Exposenews.id – Kabar mengejutkan menyelimuti jagat persepakbolaan Tanah Air! Pelatih senior yang namanya sudah tak asing lagi di telinga pecinta si kulit bundar, Iwan Setiawan, dikabarkan telah menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (3/9/2026). Kepergian mendadak pria kelahiran Medan ini sontak membuat seluruh insan olahraga nasional merasakan duka yang teramat dalam.
Betapa tidak, sosok yang karismatik ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang sepakbola Indonesia. Kehilangan Iwan Setiawan bukan sekadar kehilangan seorang pelatih, melainkan lenyapnya salah satu pilar penting yang telah membangun fondasi sepakbola nasional dari masa ke masa. Dunia olahraga Tanah Air kini berkabung, dan ribuan doa pun dipanjatkan dari berbagai penjuru untuk sang legenda.
Kabar duka tersebut pertama kali terkonfirmasi secara langsung melalui unggahan di akun Instagram pribadi milik Rudy Eka Priyambada, yang merupakan rekan sesama pelatih sekaligus sahabat dekat Iwan. Pada hari yang sama, Rudy tak kuasa menahan kesedihannya saat membagikan kabar kepergian mentor yang sangat dihormatinya itu. Dalam unggahan emosionalnya, Rudy menyampaikan betapa kehilangannya sangat terasa bagi dunia kepelatihan Indonesia.
Melalui akun media sosialnya, Rudy Eka Priyambada dengan penuh haru mengutarakan rasa duka cita yang mendalam. Ia menggambarkan Iwan Setiawan sebagai figur teladan yang memiliki dedikasi luar biasa dalam perjalanan karir kepelatihannya di Indonesia. “Beliau bukan sekadar pelatih, tapi juga ayah bagi kami semua di dunia kepelatihan,” ungkap Rudy dengan nada yang sarat emosi.
“Innalillahi wa innalillahi rojiun. Selamat jalan Ayah Iwan Setiawan. Pertemuan terakhir kita di NFP (National Football Philosophy) Jogja beberapa waktu lalu masih terekam jelas dalam ingatan saya,” tulis Rudy Eka Priyambada dalam unggahannya yang kini telah viral dan dibanjiri komentar belasungkawa dari berbagai kalangan.
Rudy pun melanjutkan curahan hatinya dengan menyebutkan bahwa Iwan Setiawan adalah sosok pelatih berjiwa jujur dan apa adanya. “Terima kasih Ayah Iwan yang telah menjadi panutan saya dalam meniti karir di dunia kepelatihan sepakbola. Semoga seluruh amal ibadah selama ini diterima di sisi Allah SWT,” tambah Rudy dengan nada yang mengharukan.
Mengenang jasa sang legenda di lapangan hijau
Mari kita telusuri kembali jejak karir gemilang pria yang lahir di Medan pada 5 Juli 1958 ini. Selama puluhan tahun berkecimpung di dunia sepakbola, Iwan Setiawan telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan, baik saat ia masih aktif bermain maupun ketika sudah beralih profesi sebagai juru taktik di pinggir lapangan. Perjalanan karirnya memang layak diacungi jempol!
Pada masa jayanya sebagai pemain, Iwan Setiawan berhasil memperkuat klub-klub legendaris yang namanya sudah melegenda di kancah persepakbolaan nasional. Ia pernah mengenakan seragam kebanggaan Pelita Jaya, memperkuat barisan Arseto Solo, hingga akhirnya membela panji kebesaran Persija Jakarta dengan penuh kehormatan. Pengalamannya yang kaya itulah yang kemudian membentuk karakternya sebagai pribadi yang tangguh dan berwawasan luas.
