Berita  

Kronologi Pilu Balita Bilqis: Diculik di Makassar, Berakhir di Jambi

Exposenews.id – Kasus penculikan balita Bilqis Ramdhani yang baru berusia 4 tahun benar-benar menggemparkan publik! Bayangkan, bocah asal Makassar ini hilang selama sepekan penuh sebelum akhirnya tim gabungan berhasil menemukannya di Jambi, pulau yang berbeda! Yang lebih mengejutkan, Bilqis diduga kuat menjadi korban penculikan lintas pulau yang melibatkan jaringan perdagangan anak yang kejam. Kronologi kasis ini bermula dari hilangnya Bilqis di Taman Pakui Sayang, Makassar, dan berakhir dengan penyelamatan dramatis di Merangin, Jambi. Tak tanggung-tanggung, polisi kini telah meringkus tiga terduga pelaku yang dengan tega menjual Bilqis hanya seharga Rp 3 juta!

Hilang dalam Sekejap di Taman

Lalu, bagaimana awal mula peristiwa pilu ini terjadi? Kronologi lengkapnya bermula pada Minggu pagi (2/11/2025) ketika Bilqis dengan riang menemani ayahnya, Dwi Nurmas (34), berlatih tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar. Sebagai informasi, taman ini dikenal sangat ramai dikunjungi warga untuk berolahraga dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pada pukul 08.05 WITA, Dwi Nurmas tiba di lokasi bersama Bilqis yang kemudian langsung ia biarkan bermain di playground dekat lapangan tenis. Kemudian, sekitar pukul 09.00 WITA, Dwi masih sempat memanggil anaknya beberapa kali dari lapangan. “Dua kali saya panggil, dia jawab ‘iya, Pak.’ Namun, saat panggilan ketiga, suaranya sudah tidak ada yang menjawab,” ujar Dwi dengan suara lirih.

Mendapati anaknya tidak lagi merespons, Dwi pun langsung panik dan segera menghentikan permainannya. Spontan, ia berkeliling taman untuk mencari Bilqis. Dengan dibantu oleh pengunjung taman lainnya, pencarian mereka lakukan hingga sore hari, sayangnya hasilnya tetap nihil.

“Saya keliling dari ujung ke ujung taman, nihil. Bahkan, istri saya juga datang dan ikut mencari sampai ke Jalan Pettarani dan sekitar Jalan Pelita,” tuturnya mengenang kepanikan saat itu.

Beruntung, rekaman CCTV di sekitar taman berhasil mengabadikan seorang perempuan misterius yang membawa tiga anak, dimana salah satunya dikenali sebagai Bilqis dari kaus pink yang dikenakannya. Dua anak lain terlihat mengikuti di belakang, namun sayangnya identitas mereka masih menjadi misteri.

Desakan dan Dugaan Jaringan Perdagangan Anak

Karena merasa khawatir, keesokan harinya pada Senin (3/11/2025), Dwi pun segera melaporkan hilangnya Bilqis ke Polsek Panakkukang.

Menanggapi laporan ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar pun turun tangan dan mendesak polisi untuk segera bergerak cepat membongkar jaringan pelaku penculikan ini.

Koordinator Bidang Hak Perempuan, Anak, dan Penyandang Disabilitas LBH Makassar, Ambara DeWITA Purnama, secara khusus meminta agar kepolisian memaksimalkan seluruh jaringannya untuk menelusuri kasus ini. “Kepolisian bisa menggunakan jaringan yang dimiliki, baik di tingkat lokal maupun nasional. Bahkan, mereka bisa melibatkan UPTD PPA Sulsel dan UPTD PPA Makassar agar penanganannya lebih cepat dan terpadu,” tegas Ambara.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika benar Bilqis dijual, maka kasus ini sudah masuk kategori tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang serius. “Kalau korban sampai dijual, ini sudah masuk ranah TPPO. Pasti ada unsur eksploitasi anak di dalamnya,” tutur Ambara dengan tegas.

