Exposenews.id – Bayangkan, sebuah klub yang tujuh tahun lalu masih tergeletak di Serie D, kini secara fantastis menembus pintu gerbang Liga Champions! Como 1907 baru saja mencetak sejarah paling gemilang setelah finis di peringkat keempat Serie A 2025-2026. Ya, tim kebanggaan para penggemar berat Indonesia ini akan merasakan atmosfer panas kompetisi antarklub Eropa musim depan. Pencapaian luar biasa ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa akuisisi yang dilakukan oleh Hartono bersaudara perlahan membuahkan hasil yang manis.
Lantas, bagaimana kisah dramatis di balik tiket bersejarah ini? Ternyata, keberhasilan Como tidak lepas dari hasil positif telak yang diraih pada pekan terakhir Serie A. Mereka dengan percaya diri menghancurkan Cremonese dengan skor 4-1. Di sisi lain, kegagalan dua raksasa tidur Italia, AC Milan dan Juventus, dalam meraih kemenangan di pekan terakhir justru memuluskan langkah I Lariani ke panggung paling bergengsi Eropa. Dengan kata lain, Como mengakhiri musim dengan gagah berani di posisi keempat, mengoleksi 71 poin dari 38 laga, kokoh di bawah bayang-bayang Inter Milan, Napoli, dan AS Roma.
Persiapan Mati-matian Demi Liga Champions
Setelah merayakan euforia kelolosan, Como langsung tancap gas! Demi meraih hasil maksimal dan tidak sekadar menjadi bulan-bulanan di Liga Champions, klub yang kini dimiliki oleh konglomerat Indonesia ini berencana menambah kekuatan secara besar-besaran. Perlu Anda ketahui, Como berhasil lolos ke Liga Champions dengan mengandalkan skuad yang sebagian besar diisi oleh talenta muda nan haus pengalaman. Namun, manajemen sadar bahwa komposisi tersebut saja tidaklah cukup untuk bersaing di kasta tertinggi antarklub Eropa yang penuh dengan hiu-hiu lapar.
Baca Juga: Suporter AC Milan Meluapkan Kemarahan Usai Timnya Gagal ke Liga Champions
Karena itu, sang presiden pun angkat bicara. Presiden Como, Mirwan Suwarso, dengan tegas menyatakan bahwa Como tidak akan main-main. Mereka akan mendatangkan empat hingga lima pemain baru untuk memperkokoh tim. “Saya tidak membayangkan akan ada perubahan besar, tapi saya kira mungkin akan ada empat atau lima pemain baru yang bergabung,” ujar Suwarso seperti dikutip dari La Provincia di Como melalui TMW. Kemudian, ia menambahkan, “Keikutsertaan di Liga Champions tentu saja mengubah cara Anda berinteraksi dengan para pemain, agen, dan klub.” Dengan demikian, bursa transfer musim panas ini dipastikan bakal panas!
Strategi Perekrutan Berubah Drastis Musim Depan
Sejak naik kasta pada 2024, Como 1907 memang bergerak cukup aktif di bursa transfer. Meskipun begitu, selama ini perekrutan pemain tetap dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan tim dan hasil pemantauan langsung pelatih jenius Cesc Fabregas. Namun, tampil di Liga Champions nanti akan menjadi pengalaman baru yang menantang bagi klub yang masih minim pengalaman di kompetisi Eropa tersebut. Oleh karena itu, Como harus menghadapi berbagai tantangan nonteknis yang tidak kalah rumit.
Baca Juga: Kendala Visa Membuat Iran Relokasi Markas Piala Dunia 2026 dari AS ke Meksiko
Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai. Como harus beradu taktik dengan urusan regulasi dan administrasi, mulai dari penentuan stadion kandang yang megah, mematuhi aturan Financial Fair Play (FFP) yang mengikat, hingga memenuhi ketentuan kuota pemain home grown yang wajib dipenuhi. Semua hal itu diatur secara ketat oleh UEFA.
Agar bisa memenuhi regulasi home grown, Como dituntut menyusun strategi transfer yang tepat pada bursa musim panas. Hal ini menjadi krusial mengingat selama ini tim banyak bergantung pada pemain asing dan pemain senior non-Italia. Dengan begitu, pengaturan kuota pemain pun menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Sebab, kesalahan administrasi sekecil apa pun bisa berakibat fatal, seperti diskualifikasi dari kompetisi.
Baca Juga: Lucas Frigeri Resmi Tinggalkan Arema FC, Ucapkan Terima Kasih Penuh Haru ke Aremania
Di sisi lain, kabar baiknya adalah Como diprediksi akan tetap mempercayakan masa depannya pada talenta muda potensial. Nama-nama seperti Nico Paz, Martin Baturina, Jacobo Ramon, dan Jesus Rodriguez dipastikan akan tetap menjadi tulang punggung tim musim depan. Dengan kombinasi pemain baru berpengalaman dan bintang muda bersinar, siapakah yang bisa menghentikan laju Como di Liga Champions?
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
