BORONG, Exposenews.id – Hujan deras mengguyur kawasan Manggarai Timur. Sungai pun meluap, arusnya mengamuk. Namun, dua puluh relawan tangguh dari Pertamina Patra Niaga dan Relawan Pertamina Peduli tak gentar sedikit pun! Mereka nekat menyeberangi sungai sedalam lima puluh sentimeter dengan arus yang sangat deras. Perjalanan ekstrem itu mereka tempuh hanya untuk mengantar bantuan ke Kampung Congkoe yang terisolasi. Bayangkan, mereka harus berjalan kaki sejauh dua kilometer melewati medan yang sangat berat. Tujuannya satu: menjangkau warga Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat membutuhkan uluran tangan.
Aksi heroik relawan
Relawan memberanikan diri menyeberangi sungai pada Kamis (27/8/2026) siang. Satu per satu anggota tim mulai menyeberang, sementara air sungai terus mengalir dengan derasnya. Beberapa relawan berjuang menjaga keseimbangan tubuh sambil membawa kardus dan karung berisi bahan pokok. Relawan lainnya memikul bantuan di atas bahu mereka dengan penuh perjuangan. Bahkan, mereka juga menggunakan rakit bambu untuk mengangkut sejumlah bantuan melewati sungai yang menantang itu.
Tim pemberani yang dipimpin oleh Abu, Erly, Ferlindo, dan Lusi terus melangkah maju. Mereka tak gentar meski medan yang dilalui begitu berat dan melelahkan. Setelah berhasil menyeberangi sungai, para relawan masih harus menyusuri pematang sawah yang licin dan mendaki lereng bukit yang curam menuju pemukiman warga. Perjalanan ini benar-benar menguras tenaga, tetapi semangat mereka tak pernah surut.
Motivasi mulia di balik perjuangan
Kedatangan mereka bertujuan mulia, yakni menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Gempa mengerikan itu menimbulkan duka mendalam. Satu warga meninggal dunia, tiga orang lainnya mengalami luka-luka, dan puluhan rumah porak-poranda akibat guncangan keras. Korban jiwa merupakan seorang siswi kelas I SMP yang masih sangat belia. Bayangkan betapa pilunya suasana di kampung tersebut!
Sambutan haru warga
Sesampainya di Kampung Congkoe, pemandangan mengharukan langsung menyambut para relawan. Ratusan warga sudah menunggu dengan penuh harap di lapangan. Dua tenda darurat berbahan terpal berdiri megah di lapangan depan rumah warga. Sebagian warga terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat tersebut karena rumah mereka hancur diterjang gempa. Begitu melihat rombongan relawan datang, antusiasme warga meledak! Mereka menyambut kedatangan para pahlawan kemanusiaan ini dengan sukacita yang tak terkira.
“Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang besar untuk Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Abu dari Pertamina Patra Niaga dengan suara penuh haru. Kalimat sederhana itu mampu menghangatkan hati warga yang selama ini terisolasi.
Bantuan lengkap untuk kebutuhan
Para relawan membawa beragam bantuan penting. Mereka mengangkut sepuluh dus mi instan, sepuluh dus air mineral segar, sepuluh kotak susu bayi bergizi, lima renteng popok bayi, dua dus minyak goreng, sepuluh karung beras putih, empat papan telur segar, satu dus biskuit lezat, dua lembar terpal pelindung, empat kasur empuk, dan satu dus pembalut wanita. Bantuan ini benar-benar lengkap untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.
Menghibur anak-anak korban
Relawan tak hanya menyerahkan bantuan logistik. Mereka juga menyapa anak-anak dengan penuh kasih sayang di tengah lapangan. Anak-anak diajak bermain gembira, dan tawa ceria mereka kembali menghiasi kampung yang masih diliputi ketakutan akibat gempa susulan. Kegiatan bermain ini menjadi terapi psikologis yang sangat berharga bagi anak-anak korban gempa. Relawan memberikan ruang bagi mereka untuk kembali ceria dan melupakan sejenak trauma yang mereka alami.
