Exposenews.id – Dunia persepakbolaan Italia kembali dihebohkan dengan kabar mengejutkan yang datang dari kubu raksasa Liga Italia, Juventus. Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu kabarnya tengah serius membidik dua pilar AC Milan yang saat ini sedang tidak diminati oleh pelatih anyar Rossoneri, Ruben Amorim. Kedua nama yang masuk dalam incaran adalah bek tangguh Fikayo Tomori dan gelandang dinamis Youssouf Fofana. Langkah ini jelas menunjukkan bahwa Juventus tidak main-main dalam membangun skuad yang lebih kompetitif untuk musim depan, terutama setelah mereka gagal mendapatkan kiper idaman sebelumnya.
Yang membuat bursa transfer musim panas 2026 ini semakin panas adalah fakta bahwa kedua pemain tersebut sudah tidak masuk dalam rencana jangka panjang pelatih Ruben Amorim di San Siro. Bahkan, manajemen AC Milan secara terbuka sudah memasukkan nama Tomori dan Fofana ke dalam daftar jual mereka. Situasi ini tentu menjadi angin segar bagi Juventus yang haus akan amunisi baru di lini belakang dan tengah. Mereka sadar betul bahwa untuk bisa bersaing di papan atas, diperlukan pemain-pemain berkualitas yang sudah terbukti kemampuannya di Serie A, dan Tomori serta Fofana adalah jawabannya.
Hebatnya lagi, selain kedua nama tersebut, AC Milan dikabarkan juga tengah membersihkan skuadnya dari beberapa pemain lain yang tidak direncanakan oleh Amorim. Beberapa di antaranya adalah Christopher Nkunku dan David Odogu yang juga siap dilego. Bahkan, rumor paling gila menyebutkan bahwa Milan tidak menutup pintu bagi tawaran besar untuk tiga pilar utamanya, yaitu Rafael Leao, Santiago Gimenez, dan Pervis Estupinan. Ini menandakan bahwa terjadi perombakan besar-besaran di kubu Rossoneri di bawah komando Amorim, dan Juventus dengan sigap mencoba memanfaatkan situasi ini demi keuntungan mereka sendiri.
Juventus Kabarnya Sudah Lakukan Pendekatan Informal ke Milan
Menurut laporan yang dilansir oleh Football Italia, langkah Juventus untuk mengamankan servis Fofana sudah memasuki tahap yang lebih serius. Kabarnya, Bianconeri sudah melakukan kontak secara informal dengan pihak AC Milan untuk menjajaki kemungkinan transfer pemain asal Prancis tersebut. Ini adalah gerakan cepat yang dilakukan oleh manajemen Juventus agar tidak kehilangan momen, terlebih mereka tahu bahwa Fofana adalah pemain kelas atas yang pasti diburu oleh banyak klub Eropa lainnya. Mereka langsung tancap gas begitu tahu bahwa pemain tersebut tersedia di pasar transfer.
Yang lebih mencengangkan adalah banderol yang dipasang AC Milan untuk Youssouf Fofana. Pemain Timnas Prancis yang masih berusia 27 tahun itu hanya dibanderol dengan harga 20 juta euro, atau setara dengan sekitar 412 miliar rupiah. Nilai yang terbilang murah untuk ukuran pemain sekaliber dia di pasar Eropa saat ini. Juventus pun menilai bahwa ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Setelah Amorim memutuskan untuk memberikan porsi bermain yang lebih besar kepada Ardon Jashari di lini tengah, posisi Fofana pun semakin terpinggirkan, dan Milan pun lebih memilih untuk melepasnya daripada memaksakan pemain yang tidak bahagia.
Meski demikian, Juventus harus tetap waspada dan bergerak cepat karena mereka bukan satu-satunya klub yang mengincar Fofana. Persaingan ketat justru datang dari luar negeri, tepatnya dari sejumlah klub papan atas Liga Inggris dan juga beberapa raksasa dari Liga Spanyol. Kedua liga tersebut memang terkenal dengan daya beli dan gengsinya yang tinggi. Namun, Juventus memiliki satu kartu truf, yaitu keinginan Fofana untuk bertahan lebih lama di pentas Liga Italia, karena ia sudah merasa betah dan terbiasa dengan gaya permainan di Serie A. Keuntungan psikologis ini yang coba dimaksimalkan oleh Juventus agar bisa memenangkan persaingan perburuan tanda tangan sang gelandang.
