KEBUMEN, Exposenews.id – Kabar membahagiakan akhirnya menyapa para petani tembakau di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah! Bayangkan, harga tembakau pada musim panen tahun ini melesat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja, kondisi ini membuat senyum mengembang di wajah para petani, sebab mereka sangat berharap pendapatan dari hasil panen tahun ini akan ikut melonjak drastis!
Salah seorang petani tembakau setempat, Supriyanto, yang sehari-hari tinggal di Dukuh Poleman, Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Dengan antusias, ia mengungkapkan bahwa harga saat ini benar-benar di luar dugaan dan sangat menggembirakan hati para petani. Ia pun memaparkan, tembakau basah yang baru saja dipetik dari ladang kini dihargai sekitar Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram. Namun, yang lebih mencengangkan, setelah melewati proses pengeringan yang melelahkan, nilai jualnya meroket berkali-kali lipat!
“Untuk tahun ini, harga tembakau lumayan banget, ada kenaikan yang signifikan daripada tahun lalu,” ujar Supriyanto dengan penuh semangat saat ditemui pada Rabu (2/9/2026). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tembakau kering yang dijual dalam jumlah besar saat ini sudah menyentuh kisaran Rp 110.000 per kilogram. Sungguh angka yang fantastis! Namun, kejutan terbesar datang ketika tembakau kering tersebut dijual secara eceran, karena harganya mampu mencapai sekitar Rp 150.000 per kilogram!
“Kalau daun basah, kami mengambil dari ladang itu Rp 7.000. Kalau yang sudah kering dan dijual banyak, kami lepas Rp 110.000. Tapi kalau eceran, wah bisa tembus Rp 150.000!” katanya bersemangat, matanya berbinar-binar membayangkan keuntungan yang akan diraih.
Tembakau Karanggayam diburu pelinting dari Cilacap
Namun rupanya, kenaikan harga yang menggembirakan ini bukanlah satu-satunya kabar baik yang membuat petani sumringah. Pasalnya, hasil panen dari Karanggayam ternyata memiliki pasar yang sangat luas, bahkan hingga menembus luar Kabupaten Kebumen! Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas tembakau Karanggayam memang tidak perlu diragukan lagi.
Supriyanto menambahkan, salah satu daerah yang menjadi tujuan utama pemasaran dari Karanggayam adalah Kabupaten Cilacap. Bahkan, dengan nada bangga ia mengungkapkan bahwa sebagian besar hasil panen tembakau yang dikelolanya justru laris manis dipasarkan ke wilayah tersebut. “Pemasaran kalau saya paling banyak ke daerah Cilacap,” ungkapnya singkat namun penuh keyakinan.
Apa rahasia di balik tingginya permintaan tembakau Karanggayam? Ternyata, yang dihasilkan petani setempat memiliki karakter rasa yang khas dan sulit ditiru oleh daerah lain. Keistimewaan inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa tembakau dari wilayah tersebut tetap diminati dan diburu oleh konsumen dari berbagai daerah.
“Keistimewaan tembakau Karanggayam itu memang sangat cocok untuk para pelinting di wilayah Cilacap. Soal rasa, tidak bisa dipungkiri lagi, bagi para pelinting ini adalah pilihan utama,” jelas Supriyanto dengan penuh kebanggaan. Lebih lanjut, tembakau Karanggayam dinilai sangat pas digunakan oleh masyarakat yang memiliki kebiasaan melinting secara manual, karena tekstur dan aromanya memberikan pengalaman merokok yang berbeda.
Penopang ekonomi masyarakat Karanggayam
Perlu diketahui, tembakau bukan sekadar komoditas pertanian musiman biasa bagi masyarakat Kecamatan Karanggayam. Tanaman ini menjelma menjadi salah satu sumber penghasilan paling vital dan menjadi tulang punggung perekonomian bagi para petani di wilayah tersebut. Ketika musim panen tiba, seluruh elemen masyarakat seolah bergerak bersama dalam satu ritme kehidupan.
Sedikitnya lima desa di Kecamatan Karanggayam kini menjadi sentra aktivitas pertanian tembakau yang sangat produktif. Saat musim panen tiba, pemandangan para petani yang sibuk memetik daun, mengolah, hingga mengeringkan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat. Aktivitas ini bukan hanya rutinitas, melainkan sebuah tradisi turun-temurun yang terus dijaga dan dilestarikan.
Bagi para petani, harga jual menjadi faktor yang sangat krusial untuk menentukan keuntungan, terutama setelah memperhitungkan berbagai biaya produksi dan proses pengolahan yang cukup panjang dan menguras tenaga. Namun dengan adanya kenaikan harga tahun ini, beban biaya produksi seolah terbayar lunas dengan keuntungan yang melimpah.
Supriyanto menegaskan bahwa hasil panen menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi masyarakat petani di Karanggayam, terutama ketika memasuki musim panen seperti saat ini. “Mayoritas penghasilan terbesar petani ya dari hasil panen di musim-musim seperti saat ini,” pungkasnya dengan nada penuh keyakinan.
Dengan berbagai kabar baik ini, masa depan petani Karanggayam seakan semakin cerah. Harga yang terus melonjak dan pasar yang tetap stabil menjadi angin segar yang membawa harapan baru bagi kesejahteraan para petani dan keluarganya. Semoga musim panen tahun ini benar-benar membawa keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh petani tembakau di Karanggayam!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





