YOGYAKARTA, Exposenews.id – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya angkat bicara dan langsung bergerak cepat merespons keluhan warga yang terus membuncah. Mereka resmi mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar rute kereta bandara segera diperpanjang hingga Stasiun Maguwoharjo.

Baca Juga: Kejati Sulsel Tetapkan Eks Pj Gubernur dan 5 Orang sebagai Tersangka Korupsi Bibit Nanas
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, usulan mendesak ini terpaksa mereka ajukan setelah gelombang komplain dari masyarakat tak terbendung lagi. Betapa tidak, sebagian besar warga mengaku berkali-kali telat sampai di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) karena harus berjibaku dengan kemacetan yang mengular. “Sering dikomplain oleh masyarakat yang menggunakan kereta bandara karena suka telat,” ujar Made dengan nada prihatin, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Usai Mendarat di Pekanbaru, Moncong Pesawat Garuda Terlihat Penyok, Penumpang Kaget
Macet di Pusat Kota Bikin Warga Gigit Jari
Made menjelaskan lebih lanjut, rencana perpanjangan rute kereta bandara hingga Stasiun Maguwoharjo ini tidak bisa ditawar lagi. Pihaknya melihat, kemacetan di pusat kota sudah mencapai titik kritis dan langsung berdampak pada akses masyarakat menuju bandara. Selain itu, langkah ini juga berkaitan erat dengan rencana besar mereka untuk mengatur arus kendaraan, khususnya bus, yang selama ini memadati jantung Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Viral Anggaran Meja Biliar Rp 486 Juta, DPRD Sumsel: Jika Tidak Prioritas Akan Dibatalkan
Menurut dia, keberadaan Stasiun Tugu yang berada tepat di tengah kota justru sering menjadi biang kerok kemacetan. Ratusan kendaraan pribadi dan umum berputar-putar di sekitar stasiun, menciptakan titik-titik kepadatan yang merambat hingga ke ruas jalan utama. Belum lagi, dengan segera beroperasinya jalan tol, Made memprediksi akses masyarakat menuju pusat kota akan semakin mudah dan cepat. Namun, kemudahan ini ibarat pisau bermata dua karena dipastikan akan meningkatkan kepadatan lalu lintas secara signifikan. “Jalan tol memberikan akses mudah masyarakat ke kota,” kata dia.
Baca Juga: Longsor Gunungan Sampah TPST Bantargebang, Tim SAR Berjibaku Menyelamatkan Korban
Bukan Wacana Baru, Tapi Kebutuhan Mendesak
Menariknya, Made menyampaikan bahwa usulan perpanjangan rute kereta bandara ini sebenarnya sudah mereka persiapkan sejak 2023. Jadi, ini bukan sekadar gagasan dadakan. Jauh-jauh hari, Gubernur DIY telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Perhubungan. Surat tersebut bahkan sudah dilengkapi dengan studi awal yang komprehensif terkait kemungkinan perpanjangan jalur kereta bandara ke arah timur. “Kami sudah desain sejak 2023. Surat dari Pak Gubernur ke Menhub sudah ada, termasuk studi awal kemungkinan perpanjangan kereta bandara ditarik ke timur,” jelasnya.
Stasiun Maguwoharjo Disulap Jadi Kawasan Kekinian
Tak hanya sekadar perpanjangan rute, Made menambahkan bahwa pihaknya juga sudah bertemu langsung dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian untuk membahas rencana strategis ini. Rencananya, setelah Idul Fitri, mereka akan menggelar forum group discussion (FGD) lanjutan untuk mematangkan konsep. Yang lebih menarik, Stasiun Maguwoharjo yang terletak di kawasan timur DIY tidak hanya akan menjadi stasiun biasa. Pemerintah berencana mengembangkannya menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) modern. “Di tata ruang secara eksplisit tertulis parkir bandara, ada Stasiun Maguwoharjo yang akan jadi TOD,” kata dia.
Baca Juga: BGN Terapkan Transparansi Total: Harga Bahan Baku MBG Wajib Diunggah ke Medsos
Dengan pengembangan kawasan ini, Made berharap dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di wilayah timur DIY. Kawasan ini akan didesain menjadi pusat aktivitas baru yang terintegrasi, mengurangi beban pusat kota, dan tentunya memudahkan mobilitas warga.
Harus Sabar, Masih Butuh Waktu dan Restu Pusat
Namun, warga DIY harus bersabar karena rencana ini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Made mengingatkan, masih diperlukan studi lebih lanjut yang sangat detail serta tentunya persetujuan dari pemerintah pusat. Proyek sebesar ini memang tidak bisa serta-merta langsung dieksekusi. “Studi dulu sekitar 2027, bicara studi komprehensif. Kereta bandara tidak bisa digabung dengan kereta,” ujarnya. Jadi, meskipun usulan sudah mengerucut dan kajian awal sudah ada, perjalanan masih panjang. Yang pasti, suara warga sudah didengar dan pemerintah bergerak.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com













