Berita  

Arus Balik Mulai Meningkat, Polisi Siagakan Sistem Buka-Tutup di Rest Area dan Jalur Tol

SEMARANG, Exposenews.id – Warga Semarang, bersiaplah! Kepadatan arus balik Lebaran 2026 mulai menghantui sejumlah titik di Kota Semarang pada Senin (23/3/2026) siang. Ya, momen mudik yang penuh cerita kini berganti dengan hiruk-pikuk perjalanan pulang yang tak kalah menegangkan. Antrean panjang mulai terlihat di mana-mana, menandai mobilitas tinggi para pemudik yang kembali merajut aktivitas di perantauan.

Rest Area Penuh! Polisi Terapkan Sistem Buka-Tutup

Nah, demi memastikan roda-roda kendaraan tetap berputar dan tak ada yang terjebak kemacetan berkepanjangan, pihak kepolisian pun bergerak cepat. Mereka langsung menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas di sepanjang ruas tol dan area istirahat. Jangan heran jika Anda mendapati beberapa rest area yang mendadak ditutup!

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, tak mau ketinggalan. Ia turun langsung memantau situasi terkini di depan Rest Area 424 B Kota Semarang, didampingi Kapolsek Gajahmungkur. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa area istirahat tersebut sudah mulai diserbu kendaraan para pemudik yang ingin memulihkan tenaga.

“Situasi di rest area saat ini sudah benar-benar mulai ramai. Makanya, kami langsung memberlakukan sistem buka-tutup,” tegas Yunaldi dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2026). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika suatu rest area sudah terisi penuh, maka pintu masuknya akan ditutup sementara. Petugas akan mengarahkan arus lalu lintas untuk melanjutkan perjalanan dan menyarankan para pengemudi untuk beristirahat di rest area berikutnya, misalnya yang berada di wilayah Kendal KM 387 atau lokasi alternatif lainnya. Jadi, jangan panik jika rest area favorit Anda tiba-tiba tutup, ya!

Gerbang Tol Kalikangkung Membludak, 2.300 Kendaraan Mengular per Jam

Tak hanya di rest area, arus kendaraan di ruas tol wilayah Kota Semarang juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam satu jam terakhir saja, petugas mencatat sebanyak 2.300 kendaraan melintas di Gerbang Tol Kalikangkung. Gerbang tol ini menjadi pintu utama bagi arus balik yang menuju ke dalam kota maupun ke wilayah timur Pulau Jawa.

Berdasarkan data pemantauan di Gerbang Tol Kalikangkung dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026, jumlah kendaraan yang melintas pada periode pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB tercatat cukup fantastis. Untuk arah Kendal-Jakarta atau yang merupakan gerbang masuk, total kendaraan mencapai 7.539 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan setiap jamnya. Sementara itu, untuk arah Semarang-Solo atau gerbang keluar, petugas mencatat sebanyak 5.421 kendaraan melintas dalam rentang waktu yang sama.

Meski antrean terlihat di jalur tol, AKBP Yunaldi memastikan bahwa kondisi lalu lintas di dalam Kota Semarang masih terpantau kondusif. Kepadatan kendaraan lebih banyak terpusat di kawasan pusat oleh-oleh, restoran, serta objek wisata yang menjadi favorit masyarakat selama masa libur Lebaran. Jadi, bagi yang ingin berwisata di kota, tetap waspada dan perkirakan waktu perjalanan Anda.

Rekor Baru! Volume Kendaraan Naik 2 Persen Dibanding Tahun Lalu

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menyampaikan hasil analisa dan evaluasi (anev) Operasi Ketupat Candi hingga Minggu (22/3/2026). Ia mengungkapkan adanya lonjakan volume kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung jika dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menjadi perhatian serius bagi petugas di lapangan.

“Data kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung pada periode 24 jam menunjukkan angka yang cukup mencengangkan. Arah Kendal/Jakarta tercatat sebanyak 30.888 kendaraan, sedangkan arah Semarang/Solo mencapai 45.465 kendaraan,” beber Agung. Lebih lanjut, ia membandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang mencapai 402.248 kendaraan. Menariknya, pada tahun 2026 ini angkanya melonjak menjadi 410.663 kendaraan atau naik sekitar 2 persen. Kenaikan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di musim arus balik tahun ini.

Ia juga menambahkan bahwa pada H+8 hingga H+10 Operasi Ketupat Candi 2026, jumlah kendaraan yang menuju arah Jakarta mengalami peningkatan bertahap yang signifikan. Dari angka 4.048 kendaraan, kemudian melonjak menjadi 16.048 kendaraan, hingga akhirnya mencapai puncaknya di 30.888 kendaraan. Grafik ini jelas menunjukkan tren arus balik yang terus memuncak.

Tidak hanya di jalur darat, sektor transportasi lainnya juga mencatat aktivitas yang cukup padat. Di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, pada H+10 tercatat sebanyak 3.972 penumpang datang dan 3.060 penumpang berangkat. Angka ini menunjukkan bahwa transportasi udara juga menjadi pilihan utama bagi para pemudik.

Sementara itu, di Pelabuhan Tanjung Emas, aktivitas pelayaran juga cukup ramai. Kapal KM Kelimutu diketahui memberangkatkan 34 penumpang pada pukul 19.00 WIB, sementara KM Lawit tiba dengan membawa 782 penumpang pada pukul 23.00 WIB. Arus keluar masuk penumpang di pelabuhan ini pun berjalan dengan pengawasan ketat dari petugas.

“Hingga H+10 Operasi Ketupat Candi 2026, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polrestabes Semarang terpantau aman dan kondusif. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada kejadian menonjol, baik dari sisi kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas,” tambah Agung dengan lega.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan, polisi terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan arus balik. Jaga kondisi fisik tetap prima, karena perjalanan panjang membutuhkan konsentrasi penuh. Selain itu, patuhi setiap aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Keselamatan adalah yang utama, demi kita semua bisa berkumpul kembali dengan keluarga dalam keadaan selamat.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com