Satu Aspek yang Harus Diasah Maarten Paes Menurut Pelatih Ajax

Exposenews.id – Akhirnya! Senyum lega akhirnya merekah di wajah Maarten Paes. Kiper andalan Timnas Indonesia ini sukses mengecap manisnya kemenangan perdana bersama Ajax Amsterdam. Dan yang bikin lebih spesial? Gawangnya tetap perawan! Tapi tunggu dulu, di balik catatan manis itu, pelatih Ajax justru menyoroti satu kelemahan yang bikin penasaran. Apa gerangan?

Maarten Paes

Ajang Eredivisie atau Liga Belanda 2025-2026 pekan ke-27 baru saja menyajikan drama seru di Amsterdam. Tepat pada Minggu dini hari WIB (15/3/2026), Johan Cruijff ArenA bergemuruh saat Ajax menjamu Sparta Rotterdam. Dan wow! Anak-anak Amsterdam benar-benar tampil galak!

Ya, tim kebanggaan ibukota Belanda itu sukses menghajar habis Sparta Rotterdam dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini terasa begitu manis, apalagi ini menjadi jawaban instan setelah sebelumnya mereka harus menelan pil pahit kalah 1-3 dari FC Groningen. Bayangkan, dari laga yang bikin kecewa, langsung bangkit dengan pesta gol!

Jalannya pertandingan pun seru banget. Ajax langsung tancap gas sejak awal. Menit ke-19, tanpa diduga, gawang Sparta justru bobol lewat gol bunuh diri pemain mereka sendiri, Joshua Kitolano. Stadion langsung bergemuruh! Belum puas sampai di situ, gempuran Ajax berlanjut. Steven Berghuis ikut menyumbangkan namanya di papan skor pada menit ke-32. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Begitu memasuki babak kedua, Ajax sama sekali tidak mengendurkan serangan. Mereka haus gol! Davy Klaassen mencetak gol cantik pada menit ke-73. Hanya berselang tiga menit, Mika Godts ikut memamerkan aksinya dan memastikan keunggulan menjadi 4-0. Sparta Rotterdam benar-benar tak berkutik!

Nah, di balik pesta gol ini, ada satu nama yang sedang menjadi sorotan hangat: Maarten Paes. Bagi kiper Timnas Indonesia ini, laga kontra Sparta Rotterdam bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momen bersejarah!

Akhirnya! Kemenangan Perdana yang Dinanti-nanti Maarten Paes

Coba kita flashback sejenak. Maarten Paes resmi memulai petualangan barunya bersama Ajax pada 21 Februari 2026. Debutnya tentu dinanti banyak pihak, termasuk kita di Indonesia. Namun, perjalanan awalnya ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Dalam tiga pertandingan Eredivisie pertamanya, hasil yang didapat kurang memuaskan: dua hasil imbang dan satu kekalahan pahit. Tentu ini jadi tekanan tersendiri bagi seorang kiper sekaliber Paes.

Tapi kini, ceritanya berbeda! Kemenangan 4-0 atas Sparta Rotterdam menjadi titik balik. Untuk pertama kalinya, Paes merasakan langsung sensasi meraih tiga poin penuh bersama raksasa Amsterdam itu. Yang lebih membanggakan, laga ini juga menambah catatan apiknya dengan clean sheet alias tanpa kebobolan.

Sejauh ini, Paes sudah mencatatkan dua pertandingan resmi bersama Ajax tanpa harus memungut bola dari gawangnya sendiri. Catatan yang lumayan untuk awal karier, bukan? Tapi, ada yang menarik dari laga kontra Sparta kemarin. Meski timnya menang telak dan gawangnya aman, Paes justru terlihat tidak terlalu banyak bekerja.

Data dari situs statistik kenamaan Sofascore menunjukkan, sepanjang 90 menit pertandingan, Paes hanya melakukan satu kali penyelamatan. Bayangkan, cuma satu! Alhasil, nilai penampilannya pun hanya 6,7. Angka ini terbilang cukup rendah, bahkan kalah dari kiper lawan, Joel Drommel. Kok bisa? Meskipun gawangnya jebol empat kali, Drommel justru tampil sibuk dan gemilang dengan mencatatkan tujuh penyelamatan, enam di antaranya terjadi di dalam kotak penalti. Ia pun diganjar nilai 7,8. Ironis memang, tapi begitulah statistik berbicara.

Bukan Soal Penyelamatan, Pelatih Ajax Justru Soroti Umpan Panjang Paes

Nah, ini dia inti yang paling menarik. Meskipun berhasil menjaga clean sheet, performa Maarten Paes tetap menjadi bahan evaluasi. Pelatih sementara Ajax, Oscar Garcia, buka suara soal kekurangan anak asuhnya itu. Ternyata, yang disorot bukan soal kemampuannya menghalau tembakan, melainkan aspek lain yang lebih teknis.

Garcia secara gamblang menyoroti distribusi bola dari kaki Paes, terutama soal akurasi umpan-umpan panjangnya. Menurut pelatih asal Spanyol ini, aspek tersebut masih perlu banyak peningkatan dan penyesuaian dengan filosofi permainan Ajax.

“Umpan-umpan panjang? Lihat, kiper kita (Maarten Paes) ini masih baru di sini. Dia juga bukan lulusan akademi Ajax yang dari kecil sudah dilatih pola permainan kami,” ujar Garcia dengan nada lugas, seperti dikutip dari ESPN NL.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbaikan ini menjadi prioritas tim pelatih. “Jadi, jelas itu adalah satu area spesifik yang ingin kami perbaiki bersama. Ini bagian dari proses adaptasinya.”

Garcia pun tidak hanya menyoroti Paes. Ia menjelaskan bahwa evaluasi serupa juga berlaku untuk para pemain lain, terutama bek sayap. “Hal yang sama juga berlaku untuk para bek sayap. Kami memiliki filosofi tertentu. Kami ingin mereka lebih sering menusuk ke dalam, memotong dari sayap, untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah. Ini semua butuh waktu dan proses,” imbuhnya menjelaskan.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Amsterdam, sorotan publik dan pengamat sepak bola Belanda memang kerap tertuju pada Maarten Paes. Bukan tanpa alasan, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi. Ia didatangkan untuk membawa pengalaman dan ketenangan. Namun, proses adaptasi dengan gaya bermain Ajax yang khas—yang mengutamakan penguasaan bola dan membangun serangan dari belakang—ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Jadi, bagi penggemar Timnas Indonesia, jangan khawatir dulu. Evaluasi ini justru pertanda baik. Ini membuktikan bahwa Paes berada di tangan pelatih yang jeli dan ingin mengasah potensinya hingga maksimal. Kelemahan kecil ini justru bisa menjadi batu loncatan bagi Paes untuk menjadi kiper yang lebih sempurna di masa depan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com