JAKARTA, Exposenews.id – Jack Miller resmi meninggalkan MotoGP dan beralih ke World Superbike (WorldSBK). Pebalap asal Australia itu akan bergabung dengan tim pabrikan Yamaha di Pata Yamaha untuk musim 2027 dan 2028. Keputusan ini mengejutkan banyak penggemar, karena Miller sebelumnya dipastikan kehilangan kursinya di tim Pramac MotoGP. Kursi tersebut akan diisi oleh pebalap debutan Izan Guevara. Dengan demikian, Miller tidak hanya berpindah tim, tetapi juga berpindah medan kompetisi. Ia meninggalkan motor prototipe yang super canggih dan masuk ke dunia Superbike yang punya karakter balap berbeda.
Meski begitu, Miller tidak datang ke WorldSBK sebagai pebalap tanpa bekal. Ia sudah mengenal Yamaha, sudah merasakan motor R1, dan sudah punya pengalaman balap Superbike. Oleh karena itu, kepindahan ini terasa menantang, tetapi tetap masuk akal. Bahkan, langkah ini bisa menjadi cara Miller membuktikan bahwa dirinya masih lapar prestasi. Ia juga menggantikan Xavi Vierge, yang harus rela kehilangan tempat di Pata Yamaha. Alhasil, peta kekuatan tim Yamaha di WorldSBK musim 2027 dan 2028 dipastikan berubah.
Lanjut dengan Yamaha
Miller mengaku antusias menghadapi babak baru dalam kariernya. Ia juga akan tetap melanjutkan kerja sama dengan Yamaha yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. “Saya sangat antusias mengumumkan bahwa saya akan beralih ke WorldSBK bersama Yamaha, sekaligus melanjutkan kemitraan kami,” ujar Miller, dikutip dari Crash.net, Selasa (8/9/2026). Miller mengatakan, dirinya sangat menikmati kerja sama dengan Yamaha selama beberapa tahun terakhir di MotoGP. Dia pun bersyukur atas kesempatan untuk melihat apa yang bisa dicapai dengan motor R1 nantinya. “Saya sempat menjajal motor tersebut secara singkat di Suzuka dalam beberapa tahun terakhir, dan meskipun motor spesifikasi WorldSBK sedikit berbeda, saya sangat menantikan babak baru dalam karier saya ini. Semoga kami bisa meraih hasil yang sangat kompetitif di sana,” kata Miller.
Selain itu, Miller melihat WorldSBK sebagai panggung yang menantang. Ia sadar motor R1 memiliki karakter berbeda dari motor MotoGP. Namun, ia justru tertantang untuk beradaptasi. Dengan pengalaman di Suzuka 8 Hours, Miller punya modal berharga. Ia sudah merasakan bagaimana mengatur ritme balap endurance, mengelola ban, dan bekerja sama dengan tim.
Tak hanya itu, Miller juga sudah memahami budaya kerja Yamaha. Jadi, ia tidak perlu memulai dari nol. Meski demikian, ia tetap harus belajar banyak, terutama soal regulasi WorldSBK, strategi balap, dan persaingan yang tidak kalah ketat. “Semoga kami bisa meraih hasil yang sangat kompetitif di sana,” tambahnya. Dengan modal itu, Miller optimistis bisa cepat beradaptasi. Yamaha pun tampaknya percaya pada kemampuan Miller. Keputusan merekrut Miller menunjukkan bahwa tim ingin kombinasi pengalaman, kecepatan, dan karakter pebalap yang kuat.
Pengalaman Balap Superbike
Miller langsung beralih ke MotoGP pada 2015 setelah menjadi runner-up di bawah Alex Marquez di Moto3. Saat ini, dia masih memegang rekor sebagai pebalap MotoGP yang langsung loncat dari Moto3. Jadi, dia tidak memiliki pengalaman balapan di kelas Moto2. Sepanjang kariernya di MotoGP, Miller meraih satu kemenangan bersama Marc VDS Honda dan tiga kemenangan bersama tim pabrikan Ducati. Ia kemudian mencatatkan podium MotoGP ke-23 saat membela KTM. Hasil terbaik Miller bersama Yamaha adalah finis di posisi keempat pada balapan Sprint di Phillip Island, Australia, tahun lalu.
Musim ini, pebalap berusia 31 tahun tersebut menempati peringkat ke-17 klasemen kejuaraan dunia dengan motor V4 baru Yamaha. Miller juga menjadi pebalap Yamaha terbaik kedua setelah Fabio Quartararo. Hasil terbaiknya musim ini adalah posisi kedelapan, sementara dalam dua putaran terakhir di Silverstone dan Aragon, ia berhasil menjadi pebalap Yamaha terdepan.
Meski demikian, Miller bukan tanpa pengalaman mengendarai motor Superbike. Ia pernah tampil dalam kejuaraan Australia bersama Ducati pada 2021 dan 2022. Pengalamannya bersama Yamaha juga bertambah melalui ajang Suzuka 8 Hours. Miller finis sebagai runner-up dalam dua musim terakhir sebagai bagian dari tim pabrikan Yamaha. Kecepatannya saat mengendarai R1 disebut menjadi salah satu faktor utama yang memuluskan kesepakatannya untuk bergabung ke WorldSBK.
Selain itu, rekam jejak Miller di MotoGP menunjukkan bahwa ia bukan pebalap sembarangan. Ia pernah menang bersama Honda dan Ducati, dua pabrikan besar dengan karakter motor berbeda. Hal ini membuktikan bahwa Miller mampu beradaptasi dengan cepat. Di sisi lain, pengalaman di Suzuka 8 Hours memberi gambaran bahwa ia bisa bekerja dalam tim pabrikan Yamaha. Ia juga sudah mencicipi kompetisi Superbike di Australia, meski skalanya berbeda.
Dengan demikian, kepindahan ke WorldSBK bukan langkah nekat. Sebaliknya, ini adalah keputusan yang matang. Miller ingin membuktikan bahwa kecepatannya tidak hanya cocok di MotoGP, tetapi juga di WorldSBK. Jika ia mampu beradaptasi, bukan tidak mungkin ia langsung bersaing di barisan depan. Yamaha jelas berharap Miller bisa membawa energi baru dan hasil kompetitif. Sementara itu, penggemar balap motor tentu menantikan aksi Miller di lintasan WorldSBK. Apakah ia bisa mengulang kesuksesan, atau justru menghadapi tantangan berat? Yang jelas, kepindahan ini menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang musim 2027. Dengan pengalaman, kecepatan, dan semangat baru, Jack Miller siap memulai babak berikutnya bersama Yamaha di WorldSBK.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