Selain gencar memburu Fofana, Juventus juga tidak melupakan target utamanya yang lain, yaitu Fikayo Tomori. Bek asal Inggris ini memiliki kontrak yang masih tersisa hingga musim panas 2027 bersama AC Milan. Namun, kehadiran Mario Gila yang didatangkan dari Lazio di bursa transfer musim panas 2026 membuat posisi Tomori di starting eleven semakin terdesak. Pelatih Amorim jelas lebih memilih Gila yang dianggap lebih cocok dengan skema permainannya. Akibatnya, Tomori pun tersisih dan harus rela duduk di bangku cadangan lebih sering, sehingga situasi ini pun membuat sang pemain mulai mempertimbangkan opsi untuk hengkang demi mendapatkan menit bermain yang lebih reguler.
Juventus Siap Tancap Gas untuk Tomori dan Kiper Anyar
Kabarnya, Juventus hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 15 juta euro (atau sekitar 309 miliar rupiah) untuk bisa memboyong mantan bek Chelsea itu ke Allianz Stadium. Harga ini tentu sangat bersahabat untuk pemain sekelas Tomori yang sudah memiliki pengalaman bermain di level tertinggi, termasuk bersama timnas Inggris. Juventus percaya bahwa dengan harga segitu, mereka bisa mendapatkan bek tangguh yang bisa langsung menjadi tulang punggung pertahanan mereka. Apalagi, krisis cedera yang kerap melanda lini belakang membuat mereka sangat membutuhkan tambahan amunisi berkualitas seperti Tomori.
Namun, ada satu hal yang menjadi batu sandungan bagi Juventus dalam upaya merekrut Tomori. AC Milan dikabarkan memiliki kebijakan untuk lebih memilih menjual pemainnya ke klub luar negeri daripada melepasnya ke sesama kompetitor di Liga Italia, terutama ke Juventus yang merupakan rival abadi mereka. Ini adalah kebijakan klasik yang seringkali menghalangi terjadinya transfer antarklub besar di Serie A. Namun, rumor yang beredar menyebutkan bahwa jika Juventus datang dengan membawa tawaran konkret dan menggiurkan secara finansial, maka Rossoneri tidak akan menutup mata dan membiarkan peluang emas ini berlalu begitu saja. Uang bisa mengubah segalanya.
Meskipun rumor ketertarikan pada Fofana dan Tomori sudah sangat santer terdengar, pihak Juventus menegaskan bahwa prioritas utama mereka di bursa transfer kali ini tetap tertuju pada perekrutan seorang kiper anyar. Masalah di bawah mistar gawang memang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Luciano Spalletti, pelatih Juventus saat ini. Mereka sudah berusaha keras untuk mendapatkan penjaga gawang idaman, tetapi selalu gagal di menit-menit akhir. Sebelumnya, mereka nyaris saja berhasil meminjam kiper andalan Timnas Jepang, Zion Suzuki, dari klub barunya Paris Saint-Germain, namun kesepakatan itu batal di detik-detik terakhir dan Suzuki akhirnya memilih hengkang ke Aston Villa. Kegagalan ini tentu sangat mengecewakan.
Kegagalan merekrut Suzuki pun membuat manajemen Juventus kembali memutar otak dan mulai melirik kandidat lain yang lebih realistis. Saat ini, nama Guglielmo Vicario, kiper utama Tottenham Hotspur, mulai mencuat ke permukaan. Vicario kabarnya mulai tersisihkan oleh pelatih baru Spurs, Roberto De Zerbi, yang lebih memilih kiper dengan karakteristik berbeda. Situasi ini pun langsung direspons cepat oleh Juventus yang melihat adanya celah besar untuk memboyong kiper asal Italia itu kembali ke negaranya. Vicario dinilai memiliki kualitas yang mumpuni dan pengalaman yang matang di Premier League, sehingga ia dianggap sebagai solusi jangka panjang yang sempurna untuk mengamankan gawang Juventus di musim-musim mendatang. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Si Nyonya Tua.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




