JOMBANG, Exposenews.id – Akhirnya, tabir kasus pencurian rel kereta api di kawasan emplasemen Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai terkuak terang-terangan.
Setelah penyelidikan intensif, pihak kepolisian akhirnya mengantongi identitas sosok yang diduga kuat sebagai otak sekaligus dalang di balik aksi kriminal mengejutkan ini. Yang bikin geleng-geleng kepala? Pelaku utamanya ternyata seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, dengan tegas mengungkapkan bahwa pria berinisial CIK (49), warga Surabaya yang berstatus PNS, ternyata menjadi pihak yang menginisiasi, mengatur, sekaligus memerintahkan eksekusi pencurian aset negara tersebut. Gila, ya?
“Penyelidikan kami tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan saja. Kami menemukan indikasi kuat adanya peran pengendali hingga jaringan penadah dalam kasus ini,” ujar Bagus kepada awak media, Kamis (16/4/2026). Karena itu, polisi pun langsung bergerak cepat membongkar jaringan ini.
Kronologi Mencengangkan: Bukan Aksi Spontan, Tapi Rencana Matang!
Nah, berdasarkan hasil penyidikan, aksi pencurian rel ini ternyata BUKAN tindakan spontan atau coba-coba. Sebaliknya, CIK menyusun rencana ini dengan sangat matang sejak awal April 2026.
Lalu, apa yang dilakukan CIK? CIK dengan sengaja memerintahkan dua eksekutor lapangan, yakni MS (50) dan IS (44), untuk mengambil rel bekas jenis R25 sepanjang dua meter dari area stasiun. Tak hanya sekadar memerintah, CIK juga secara aktif mengatur siasat pembagian hasil penjualan barang haram tersebut.
Dari transaksi yang berhasil dihimpun, pembagian keuntungannya terbilang timpang dan bikin miris:
- CIK (Otak Aksi): Dengan santai menerima jatah Rp 1.000.000.
- IS (Pelaku): Menerima jatah Rp 800.000.
- MS (Pelaku): Hanya kebagian Rp 400.000.
Bayangkan, seorang PNS tega melakukan hal ini hanya untuk keuntungan segitu? Aksi pertama mereka dilakukan pada 8 April 2026. Dalam operasi perdana tersebut, mereka berhasil menggasak dan menjual sedikitnya 22 batang rel tanpa ketahuan petugas! Sungguh memalukan.
Gagal Lagi-Lagi! Polisi Gagalkan Aksi Kedua dan Amankan Penadah
Namun, nahas bagi mereka. Upaya kedua pada Senin (13/4/2026) berakhir dengan kegagalan total. Tim dari Polsek Sumobito bergerak lebih sigap dan berhasil mengendus pergerakan para pelaku sebelum barang curian sempat berpindah tangan ke pembeli. Polisi benar-benar bekerja cepat kali ini.
Selain menangkap para pencuri, polisi juga membekuk seorang penadah berinisial IR (51), yang kesehariannya bekerja sebagai pengepul barang bekas di Kecamatan Diwek, Jombang. IR dengan sadar membeli potongan rel kereta api seberat 1,1 ton dengan harga Rp 3.700 per kilogram. Gila, berani banget!
“Total transaksi mencapai lebih dari Rp 4 juta. IR tetap melakukan transaksi meskipun mengetahui bahwa barang yang dibeli adalah potongan rel kereta api yang seharusnya menjadi aset negara,” jelas Bagus dengan nada tegas.
Rencananya, rel seberat satu ton lebih tersebut akan dijual kembali ke sebuah pabrik di wilayah Mojokerto. Tujuannya jelas: mencari keuntungan lebih besar. Namun, rencana jahat itu pun gagal total setelah polisi bergerak cepat.
Dalam penangkapan yang dramatis ini, polisi berhasil mengamankan sederet barang bukti penting, antara lain:
- 25 batang rel jenis R25 yang nyaris lolos.
- Bukti transaksi digital yang memperkuat kasus.
- Sejumlah telepon genggam milik para tersangka.
- Kendaraan yang digunakan khusus untuk mengangkut material rel.
Terancam Hukuman Berat! Polisi Masih Kembangkan Jaringan Lain?
Atas perbuatan mereka yang merugikan negara, para tersangka pun dijerat dengan pasal berlapis. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Ancaman hukumannya jelas tidak main-main.
Yang lebih menarik, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini MASIH terus dikembangkan. Tujuannya jelas: memutus rantai sindikat pencurian aset perkeretaapian yang selama ini mungkin beroperasi secara tersembunyi.
“Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Ada kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan ini yang masih kami dalami,” pungkas AKP Bagus Tejo Purnomo dengan nada penuh makna. Jadi, pantas saja kita terus ikuti perkembangannya, karena bisa jadi ini hanya puncak gunung es dari praktik korupsi aset negara yang lebih besar!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