Setelah memutuskan untuk menggantung sepatu dan mengakhiri karir sebagai pemain, Iwan Setiawan tak membuang waktu dan segera beralih fokus meniti karir baru di bidang manajerial. Kepercayaan besar pun datang kepadanya ketika ia dipercaya untuk mengarsiteki tim junior Persija Jakarta pada periode 1997 hingga 1999. Di sinilah bakat kepelatihannya mulai terasah dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Tanpa terasa, karir Iwan Setiawan terus melesat bak roket! Ia kemudian mendapat kehormatan yang lebih besar ketika dipercaya untuk menukangi tim senior Persija Jakarta, yang akrab disapa Macan Kemayoran, pada musim 2000-2001. Tidak berhenti di situ, prestasinya semakin diakui ketika ia dipercaya untuk menangani Timnas Indonesia U-17 pada rentang waktu 2004 hingga 2005. Sungguh sebuah pencapaian yang membanggakan bagi seorang putra Medan!
Menjelajahi jejak kepelatihan yang mengagumkan
Perjalanan karir Iwan Setiawan sebagai pelatih ternyata tak berhenti di situ saja! Ia terus menunjukkan kemampuannya dengan mengarsiteki berbagai klub besar lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. PSMS Medan, klub yang juga berasal dari kota kelahirannya, pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya. Tak hanya itu, Pusamania Borneo FC yang kini akrab dikenal sebagai Borneo FC, Persela Lamongan, hingga Persebaya Surabaya juga pernah merasakan bagaimana strategi brilian sang juru taktik.
Salah satu pencapaian manis yang paling membekas dalam ingatan publik adalah ketika Iwan Setiawan berhasil membawa Pusamania Borneo FC meraih gelar juara di kasta kedua nasional pada musim 2013-2014. Keberhasilannya mengantarkan tim yang berbasis di Kalimantan Timur tersebut meraih trofi bergengsi menjadi bukti nyata kualitas dan kemampuannya sebagai seorang pelatih handal. Prestasi ini pun mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan pemerhati sepakbola.
Karakter tegas dan gaya nyentrik yang mengikat
Selama meniti karir sebagai pelatih, Iwan Setiawan memang dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan nyentrik di mata publik. Karakternya yang unik ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat para pemain dan lawan-lawannya segan. Tanpa ragu, ia kerap melancarkan strategi perang psikologis saat sesi konferensi pers menjelang pertandingan-pertandingan krusial. Hal ini pernah ia peragakan dengan apik saat menukangi Borneo FC pada ajang Piala Presiden 2015.
Meskipun berbagai dinamika dan kontroversi kerap mengiringi langkahnya di dunia sepakbola, kontribusi dan jejak positif yang ditinggalkan Iwan Setiawan tetap diakui oleh seluruh publik sepakbola nasional. Gaya kepelatihannya yang keras namun penuh perhatian terhadap pemain membuatnya selalu dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Saat menangani Persebaya Surabaya pada musim 2017, Iwan Setiawan menjadi fondasi awal yang kuat dalam pembentukan skuad Bajul Ijo. Fondasi yang ia bangun inilah yang kemudian menjadi bekal berharga bagi tim tersebut untuk meraih gelar juara di masa-masa berikutnya. Kontribusinya yang tak ternilai ini membuat namanya selalu dikenang dengan penuh hormat oleh pendukung fanatik Persebaya.
Sebelum akhirnya menutup usianya dengan tenang, klub terakhir yang sempat merasakan sentuhan tangan dingin Iwan Setiawan adalah Sriwijaya FC. Ia ditunjuk untuk menangani tim kebanggaan Sumatera Selatan tersebut pada ajang Championship Liga 2 musim 2025-2026. Meskipun karirnya harus berakhir di sana, pengabdian dan dedikasinya terhadap dunia sepakbola Indonesia tak akan pernah terlupakan.
Kepergian Iwan Setiawan benar-benar menjadi kehilangan besar bagi sepakbola Indonesia. Seluruh pengalaman, ilmu, dan dedikasi yang telah ia berikan selama puluhan tahun akan selalu dikenang sebagai warisan berharga bagi generasi penerus. Selamat jalan, legenda!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





