Berita  

Awal 2027 Jadi Deadline, Prabowo Pastikan Ribuan Jembatan di Seluruh Provinsi Tuntas

JAKARTA, Exposenews.id – Presiden Prabowo Subianto memasang target ambisius yang bikin publik heboh. Pemerintah mengincar penyelesaian pembangunan 3.000 jembatan di seluruh penjuru Indonesia, dan target mengejutkan ini ditetapkan rampung pada awal tahun 2027. Bukan sekadar angka, proyek raksasa ini menyasar titik-titik kritis yang paling mendesak guna melancarkan mobilitas warga, khususnya di wilayah-wilayah yang baru saja porak-poranda diterjang bencana alam.

Dari Laporan Bencana Langsung ke Meja Presiden

Baca Juga: BRIN: Musim Kemarau 2026 Berpotensi Lebih Panjang Akibat El Nino “Godzilla”

Di balik target sebesar itu, ternyata ada cerita mengharukan yang langsung menggerakkan hati sang Presiden. Prabowo mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak atas ribuan jembatan ini lahir dari laporan panas Satuan Tugas (Satgas) Jembatan. Presiden membentuk satgas ini secara khusus dengan misi utama memulihkan tiga provinsi di Sumatera yang luluh lantak akibat banjir bandang dan longsor. Menariknya, Presiden langsung menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai komandan lapangan, memastikan tidak ada lagi ruang untuk birokrasi yang berbelit-belit.

Baca Juga: FIFA Resmi Hukum Israel Usai Pengaduan Palestina, Ini Sanksi yang Dijatuhkan

“Insya Allah awal 2027, kita kejar semua. 3.000 jembatan itu tuntas. Bukan hanya satu provinsi, tapi semua provinsi,” ujar Prabowo dengan penuh keyakinan saat duduk santai dalam diskusi bersama jurnalis dan para pakar di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (20/3/2026) lalu. Di depan para pengamat, ia membeberkan data terbaru dari Satgas yang berhasil memetakan kurang lebih 3.000 titik darurat yang saat ini menangis membutuhkan perbaikan atau pembangunan jembatan baru. Menurutnya, jembatan gantung menjadi solusi krusial karena biayanya yang masih lebih rendah dibandingkan alokasi dana desa yang rutin digelontorkan pemerintah pusat ke kampung-kampung.

Hitungan Cerdas: Dana Desa Bisa Dicicil, Jembatan Tetap Kokoh

Soal biaya, Presiden tidak sekadar bicara teori. Ia langsung menyodorkan hitung-hitungan yang bikin kepala desa tersenyum. Dalam diskusi yang juga dihadiri sejumlah jurnalis senior dan pengamat tersebut, ia menyoroti besaran anggaran desa yang mencapai Rp 1 miliar per tahun. Ia menjelaskan dengan gamblang bahwa untuk membangun jembatan gantung sepanjang 100 meter, kebutuhan anggarannya hanya berkisar Rp 800 juta. Artinya, para kepala desa tidak perlu pusing mencari dana besar sekaligus. “Katakanlah yang 100 meter panjang paling Rp 800 juta ada. Dan mereka terima Rp 1 miliar (untuk) 1 tahun. Kan bisa dia cicil 3 tahun 4 tahun jembatan yang bagus pun,” papar Prabowo, memberikan angin segar bagi daerah-daerah terpencil yang selama ini terkendala biaya pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Polresta Malang Kota Terbitkan Larangan Sound Horeg dan Petasan untuk Malam Takbiran

Anak Nias Menginspirasi, Presiden Bertekad Hapus Air Mata Anak Negeri

Namun, yang paling mencengangkan dari gebrakan ini adalah pemicu utamanya. Ternyata, target 3.000 jembatan itu bukan sekadar hasil rapat di meja hijau. Prabowo mengaku hatinya tersentak dan langsung tergerak untuk melakukan percepatan pembangunan setelah ia menyaksikan sebuah video sederhana namun mengiris hati. Video itu dikirim oleh seorang anak asal Nias bernama Yemisa Zebua. Dalam rekaman yang beredar, Yemisa dengan polos meminta bantuan jembatan karena akses yang biasa ia gunakan untuk berangkat sekolah sudah putus total. Air mata anak itu seolah menjadi alarm bagi pemerintah pusat untuk segera bertindak. Alhamdulillah, permintaan Yemisa langsung dipenuhi negara pada awal tahun 2026, menjadi bukti nyata bahwa suara rakyat kecil didengar.

Mengambil pelajaran berharga dari kasus Yemisa, Prabowo tidak tinggal diam. Ia langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan dan memastikan tidak ada satu pun jembatan rusak yang masih menyulitkan anak-anak dalam perjalanan menuntut ilmu. Presiden menegaskan dengan lantang bahwa ia tidak mau lagi menyaksikan tayangan pilu tentang tangisan anak-anak yang harus terhambat akses pendidikannya hanya karena pembangunan yang tidak merata di daerah-daerah terpencil. Bagi Prabowo, jembatan bukan sekadar beton dan baja, tetapi adalah jalan menuju masa depan generasi bangsa.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com