Berita  

Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Pemerintah Ghana: “Kami Keberatan dengan Keputusan Ini”

Exposenews.id – Nah, bayangkan saja, gelandang andalan Timnas Ghana sekaligus bintang lapangan tengah Villarreal, Thomas Partey, kini harus merelakan mimpi besarnya tampil di laga perdana Piala Dunia 2026 sirna sudah. Akibat masalah administrasi yang sangat mendasar, Partey pun terpaksa mengubur dalam-dalam hasratnya untuk membela negaranya di turnamen paling prestisius sejagat raya itu.

Permasalahan rumit ini berawal ketika otoritas imigrasi Kanada dengan tegas menolak permohonan visa milik Partey. Mengapa tega? Ternyata, proses hukum serius terkait tuduhan pemerkosaan yang masih berjalan terhadap sang pemain menjadi biang kerok utamanya. Akibat penolakan mengejutkan ini, Partey secara otomatis dilarang terbang dari lokasi pemusatan latihan tim di Smithfield, Amerika Serikat, menuju Toronto untuk menghadapi laga krusial melawan Panama.

Resmi! FIFA Angkat Tangan, Ranah Hukum Kanada Beda Sendiri

Bukan tanpa alasan, FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia pun akhirnya buka suara terkait nasib nahas mantan gelandang Arsenal tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, FIFA mengakui bahwa mereka tidak bisa berbuat banyak karena permasalahan ini sudah masuk ke ranah hukum domestik sebuah negara berdaulat.

“Permohonan visanya memang telah resmi ditolak oleh pemerintah Kanada,” ujar FIFA dalam rilis yang dikutip langsung dari The Independent pada Sabtu (13/6/2026). Lebih lanjut, FIFA menjelaskan posisi netralnya, “Kami tidak terlibat sama sekali dalam proses imigrasi negara tuan rumah mana pun, termasuk di dalamnya penentuan visa untuk para pemain.”

Tegas! Pemerintah Kanada Beri Pandangan Hukum yang Tak Terbantahkan

Sementara itu, juru bicara Departemen Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada akhirnya angkat bicara memberikan pandangan resmi yang sangat tegas. Pemerintah Kanada menegaskan bahwa dalam urusan undang-undang imigrasi, mereka tidak akan main-main dan akan menegakkan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

“Kanada tentu bangga menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026,” tegas sang juru bicara. “Kami terus berupaya memfasilitasi kesuksesan acara besar ini, namun tanpa mengesampingkan keselamatan dan keamanan utama warga Kanada.”

Dia menambahkan dengan nada diplomatis namun keras, “Kanada secara konsisten menyatakan bahwa penyelenggaraan acara-acara besar sekelas Piala Dunia tidak akan pernah mengubah undang-undang imigrasi kami.” Proses evaluasi dilakukan secara individual untuk setiap orang yang ingin memasuki Kanada, berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku saat itu.

Yang paling menarik, berdasarkan hukum Kanada yang berlaku, seorang warga negara asing bisa dinyatakan tidak layak masuk meskipun belum pernah dijatuhi hukuman pidana di luar negeri. “Apabila terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa seorang pemohon telah melakukan suatu tindakan yang dapat menyebabkan ketidaklayakan, maka pemohon tersebut sudah dapat dianggap tidak layak masuk ke Kanada,” pungkas pernyataan resmi tersebut.

Protes Keras Dilayangkan! Pemerintah Ghana Naik Pitam

Tak mau diam saja, Thomas Partey sendiri sebelumnya sudah memberikan bantahan telak bahwa dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurut keyakinan Partey, karena dirinya masih belum mendapatkan vonis bersalah dari pengadilan manapun, maka secara hukum dia tidak bisa dianggap terlibat dalam kejahatan apapun.

Sementara itu, gelombang kemarahan justru datang lebih keras dari pemerintah Ghana. Melalui nota protes resmi yang dikirimkan ke otoritas Kanada, mereka dengan tegas meminta peninjauan ulang atas keputusan sepihak yang dinilai sangat merugikan.

“Pemerintah Republik Ghana menyampaikan keberatan yang sangat kuat menyusul keputusan sewenang-wenang dan sangat tidak adil yang diambil oleh Kanada,” demikian bunyi pernyataan keras yang dirilis melalui akun X resmi Ghana MFA.

Meskipun pemerintah Ghana mengaku menghormati hak kedaulatan Kanada untuk menegakkan hukum imigasinya, mereka tetap berargumen bahwa tindakan mengandalkan tuduhan yang belum terbukti kebenarannya tanpa adanya putusan pengadilan yang inkrah telah menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keadilan dan proporsionalitas.

Ironis! Masih Bebas Masuk AS, Partey Justru Ditahan di Kanada

Yang membuat situasi semakin aneh, meskipun Partey dilarang keras masuk ke wilayah Kanada, nasib berbeda justru dialaminya ketika mencoba memasuki Amerika Serikat. Pemerintah AS dengan tegas masih memberikan izin masuk kepada Partey karena hingga kini belum ada satu pun keputusan hukum bersifat final dari pengadilan.

Sebuah penjelasan resmi dari CBP (Customs and Border Protection) Amerika Serikat pun dirilis untuk menjernihkan kebingungan publik. “Pada tanggal 3 Juni 2026, petugas CBP kami telah memeriksa dan mengizinkan warga negara Ghana bernama Thomas Partey untuk masuk ke Amerika Serikat,” jelas pernyataan CBP yang dikutip dari Sky Sports.

“Pihak AS sejatinya mengetahui adanya kasus pengadilan yang masih berlangsung terhadap Tuan Partey, namun hingga saat ini, beliau belum dinyatakan bersalah atas suatu kejahatan dan oleh karenanya telah diterima masuk ke Amerika Serikat setelah melalui proses visa yang berlaku,” tutup pernyataan tersebut.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com