Exposenews.id – Skandal panas langsung meletus pada laga pembuka ASEAN Club Championship 2026 saat Persib hantam Port FC 3-1, tetapi atmosfer pertandingan yang sengit tersebut justru sempat rusuh akibat dugaan ujaran rasis kejam yang mengincar bek Persib, Gabriel Mutombo. Melihat rekannya diperlakukan tidak adil di atas lapangan, penyerang sayap Persib Luka Menalo ngamuk desak hukuman berat serta investigasi tuntas kepada pihak penyelenggara. Alhasil, euforia kegembiraan tim berjuluk Pangeran Biru ini seketika berubah menjadi drama panas yang menghebohkan publik sepak bola Asia Tenggara. Sebab, insiden memalukan yang mencoreng nilai-nilai sportivitas tersebut justru mencuri seluruh perhatian penonton di tengah sengitnya persaingan antar-klub papan atas tersebut.

Padahal, pertandingan antara Port FC menjamu Persib Bandung pada Kamis (8/10/2026) di Stadion Thammasat tersebut menyajikan duel luar biasa sengit yang berakhir dengan kemenangan telak 3-1 untuk tim tamu. Namun, di tengah bentrokan bertensi sangat tinggi itu, sang pengadil lapangan terpaksa menghentikan laga untuk sementara waktu. Hal ini terjadi lantaran adanya dugaan aksi pelecehan rasial keji yang menyasar tembok pertahanan kokoh Persib Bandung, yakni sang bek tengah Gabriel Mutombo.
Seketika suasana hangat pertandingan berubah menjadi sangat tegang ketika laga memasuki pertengahan babak kedua, tepatnya pada menit ke-58. Pasalnya, insiden yang mengejutkan seluruh isi stadion ini meletus secara tiba-tiba di saat kedua tim sedang gencar-gencarnya melancarkan serangan balasan demi meraih poin penuh.
Melihat situasi yang mulai tidak terkendali, wasit utama asal Malaysia, Muhammad Nazmi bin Nasaruddin, langsung meniup peluit panjang untuk menghentikan aliran bola. Langkah tegas ini diambil sang wasit setelah Gabriel Mutombo melakukan protes keras atas kata-kata kotor dan bernada diskriminatif yang mendadak terlontar langsung ke arah dirinya dari pihak lawan.
Lantas, para perangkat pertandingan segera menggelar diskusi kilat di pinggir lapangan guna meredakan tensi emosi pemain yang mulai memuncak. Setelah atmosfer pertandingan perlahan-lahan kembali kondusif, sang wasit akhirnya melanjutkan kembali bentrokan sengit tersebut hingga Persib sukses mengunci kemenangan meyakinkan 3-1 atas tim tuan rumah Port FC.
Reaksi Membara Luka Menalo dalam Pasang Badan Membela Sahabat Seperjuangan
Kendati demikian, hasil positif di papan skor ternyata tidak mampu meredam kekecewaan mendalam yang merebak di ruang ganti Pangeran Biru. Bahkan, dugaan perlakuan rasialis yang menimpa rekan mereka langsung memicu gelombang amarah serta kecaman bertubi-tubi dari seluruh penggawa tim Persib Bandung.
Oleh karena itu, penyerang sayap andalan Persib, Luka Menalo, langsung tampil ke depan untuk memberikan pasang badan serta dukungan moral tak terbatas bagi Gabriel Mutombo. Tak hanya itu, pemain asal Bosnia ini juga mengutuk keras keberadaan aksi diskriminatif yang sangat tidak bermoral di tengah lapangan sepak bola profesional modern saat ini.
