Berita  

Polresta Malang Kota Terbitkan Larangan Sound Horeg dan Petasan untuk Malam Takbiran

Malang, Exposenews.id Menjelang malam kemenangan yang fitri, Polresta Malang Kota buka suara dengan tegas. Mereka secara resmi melarang warga menggunakan sound horeg dan menyalakan petasan berdaya ledak tinggi saat malam takbir Lebaran Idul Fitri 2026 nanti. Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Langkah Preventif di Tengah Euforia Lebaran

Imbauan ini menjadi langkah preventif yang mereka canangkan dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026. Pihak kepolisian dengan tegas meminta masyarakat untuk tetap melakukan takbir dengan cara sederhana dan penuh khidmat. Mereka mengingatkan agar euforia berlebihan tidak sampai terjadi, karena berpotensi besar mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, sejak jauh-jauh hari mereka sudah turun ke lapangan menyosialisasikan aturan ini kepada warga dan para pemuda di berbagai kelurahan.

Takbiran Khidmat Tanpa Gangguan Kebisingan

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, menegaskan bahwa esensi takbiran seharusnya diisi dengan kegiatan religius. Ia mengajak warga untuk memakmurkan masjid, mushala, atau lingkungan sekitar dengan gema takbir yang syahdu. Ia secara khusus mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling yang berlebihan, apalagi konvoi kendaraan dengan pengeras suara rakitan.

“Kami imbau masyarakat tidak melaksanakan takbir keliling berlebihan, tidak menggunakan sound horeg,” ujar Wiwin dengan nada serius, Kamis (19/3/2026). Ia menjelaskan, penggunaan sound horeg kerap menimbulkan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga lain yang sedang beribadah atau beristirahat. Alhasil, banyak keluhan masyarakat tahun lalu yang akhirnya menjadi evaluasi utama pihak kepolisian tahun ini.

Petasan Rakitan: Ancaman Terselubung di Balik Kemeriahan

Selain itu, ia menyoroti bahaya laten dari penggunaan petasan rakitan dengan daya ledak tinggi. Wiwin menegaskan bahwa benda-benda tersebut dilarang keras karena menyimpan potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa. Tidak hanya berpotensi menyebabkan cedera serius, menurut dia, petasan juga dapat memicu gangguan keamanan hingga konflik sosial di tengah masyarakat jika tidak dikendalikan. Ia menambahkan, ledakan keras dari petasan sering disalahartikan sebagai suara tembakan atau bom, sehingga bisa menimbulkan kepanikan massal.

“Kami mengimbau masyarakat agar merayakan takbiran dengan aman dan tertib, tidak menyulut petasan perakitan yang berdaya ledak tinggi,” kata Wiwin, menekankan aspek keselamatan bersama. Ia berharap masyarakat dapat merayakan malam kemenangan dengan sukacita yang tetap terjaga dalam koridor hukum dan norma sosial. Untuk itu, pihaknya juga akan menerjunkan tim patroli gabungan guna mengawasi titik-titik rawan selama malam takbiran berlangsung.

Jaga Persatuan, Waspada Saat Tinggalkan Rumah

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman, menyampaikan pesan persaudaraan yang hangat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, terutama jika terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah keberagamaan. Ia percaya, perbedaan justru akan memperkaya pengalaman beragama jika kita menyikapinya dengan dewasa.

“Perbedaan adalah rahmat, jangan sampai menjadi sumber perpecahan,” pesan Lukman, mengingatkan bahwa toleransi adalah kunci kedamaian. Polisi juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk mudik atau beribadah. Mereka meminta warga memastikan keamanan lingkungan guna mencegah tindak kriminal maupun risiko kebakaran yang kerap terjadi saat rumah ditinggal kosong. Ia menganjurkan warga untuk menitipkan rumah ke tetangga atau ikut serta dalam sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, masyarakat diminta aktif berperan serta. Mereka mendorong warga untuk segera melaporkan hal-hal mencurigakan melalui layanan darurat 110 atau aplikasi Jogo Malang Presisi. Dengan partisipasi aktif warga, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini. Selain itu, koordinasi antara polisi, TNI, dan pemerintah kelurahan juga sudah mereka perkuat untuk menyambut Lebaran yang aman dan damai.

“Mari kita sambut Idul Fitri dengan suasana damai, aman, dan penuh kebersamaan, serta menjadikan momentum ini untuk mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan,” pungkasnya, menutup imbauan dengan harapan akan Malang Raya yang semakin guyub dan rukun.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com