Berita  

Banjir Lumpuhkan Distribusi BBM Sumut, Warga Berjuang Antre di SPBU

MEDAN, Exposenews.id – Bayangkan, kamu sedang buru-buru butuh bensin, tetapi harus menghadapi antrean yang panjangnya mencapai ratusan meter! Inilah situasi memilukan yang sedang melanda Kota Medan, Sumatera Utara. Akibatnya, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) benar-benar mengalami gangguan parah karena banjir. Sebagai dampaknya, banyak SPBU yang akhirnya terpaksa menutup operasinya. Sementara itu, SPBU yang masih memiliki stok BBM langsung diserbu oleh pengendara, sehingga menciptakan antrean kendaraan yang sangat panjang dan tidak biasa.

Antrean Panjang dan Pengalaman Warga yang Berjuang Mendapatkan BBM

Banjir Lumpuhkan Distribusi BBM Sumut, Warga Berjuang Antre di SPBU

Berdasarkan pantauan langsung pada Jumat malam (28/11/2025) sekitar pukul 22.00, suasana mencekam terlihat di beberapa titik. Misalnya, beberapa SPBU yang sudah kehabisan stok BBM terletak di sepanjang Jalan Karya Wisata, Setia Budi, hingga kawasan Jamin Ginting. Di sisi lain, kamu bisa melihat SPBU yang masih memiliki pasokan justru dipadati oleh lautan kendaraan. Sebagai ilustrasi, di SPBU Jalan AH Nasution, antrean mobil membludak mencapai lebih dari 300 meter! Bahkan, untuk antrean sepeda motor, pengendara terpaksa mengantre hingga tiga lapis, menciptakan pemandangan yang luar biasa ramai.

Kemudian, salah seorang pengendara mobil, Ade Ardianta, yang merupakan warga Karya Wisata, dengan sabar bercerita bahwa dia telah mengantre lebih dari 30 menit hanya untuk mengisi BBM. Alasannya, dia memilih untuk menuju SPBU AH Nasution ini karena stok di SPBU langganannya di Karya Wisata sudah habis total. “Tapi ya, kita harus bersabarlah, namanya juga musibah,” ujarnya sambil menghela napas. Selain itu, situasi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Mustang. Di lokasi ini, antrean panjang mobil terlihat mengular dari arah Jalan Adi Sucipto dan Mustang, yang akhirnya menyebabkan kemacetan parah dan penumpukan kendaraan di Simpang Polonia.

Tidak kalah menarik, seorang pengendara motor bernama Tohi, warga Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, juga mengungkapkan kerepotannya. Dia mengaku terpaksa membeli BBM di SPBU itu karena persediaan BBM di motornya sudah hampir habis. “Awalnya saya mau cari pertalite ketengan biar cepat dan praktis, tetapi karena situasi banjir ini, saya jadi sangat sulit menemukannya. Akhirnya, ya sudah, terpaksa saya harus ikut mengantre yang panjang di sini,” ungkapnya dengan nada pasrah. Dengan demikian, kamu bisa membayangkan betapa banyak waktu dan tenaga masyarakat yang terkuras hanya untuk mendapatkan sedikit bahan bakar.

Akar Masalah: Longsor, Banjir, dan Kapal yang Tertahan

Lalu, Bagaimana Penjelasan dari Pertamina?

Sementara itu, dari pihak Pertamina, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga, Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani, secara resmi membenarkan adanya gangguan penyaluran BBM ini ke puluhan SPBU di Sumatera Utara. Menurut penjelasannya, gangguan utama tersebut disebabkan oleh bencana tanah longsor dan banjir yang akhirnya memutuskan akses jalur transportasi distribusi. “Oleh karena itu, beberapa SPBU dan SPPBE pun mengalami keterbatasan operasional yang signifikan,” ujar Fahrougi dalam keterangan resmi yang diterima media pada Jumat (28/11/2025).

Selanjutnya, Fahrougi juga memberikan penjelasan mendetail mengenai ketersediaan stok. Dia menyebutkan bahwa stok BBM di lembaga penyalur sebenarnya masih tercatat sebanyak 4.489 KL untuk Gasoline dan 1.910 KL untuk Gasoil. Namun, masalahnya, dua kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di Pelabuhan Belawan sejak tanggal 23 November lalu akibat cuaca buruk. Beruntung sekali, cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda membaik pada hari ini, sehingga gelombang laut yang sebelumnya sangat tinggi telah mereda. Alhasil, kapal-kapal tersebut kini akhirnya dapat bersandar dengan aman di Fuel Terminal Medan Group.

Harapan Mulai Tampak: Proses Pemulihan Dimulai Secara Bertahap

“Oleh karena itu, sejak hari ini, proses recovery dan normalisasi penyaluran BBM kembali kami lakukan secara bertahap ke SPBU-SPBU yang terdampak,” jelas Fahrougi dengan penuh keyakinan. Sebagai penutup, Pertamina Patra Niaga Sumbagut memastikan bahwa suplai BBM akan terus bergerak dan mengalir. Mereka juga mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta membeli BBM sesuai dengan kebutuhan yang mendesak saja, tidak perlu melakukan penimbunan yang justru dapat memperparah situasi.

Jadi, intinya, meskipun antrean masih mengular, harapan sudah mulai terlihat dengan proses normalisasi yang dilakukan Pertamina. Bagaimanapun juga, kesabaran dan kedisiplinan kita semua sangat dibutuhkan untuk melewati masa-masa sulit ini bersama-sama!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com