Pelayanan kesehatan gratis
Selain itu, para relawan juga melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap 42 warga. Mereka memeriksa mulai dari orang dewasa hingga lanjut usia dengan penuh keahlian dan empati. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar hingga sekitar pukul 17.30 Wita. Pelayanan kesehatan ini sangat berarti bagi warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis.
Perjalanan pulang yang tak kalah berat
Setelah menyelesaikan semua kegiatan, para relawan kembali menempuh perjalanan yang sama beratnya. Mereka menuruni lembah curam, menyusuri jalan setapak yang licin, kemudian kembali menyeberangi sungai menuju Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Sejumlah warga yang terharu ikut mengantar para relawan hingga ke sungai sebagai bentuk rasa terima kasih mereka yang mendalam.
Bantuan kedua dari Pertamina
Bantuan yang disalurkan pada Kamis itu merupakan bantuan kedua dari Pertamina untuk warga Kampung Congkoe. Sebelumnya, pada 25 Agustus 2026, Relawan Pertamina Peduli telah menyalurkan bantuan dengan jumlah yang sama kepada 270 warga di kampung terpencil tersebut. Konsistensi Pertamina dalam membantu warga patut diapresiasi tinggi!
Tanggisan tokoh masyarakat
Tokoh masyarakat Kampung Congkoe, Rudolfus Wol, mengaku sangat terharu melihat perjuangan para relawan. Air matanya pun menetes saat menyaksikan mereka bersusah payah datang ke kampung.
“Terima kasih banyak kepada tim Pertamina yang sudah peduli dengan kami. Mereka datang jauh-jauh untuk menemui kami yang kena musibah,” ujar Rudolfus dengan suara bergetar.
Ia berharap gempa segera berakhir sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas normal seperti sebelum bencana.
“Kami juga minta dukungan dan doanya agar gempa bumi bisa segera berakhir. Kami ingin bisa beraktivitas kembali seperti biasa,” katanya memohon.
Pengaduan warga: bantuan pemerintah tak kunjung datang!
Tokoh pemuda Kampung Congkoe, Tarsisius Tanggur, mengungkapkan fakta mengejutkan. Perhatian terhadap warga mulai datang setelah dirinya menyampaikan kondisi kampung kepada pihak Pertamina. Menurut Tarsisius, setelah gempa terjadi, warga baru menerima bantuan dari Pertamina dan satu organisasi kemanusiaan lainnya. Namun, bantuan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, kata dia, belum juga diterima hingga hari ini!
“Kami hanya diminta oleh kepala desa untuk mendata nama-nama warga yang rumahnya rusak dan menjadi korban gempa. Tapi sampai sekarang belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah,” ujar Tarsisius dengan nada kecewa.
Tarsisius kemudian mengambil inisiatif mendatangi pihak Pertamina yang menyimpan stok bantuan di Koramil Reok, Kabupaten Manggarai. Ia menyampaikan kondisi memprihatinkan warga Kampung Congkoe yang hingga saat itu belum menerima bantuan sama sekali. Keluhan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh Pertamina. Petugas Pertamina dan para relawan segera membawa bantuan menuju Kampung Congkoe dengan berjalan kaki, menyeberangi sungai, dan menyusuri lembah terjal.
Perjuangan relawan bukan sekadar jarak
Bagi warga, perjalanan para relawan itu bukan sekadar menempuh jarak sekitar dua kilometer. Kedatangan mereka menjadi simbol harapan yang sangat berharga. Ini membuktikan bahwa warga di kampung terpencil yang jauh dari akses utama tersebut tidak dilupakan begitu saja oleh dunia luar!
“Karena itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Pertamina ini,” ujar Tarsisius dengan penuh haru.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga selama mereka masih dalam kondisi terdampak bencana.
Bantuan berlanjut ke posko lain
Setelah dari Kampung Congkoe, Relawan Pertamina Peduli juga menyalurkan bantuan serupa kepada warga terdampak bencana di sejumlah posko utama di Kecamatan Reok. Bantuan juga diberikan kepada masyarakat yang memilih bertahan di posko mandiri di depan rumah masing-masing. Pertamina benar-benar bergerak cepat dan merata dalam menyalurkan bantuan!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