Penyelamatan Dramatis dan Pengakuan Pelaku yang Mengejutkan

Setelah sepekan penuh menghilang dan membuat banyak pihak cemas, akhirnya kabar baik datang! Tim gabungan berhasil menemukan Bilqis di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi, pada Minggu (9/11/2025).

Bocah malang ini ditemukan di lokasi yang sepi dan gelap dalam kondisi ketakutan dan trauma. Dalam video penyelamatan yang viral, kita bisa melihat Bilqis tampak menolak digendong petugas sambil berucap lirih, “Tidak mau, tidak mau.”

Melihat kondisi tersebut, polisi kemudian dengan sigap menelpon orang tua Bilqis agar suara mereka bisa menenangkan sang anak. Tindakan persuasif yang brilian ini akhirnya berhasil membuat Bilqis bersedia dibawa keluar dari lokasi penyekapan yang mengerikan.

Saat ini, ia telah berada di bawah perlindungan dan sedang menjalani perawatan medis pasca-trauma di Jambi. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana membenarkan penemuan Bilqis dan berjanji akan merilis keterangan resmi. “Hari Senin saya rilis, termasuk detail pengungkapannya,” janji Arya.

Tak lama setelah penemuan Bilqis, sebuah video interogasi pun ramai menyebar di media sosial melalui akun @jambisharing. Dalam rekaman yang membuat geram itu, seorang perempuan yang diduga pelaku dengan entengnya mengaku telah menjual Bilqis seharga Rp3 juta kepada seseorang yang belum diketahui identitasnya.

“Saya nggak tahu namanya pak, (dijual) Rp 3 juta pak, tapi dia yang minta sendiri Rp 3 juta,” ucap pelaku dalam video tersebut.

Pengakuan mengejutkan ini pun diperkuat dengan bukti dua kali transfer, yaitu Rp 500.000 dan Rp 2.500.000. Alhasil, total uang hasil penjualan Bilqis benar-benar mencapai Rp 3 juta!

Kini, polisi tengah menyelidiki lebih jauh dugaan keterlibatan sindikat perdagangan anak yang diduga kuat berada di balik kasus yang memilukan ini.

Akhir Bahagia: Bilqis Kembali dalam Dekapan Keluarga

Akhirnya, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis, Bilqis pun berhasil dipulangkan ke Makassar dan bertemu kembali dengan orang tuanya pada Minggu (9/11/2025).

Suasana haru dan bahagia langsung menyelimuti halaman Polrestabes Makassar ketika bocah kecil itu turun dari mobil dan langsung dipeluk erat oleh ayahnya. “Alhamdulillah… anakku kembali. Terima kasih, Pak Polisi,” ujar Dwi Nurmas dengan suara bergetar penuh syukur.

Kepulangan Bilqis juga disambut meriah oleh warga di lorong rumahnya di Jalan Pelita 2, Makassar. Banyak warga yang sengaja datang membawa bunga dan boneka kecil sebagai ungkapan syukur mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Ita Isdiana Anwar, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendampingi Bilqis. “Ini bukan hanya sekadar kasus penculikan. Ini adalah alarm bagi kita semua agar lebih waspada dalam menjaga anak-anak kita,” pesannya dengan serius.

Di sisi lain, Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menyatakan bahwa penyelidikan terhadap para pelaku dan jaringan yang terlibat masih terus berlangsung intensif. “Walaupun anaknya sudah ditemukan, kami tetap akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap anak, orang tuanya, dan tentunya para pelaku,” tegasnya.

Setelah pemeriksaan selesai, pihaknya memastikan bahwa Bilqis kini berada dalam kondisi yang baik dan ceria. “Alhamdulillah, kondisi anak baik, ceria, dan sehat. Kami semua berharap tidak ada trauma mendalam yang tersisa,” tutup Arya penuh harap.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com