Exposenews.id, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat nilai neraca perdagangan Sulut mengalami surplus senilai US$ 66,04 juta pada Juli 2021. Tapi sayangnya pencapaian ini malah menurun bila dibanding kondisi bulan sebelumnya yang tercatat senilai US$ 87,83 juta.
Kepala BPS Sulut, Asim Saputra menuturkan surplus Juli 2021 didapatkan dari pencapaian nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara sebesar US$ 73,32 juta sementara impornya senilai US$ 7,28 juta.
“Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2021 masih didominasi Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS 15), senilai US$ 45,36 juta (61,88% dari total ekspor),sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah Bahan Bakar Mineral (27), senilai US$ 3,78 juta (51,87% dari total impor),” jelas Asim.
Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulawesi Utara pada Juli 2021 adalah Belanda sebesar US$ 21,11 juta (28,79% dari total ekspor). Sedangkan Australia menjadi negara pemasok terbesar pada bulan Juli 2021 sebesar US$ 3,78 juta (51,87% dari total impor).
(RTG)
