Berita  

6 Wakil Premier League Belum Meraih Kemenangan di Leg Pertama

Exposenews.id – Babak 16 besar Liga Champions baru saja menyajikan tragedi memalukan bagi sepak bola Inggris. Dalam satu malam yang dramatis, enam wakil Premier League seolah kehilangan nyali di pentas Eropa. Alih-alih menunjukkan taring, mereka justru menjadi bulan-bulanan lawan-lawan tangguh.

Hasil Buruk Ini Jadi Peringatan Keras bagi Reputasi Premier League di Pentas Eropa

6 Wakil Premier League Belum Meraih Kemenangan di Leg Pertama

Betapa tidak, rangkaian laga leg pertama yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) dan Rabu (11/3/2026) benar-benar berjalan pahit bagi klub-klub Inggris. Dari enam tim Premier League yang turun ke lapangan, tidak satu pun berhasil membawa pulang kemenangan. Ya, Anda tidak salah baca. Hanya dua tim yang selamat dari kekalahan, itupun lewat perjuangan dramatis di menit-menit akhir.

Newcastle United nyaris menciptakan kejutan besar saat menjamu raksasa Spanyol, Barcelona. Saat waktu normal hampir habis, Harvey Barnes sukses membobol gawang Blaugrana. Euforia pun pecah di St. James’ Park. Namun, drama terjadi di pengujung laga. Wasit menunjuk titik putih setelah insiden di kotak penalti, dan Lamine Yamal yang menjadi algojo sukses merusak pesta The Magpies. Hasil imbang 1-1 pun harus mereka terima.

Sementara itu, Arsenal harus kerja keras membawa hasil imbang dari kandang Bayer Leverkusen. Sempat tertinggal lebih dulu lewat sundulan Robert Andrich dari sepak pojok awal babak kedua, The Gunners baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-89. Kali ini, Kai Havertz menjadi pahlawan dengan mengeksekusi penalti setelah Noni Madueke dilanggar di kotak terlarang. Meski performa tim jauh dari kata maksimal, hasil ini tetap membuat Arsenal di atas angin jelang leg kedua.

“Saya paham betul betapa beratnya bermain di sini… dan kami sudah tahu apa yang harus diantisipasi,” ujar Havertz seusai pertandingan. “Kami tidak tampil apik hari ini. Tapi setidaknya kami pulang dengan modal berharga. Pekan depan kami harus tampil lebih baik.”

Duel Sengit di Markas Lawan Berujung Petaka

Kekalahan paling telak harus diterima tiga klub ibu kota dan juga Manchester City. Mereka tak berkutik di hadapan publik sendiri maupun lawan.

Manchester City, misalnya, pulang dengan kepala tertunduk usai dihajar 0-3 oleh Real Madrid di Santiago Bernabeu. Padahal, Los Blancos sedang dalam masa sulit di bawah asuhan pelatih anyar, Alvaro Arbeloa. Namun, malam itu milik Fede Valverde. Gelandang Uruguay itu mencetak hattrick dan memberikan Pep Guardiola kekalahan terbesar selama delapan musim berkarier di fase gugur Liga Champions.

Nasib serupa dialami Chelsea. Bertandang ke markas juara bertahan Paris Saint-Germain, The Blues sempat menunjukkan perlawanan sengit. Mereka bahkan sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak kedua. Namun, fokus tim hilang begitu saja di 15 menit terakhir. PSG melesakkan tiga gol tambahan dan membuat skor akhir menjadi 5-2 untuk tuan rumah.

“Kami gagal bereaksi dengan baik saat menghadapi tekanan,” kelah pelatih Chelsea. “Saat skor 3-2, kami sebenarnya masih kompetitif. Tapi kemudian Kvaratskhelia mencetak gol luar biasa, dan itu memang bisa terjadi. Kami hampir saja mencetak gol untuk memperkecil jadi 3-3, tapi justru gol kelima lawan yang datang. Setelah itu, kami kehilangan ketenangan dan mereka dengan mudah mencetak gol lagi.”

Tottenham Hotspur pun tak luput dari malapetaka. Musim yang sudah buruk bagi mereka kian memburuk di Eropa. Pasukan Igor Tudor harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 2-5 di Wanda Metropolitano. Yang lebih parah, mereka kebobolan tiga gol hanya dalam 15 menit pertama laga. Insiden ini memaksa pelatih menarik keluar kiper Antonin Kinsky karena dinilai tak mampu berkonsentrasi.

Rapor Merah Wakil Inggris di Leg Pertama

Jika kita lihat satu per satu hasilnya, benar-benar tak ada yang bisa dibanggakan. Liverpool takluk 0-1 dari Galatasaray. Newcastle ditahan imbang Barcelona. Tottenham dibantai Atletico Madrid 2-5. Arsenal hanya imbang 1-1 di Leverkusen. Manchester City dihajar Real Madrid 0-3, dan Chelsea dipermalukan PSG dengan skor identik 2-5.

Ini adalah pukulan telak bagi Premier League. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, enam wakil Inggris gagal meraih satu pun kemenangan di leg pertama babak 16 besar. Kini, harapan besar mereka bertumpu pada performa di leg kedua. Bisakah mereka bangkit, ataukah ini akan menjadi musim terburuk bagi tim-tim Inggris di Eropa? Kita tunggu saja.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com