MOJOKERTO, Exposenews.id — Seluruh panggung media sosial mendadak heboh usai rekaman video emosional seorang pejabat publik saat akad nikah beredar amat luas. Akibatnya, oknum penghulu arogan tersebut langsung dijatuhkan sanksi teguran tertulis oleh Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto demi menegakkan integritas instansi.
Usai publik melakukan penelusuran lebih mendalam, sosok penghulu yang viral tersebut ternyata bernama Baharudin. Bahkan, figur publik ini tidak sekadar bertugas sebagai penghulu biasa, melainkan juga menduduki jabatan mentereng sebagai Kepala KUA Kecamatan Mojoanyar.
Merespons kegaduhan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin, mendatangi Baharudin untuk meminta klarifikasi secara komprehensif. Selain itu, Muttakin memastikan bahwa Baharudin sudah menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada juru foto.
Di samping langkah permohonan maaf tersebut, sang Kepala KUA dipanggil secara resmi oleh pihak Kemenag ke kantor pada Senin (12/10/2026). Alhasil, instansi menyerahkan dokumen sanksi teguran tertulis guna menegakkan kedisiplinan pegawai.
”Di samping itu, kami sengaja menggelar proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada yang bersangkutan secara maraton. Selanjutnya, kami bakal melayangkan dokumen BAP tersebut ke Kanwil Jawa Timur. Oleh sebab itu, kami tentu menunggu respons balasan dari Kanwil, tetapi kami sudah memberikan teguran tertulis,” kata Muttakin pada Senin (12/10/2026).
Sebenarnya, Muttakin secara pribadi mengaku amat terperanjat sewaktu mendengar berita memalukan tersebut. Pasalnya, beliau selalu mengingatkan jajarannya agar senantiasa menampilkan pelayanan publik yang ramah, santun, serta humanis saat melayani warga.
Bikin Penasaran! Terkuak Kronologi Lengkap Mengapa Sang Penghulu Tega Ngamuk di Depan Pengantin
Sebelum gelombang sanksi resmi meluncur, video emosional Baharudin yang memarahi fotografer memang sudah viral duluan di pelbagai platform digital. Bahkan, rekaman singkat tersebut langsung memancing perdebatan amat sengit di kalangan netizen.
Jika melacak riwayat pertamanya, video panas tersebut pertama kali diunggah oleh akun vendor Shankara Project ke jagat maya. Selain itu, pihak pengunggah menjelaskan bahwa insiden menegangkan itu sejatinya terjadi pada Sabtu (10/10/2026) pagi.
Berdasarkan rincian keterangan video, percikan ketegangan bermula saat calon pengantin wanita sengaja menitipkan pesan khusus lewat fotografer. Dalam pesannya, sang pengantin memohon agar dirinya baru keluar pelaminan usai prosesi ijab kabul dinyatakan tuntas.
Selanjutnya, juru foto profesional bernama M. Arwani tersebut menyampaikan amanat pengantin kepada Baharudin. Bahkan, M. Arwani sangat berharap agar komunikasi awal ini membuat tata urutan acara berjalan harmonis serta terdokumentasi dengan apik.
Namun, bisikan pesan sopan tersebut justru langsung menyulut amarah hebat dalam diri Baharudin di tempat. Malahan, sang pejabat KUA itu mencecar M. Arwani sambil mempertanyakan etika sang fotografer di hadapan para tamu.
Sebab, Baharudin beranggapan bahwa fotografer sama sekali tidak berhak mengatur skenario kerja seorang penghulu. Lagipula, beliau menganggap kehadiran dirinya mengemban amanat resmi atas nama negara, sehingga warga biasa tidak sewajarnya mendikte pejabat pemerintah.
Tak Menyangka! Begini Akhir Tragis Sang Penghulu Hingga Rela Mendatangi Rumah Fotografer
Usai aksinya memicu kecaman masif dari publik, permohonan maaf disampaikan secara langsung oleh Baharudin dengan mendatangi kediaman sang fotografer pada Minggu (11/10/2026). Selanjutnya, sang fotografer mengunggah video permohonan maaf serta klarifikasi tersebut ke akun pribadinya.
Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Baharudin secara terbuka mengakui bahwa kehebohan di media sosial murni bersumber dari kesalahpahaman. Oleh karena itu, beliau sangat menyesali timbulnya hambatan komunikasi di lapangan.
”Saya memohon maaf karena sejatinya saya menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tetapi memang muncul kendala tak terduga. Sebab, miskomunikasi ini melibatkan saya, fotografer, dan calon pengantin. Oleh sebab itu, saya meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa tidak nyaman,” tutur Baharudin pada Senin (12/10/2026).
Lebih lanjut lagi, lokasi insiden viral tersebut dijelaskan oleh Baharudin berada di sebuah rumah warga Desa Gayaman, Mojoanyar pada Sabtu (10/10/2026) pagi. Bahkan, suasana lokasi acara saat itu terbilang sangat padat oleh para tamu.
Menurut pengakuannya, alur acara pada awal mula sejatinya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sebab, skenario awal menyepakati bahwa pengantin pria masuk terlebih dahulu, lalu kemudian disusul oleh kehadiran pengantin wanita.
Namun demikian, masalah besar mendadak muncul lantaran peralatan pengeras suara di lokasi nikah mati total dan tidak berfungsi. Padahal, Baharudin mengaku sudah rela menunggu lebih dari setengah jam, sementara beliau harus mengejar jadwal memimpin pernikahan di lokasi lain.
Akibat kerusakan sound system tersebut, susunan jadwal awal terpaksa berantakan secara mendadak. Alhasil, perubahan mendadak ini langsung memicu salah paham antara pihak penghulu, fotografer, serta calon pengantin wanita.
”Alhasil, kami terpaksa mengubah susunan acara karena waktu berharga sudah terbuang setengah jam lebih. Kemudian, kami sepakat menjalankan opsi darurat bersama wali nikah. Namun ternyata, pengantin wanita malah menyuruh fotografer menyampaikan pesan berbeda. Oleh karena itu, kami dengan fotografer memang mengalami miskomunikasi,” beber Baharudin.
Langkah Tak Terduga! Kemenag Siap Kumpulkan Seluruh Penghulu, Fotografer, dan WO Mojokerto
Sebagai langkah konkrit untuk menuntaskan masalah, Kemenag Kabupaten Mojokerto berniat mengumpulkan seluruh penghulu, fotografer, serta kelompok Wedding Organizer (WO). Bahkan, langkah strategis ini mereka ambil demi mencegah keributan serupa berulang kembali.
Selain itu, agenda perjumpaan ini bertujuan menyatukan persepsi bersama antara prosedur resmi akad nikah dan estetika dokumentasi. Dengan begitu, seluruh pihak dapat bekerja secara berdampingan tanpa pernah ada keributan lagi.
”Oleh sebab itu, kami ingin mendiskusikan masalah ini agar kekhusyukan akad nikah tetap terjaga, sementara hasil foto mereka juga tetap estetik. Selanjutnya, kami akan merumuskan kesepakatan bersama agar tidak ada lagi salah paham di kemudian hari,” pungkas Muttakin menutup pembicaraan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





