Bawa Madrid ke Perempat Final UCL, Arbeloa Ukir Prestasi Manis

Exposenews.id – Sebuah rekor fantastis baru saja ditorehkan Alvaro Arbeloa! Mantan bek tangguh yang kini duduk di kursi pelatih ini berhasil membawa Real Madrid melaju mulus ke perempat final Liga Champions. Bukan cuma menang, cara dia menang pun bikin sejarah baru di buku catatan Los Blancos.

Arbeloa kini resmi mencatatkan diri sebagai pelatih pertama Real Madrid yang selalu meraih kemenangan dalam empat pertandingan perdana di fase gugur. Coba bayangkan, rekor mentereng ini bahkan belum pernah diraih oleh raja taktik sekaliber Carlo Ancelotti sekalipun!

Ya, pada musim 2013-2014 lalu, Don Carlo sebenarnya sempat memulai fase gugur dengan sangat manis. Anak asuhnya kala itu berpesta gol dengan menghancurkan Schalke 04 6-1 dan 3-1, lalu diikuti dengan kemenangan 3-0 atas Borussia Dortmund. Sayangnya, pesta itu harus berakhir getir. Laju kemenangan beruntun Carletto terhenti di leg kedua kontra Dortmund, di mana Madrid harus mengakui keunggulan lawan dengan kekalahan 0-2 yang cukup telak.

Nah, Arbeloa datang dengan gaya yang berbeda. Perjalanan rekornya dimulai saat anak asuhnya berhadapan dengan Benfica di babak play-off. Dengan determinasi tinggi, mereka memenangkan leg pertama 1-0 dan memastikan diri di leg kedua dengan skor 2-1. Dua kemenangan ini menjadi fondasi kokoh untuk tantangan selanjutnya.

Lalu muncullah ujian terbesar: Manchester City. Tim sekelas The Citizens asuhan Pep Guardiola tentu tidak boleh diremehkan. Namun Arbeloa dan skuad mudanya tampil tanpa rasa takut. Di leg pertama, mereka membungkam City dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini jelas memberikan modal percaya diri yang luar biasa menjelang laga tandang ke Etihad Stadium.

Puncaknya terjadi pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB tadi. Bermain di kandang lawan yang terkenal angker, Madrid tidak tampil defensif. Mereka berani menekan dan akhirnya mencuri kemenangan 2-1. Dengan hasil ini, agregat menjadi 5-1, sebuah keunggulan yang sangat meyakinkan. Kemenangan keempat beruntun di fase gugur ini pun resmi mengukuhkan nama Arbeloa di puncak sejarah klub.

Kisah Perjalanan Madrid di Liga Champions: Dari Terpuruk Hingga Bangkit

Namun, siapa sangka jika performa gemilang ini lahir dari masa-masa sulit? Perjalanan Madrid di Liga Champions musim ini sempat diragukan banyak pihak, terutama saat memasuki fase liga. Sebuah kekalahan pahit dari Benfica di laga pamungkas membuat mereka terlempar ke posisi sembilan. Akibatnya, tiket otomatis ke babak 16 besar pun gagal digenggam. Mereka harus puas melewati babak play-off tambahan.

Memasuki fase gugur, mentalitas Madrid seperti berubah 180 derajat. Mereka mulai menunjukkan konsistensi yang selama ini dinantikan. Dendam atas kekalahan dari Benfica pun terbayar lunas. Di babak play-off, mereka tampil trengginas dan sukses mengalahkan Benfica dalam dua leg. Kemenangan ini membuka keran kepercayaan diri tim.

Tren positif ini tidak berhenti sampai di situ. Menghadapi Manchester City, yang notabene adalah calon juara, justru menjadi panggung bagi Arbeloa untuk membuktikan kapasitasnya. Dua kemenangan meyakinkan atas klub sekelas Premier League itu tidak hanya memastikan langkah ke perempat final, tapi juga menjadi jawaban telak atas para kritikus yang sebelumnya meragukan taktiknya.

Hasil manis ini jelas menjadi titik balik yang sangat penting bagi perjalanan karir Arbeloa di Madrid. Tekanan yang sempat menghantuinya perlahan mulai sirna, digantikan oleh sorak-sorai dukungan dari para Madridista.

Pasang Surut di Pentas Domestik: LaLiga dan Copa del Rey

Meski bersinar terang di Eropa, perjalanan Madrid di kompetisi domestik masih penuh dengan lika-liku. Sejak Arbeloa resmi menggantikan Xabi Alonso pada 12 Januari 2026—tepat setelah kekalahan menyakitkan di final Supercopa de Espana—konsistensi menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Saat ini, posisi Madrid di klasemen LaLiga masih tertahan di urutan kedua, terpaut beberapa poin di bawah Barcelona yang sedang on fire. Jika melihat statistik, dalam sembilan pertandingan liga di bawah asuhan Arbeloa, mereka sudah mencatatkan dua kekalahan. Menariknya, jumlah kekalahan ini sama persis dengan catatan Alonso selama menangani 19 pertandingan! Hal ini menunjukkan bahwa masalah konsistensi memang sudah ada sejak awal musim.

Bencana terbesar justru datang dari ajang Copa del Rey. Harapan untuk meraih troji di turnamen lokal harus sirna lebih awal. Madrid tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar setelah takluk dari tim kasta bawah, Albacete. Kekalahan memalukan ini tentu sempat menambah beban tekanan yang dipikul Arbeloa di pundaknya.

Kini, dengan napas lega usai melaju di Liga Champions, Arbeloa dan timnya bisa sedikit tersenyum. Namun, pekerjaan rumah di LaLiga tetap menanti. Selanjutnya, perhatian publik tertuju pada undian babak perempat final. Siapa lawan selanjutnya?

Bayangan akan duel akbar langsung muncul. Bayern Muenchen, raksasa Jerman, berpeluang besar menjadi lawan tangguh berikutnya. Mereka baru saja berpesta gol dengan menghancurkan Atalanta 6-1 di leg pertama babak 16 besar. Pertemuan antara dua raksasa Eropa ini jelas akan menjadi sajian yang tidak boleh dilewatkan. Akankah rekor Arbeloa berlanjut, atau justru terhenti di tangan Bayern? Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com