Lalu, Menalo membocorkan pengakuan memilukan yang disampaikan oleh sang rekan di tengah ruang ganti. “Gabi menyampaikan keluhan jujur bahwa salah seorang pemain lawan dari Port FC telah melontarkan frasa serta kalimat bernada pelecehan rasial saat laga sedang berlangsung,” beber Menalo saat menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Selain itu, sang winger juga secara terbuka mengakui posisinya di lapangan saat insiden panas itu meletus. “Meskipun aku sendiri tidak berdiri cukup dekat untuk mendengarkan langsung ucapan tersebut, Gabi tetaplah kawan karib sekaligus rekan setimku. Oleh sebab itu, aku bakal berdiri paling depan untuk mendukung dirinya secara penuh,” tegas Menalo dengan penuh solidaritas.
Lagipula, Menalo merasa amat prihatin serta miris melihat kenyataan pahit bahwa wabah rasisme masih saja meracuni panggung olahraga internasional. Padahal, dunia sepak bola saat ini sudah melangkah jauh menuju era yang serba modern dan beradab.
Maka dari itu, sang pemain menegaskan bahwa aksi penghinaan fisik maupun warna kulit seperti ini merupakan bentuk kejahatan moral yang melukai nilai fair play. Menurut pandangannya, perilaku semacam itu telah merusak serta mencederai pilar sportivitas yang dijunjung tinggi dalam ajang sepak bola profesional.
Selanjutnya, Menalo meluapkan keheranannya atas aksi nir-empati yang dilakukan oleh sesama atlet profesional. “Sebab, menurut pandanganku pribadi, sama sekali tidak ada ruang sedikit pun bagi tindakan rasisme di dalam cabang olahraga ini. Apalagi jika seorang pemain tega melontarkan kata-kata merendahkan seperti itu kepada sesama rekan profesi di atas lapangan hijau,” tutur Menalo penuh kekecewaan.
Tidak berhenti di situ, Menalo menyuarakan keheranannya mengapa kasus seperti ini masih harus terjadi di tahun 2026. “Sungguh aku hampir tidak bisa percaya kalau pada tahun 2026 ini kita semua masih harus meributkan masalah keji seperti ini. Hal tersebut merupakan kesalahan besar yang tak termaafkan. Alhasil, aku menaruh kepercayaan seratus persen pada perkataan Gabi. Dia merupakan anggota keluarga besar kami, sehingga kami semua siap berada di belakangnya untuk memberikan perlindungan dan bantuan total,” lanjutnya penuh emosi.
Otoritas AFF Harus Bertindak Tegas dan Dilarang Tutup Mata!
Oleh karena itu, Menalo mendesak seluruh jajaran pengurus otoritas sepak bola serta pihak penyelenggara turnamen agar tidak bersikap acuh tak acuh. Ia menekankan agar insiden pelecehan ini tidak dibiarkan menguap begitu saja tanpa ada kejelasan hukum dan investigasi yang transparan.
Bahkan, pemain asal Eropa ini menuntut dilakukannya penyelidikan menyeluruh dan mendalam terhadap oknum pemain Port FC yang diduga kuat melontarkan aksi diskriminasi tersebut. Langkah ketat ini perlu diambil agar pihak komite disiplin mampu menjatuhkan sanksi paling berat demi memberikan efek jera yang nyata.
Di samping itu, Menalo menegaskan kembali bahwa perjuangan melawan diskriminasi ini melampaui batas kepentingan personal rekannya semata. “Namun, aku di sini tidak cuma bersuara untuk membela Gabi seorang, melainkan demi menegakkan prinsip dasar bahwa kejahatan rasisme memang wajib dimusnahkan total dari panggung sepak bola dunia,” ungkapnya dengan nada mantap.
Akhirnya, Menalo menutup pernyataannya dengan dorongan kuat kepada federasi guna menuntaskan kasus ini hingga tuntas. “Sebab itu, seluruh pihak yang berwenang wajib mengusut tuntas insiden memalukan ini sampai ke akar-akarnya. Apalagi aku sangat meyakini bahwa Gabi sama sekali tidak punya alasan apa pun untuk berbohong. Alhasil, jika dugaan ini terbukti nyata, maka pelaku yang bersalah harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya tanpa ampun,” pungkas Menalo mengakhiri perbincangan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




