermain anak-anak, dan asap mengepul dari kawah besar di lokasi tumbukan.

Beberapa pohon dan bangku di dekatnya hangus akibat ledakan, sementara beberapa ambulans telah tiba di daerah itu.

“Ibu kota berada di bawah serangan teroris Rusia!” tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko di media sosial, menambahkan bahwa serangan itu telah menghantam pusat Kyiv.

“Jika tidak ada keperluan mendesak, lebih baik tidak pergi ke kota tersebut hari ini. Saya juga meminta penduduk pinggiran kota soal ini – jangan pergi ke ibu kota hari ini.”

Video yang diposting di media sosial menunjukkan asap hitam membubung di atas beberapa area di Kyiv

“Sirine serangan udara tidak mereda di sekitar Ukraina… Sayangnya ada yang tewas dan terluka. Tolong jangan tinggalkan tempat perlindungan,” kata Presiden Volodymyr Zelensky di media sosial, menuduh Rusia ingin “mengusir kami dari muka bumi” .

“Jaga diri Anda dan orang-orang yang Anda cintai. Mari bertahan dan tetap kuat,” imbuh Zelensky.

Serangan itu terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Ukraina atas ledakan di jembatan yang menghubungkan Crimea ke Rusia, yang menewaskan tiga orang.

“Penulis, pelaku dan sponsor adalah dinas rahasia Ukraina,” kata Putin tentang ledakan di jembatan Crimea pada hari Sabtu lalu, yang dia gambarkan sebagai “tindakan teroris”.

(RTG)