Berita  

Viral Aksi “Rayap Besi” di Kemayoran, Ratusan Besi Pagar Taman Hilang Dicuri

Exposenews.id – Sebuah video viral di media sosial berhasil menyita perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan kondisi memilukan dari Pagar Taman Hutan Kota Kemayoran, Pademangan, Jakarta Utara.

Warganet pun dengan sinisnya menjuluki pelakunya sebagai “rayap besi”. Istilah ini secara tepat menggambarkan para pencuri yang menggerogoti besi-besi fasilitas umum.

Ratusan Besi Pagar Taman Hilang Dicuri

Berbekal informasi viral ini, tim media Exposenews.id langsung menuju lokasi pada Kamis (13/11/2025) sore. Kami ingin menyaksikan sendiri keadaan yang sebenarnya.

Pagar Bolong di Mana-Mana, Pemandangan yang Memprihatinkan

Dari Jalan Benyamin Suaeb, pemandangan yang tersaji benar-benar di luar dugaan. Besi-besi di bagian tengah pagar sisi utara taman ternyata sudah hampir seluruhnya raib. Hanya bagian atas pagar yang masih tersisa.

Akibatnya, pagar itu pun tampak bolong-bolong di bagian tengah. Kondisi ini secara tidak resmi justru memudahkan siapa saja untuk masuk ke area taman hutan kota.

Kemudian, tanpa kesulitan berarti, kami pun mencoba memasuki area taman melalui salah satu celah pagar yang bolong itu.

Suasana Taman yang Kontras dengan Kerusakan Pagar

Begitu masuk ke dalam, suasana yang kami temui justru sangat kontras dengan kerusakan di perbatasannya. Ternyata, banyak warga yang asyik beraktivitas di tengah suasana sejuk karena rimbunnya pepohonan.

Beberapa warga duduk santai sambil menikmati makanan. Ada yang sedang serius berolahraga jalan kaki atau lari sore. Sekelompok anak muda asyik bermain badminton, sementara beberapa keluarga tampak sedang asyik berpiknik.

Tidak ketinggalan, anak-anak kecil pun dengan cerianya bermain bersama kucing-kucing liar yang berkeliaran di dalam taman.

Puluhan Bingkai Pagar Raib, Hanya Tersisa Rangka Kosong

Ketika kami mulai menyusuri jalan setapak dari arah utara menuju selatan, kerusakan parah semakin terlihat jelas. Kami menemukan puluhan bingkai pagar yang bolong total karena seluruh jeruji besinya sudah raib tak bersisa!

Jika kami hitung dengan cermat, ada lebih dari 20 pagar dalam kondisi yang benar-benar bolong. Beberapa lainnya hanya menyisakan sedikit jeruji di bagian atas atau tengahnya.

Di sekitar pagar yang rusak parah ini, terlihat sejumlah driver ojek online sedang duduk-duduk di atas motornya. Mereka memarkir kendaraan di tepi Jalan Benyamin Suaeb meskipun lalu lintas terbilang cukup ramai.

Untungnya, semakin kami bergerak ke selatan, kondisi pagar justru terlihat semakin utuh. Terutama di ujung paling selatan, jeruji besinya masih menempel dengan rapi dan kuat.

Kisah Warga: Hilangnya Besi Berawal dari Akhir Tahun Lalu

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di balik hilangnya ratusan jeruji besi ini? Seorang warga Pademangan Barat, Muchsin (56), dengan tegas menyatakan bahwa besi-besi pagar itu mulai hilang secara misterius sejak akhir 2024.

“Awalnya ada dulu sedikit yang hilang. Makin lama kok makin banyak. Tiba-tiba ada yang sudah bolong besar sekali,” tutur Muchsin dengan nada prihatin.

Ia pun dengan yakin menduga bahwa aksi pencurian ini terjadi pada malam hari. Pasalnya, pada siang hari biasanya banyak petugas yang berjaga di sekitar taman.

Ironi Pagar Bolong: Warga Malah Mudah Akses

Meski begitu, Muchsin mengakui sebuah ironi: pagar yang bolong itu justru membuat warga sekitar menjadi lebih mudah untuk masuk ke dalam taman. Bahkan, para pengendara yang ingin beristirahat pun bisa dengan leluasa masuk ke taman.

“Kalau buat kami warga sekitar ya jadi lebih gampang masuknya. Tidak perlu ke sisi selatan paling ujung yang tidak dipagar. Dari utara pun langsung bisa,” kata Muchsin dengan jujur.

“Lumayan kalau sore bisa duduk-duduk santai di bawah pohon. Adem,” tambahnya sambil menikmati bayangan.

Warga Manfaatkan untuk Kesehatan dan Rekreasi

Warga lainnya, Hasan (50), juga merasakan hal serupa. Ia mengaku kini menjadi lebih sering berkunjung ke Hutan Kota Kemayoran justru karena akses masuknya yang jadi lebih mudah.

Bersama sang istri, ia sering memanfaatkan waktu sore untuk berjalan kaki di taman. Mereka memanfaatkan jalan setapak berkerikil sebagai terapi kesehatan alami.

“Kami sering manfaatkan buat jalan tanpa alas kaki,” tutur Hasan dengan antusias.

Kabar Burung tentang Pelaku Pencurian

Namun, ketika ditanya tentang misteri hilangnya jeruji besi, Hasan mengaku pernah mendengar kabar burung. Konon, ada pelajar yang mengambilnya di malam hari untuk keperluan tawuran.

“Tapi tidak tahu ya kabarnya benar atau tidak. Saya kan cuma dengar-dengar,” katanya dengan ragu.

Kemudahan Berbelanja bagi Pengunjung

Kemudahan akses ini ternyata juga dirasakan oleh Sukoco (53). Ia tampak baru saja membeli segelas kopi dari pedagang keliling yang melintas di Jalan Benyamin Suaeb.

Setelah mendapatkan kopinya, dengan mudahnya Sukoco langsung masuk ke area taman melalui pagar yang bolong. Ia pun bercerita tentang kemudahan yang didapatkan warga.

“Ya begitu enaknya, bisa duduk-duduk di sini. Setelah pulang kerja, sama anak-anak. Kalau ada pedagang lewat, kita beli,” tutur Sukoco dengan puas.

Tempat Nongkrong yang Tidak Terduga

Cerita serupa juga datang dari Rosadi (20). Ia terlihat membawa segelas es teh setelah membelinya dari warung dekat ujung utara taman.

Dengan langkah santai, Rosadi pun masuk dari bagian pagar yang bolong. Ia langsung menghampiri kawannya yang sudah lebih dulu datang.

“Karena teman saya ke sini duluan bawa makanan. Saya gabung tapi beli minum dulu,” tutur warga Pademangan Barat itu dengan santai.

Tidak Ada Keterangan Resmi dari Petugas

Sayangnya, ketika kami mencoba menggali informasi lebih lanjut dari petugas yang berjaga di lokasi, mereka justru tidak bisa memberikan keterangan apa pun.

Mereka hanya menyarankan kami untuk bertanya langsung kepada Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran. Saran ini diberikan terkait kasus hilangnya besi-besi pagar ini.

Kepolisian Juga Belum Terima Laporan

Yang lebih mengejutkan lagi, Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali belum menerima laporan resmi.

“Sejauh ini belum ada laporan atau pun permintaan bantuan untuk pengamanan dari pihak Hutan Kota,” katanya dengan tegas saat dikonfirmasi.

Jadi, misteri pencurian oleh “rayap besi” ini masih terus menggantung. Sementara itu, warga tetap menikmati kemudahan akses yang tercipta dari kerusakan tersebut.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com