Exposenews.id – Siapa sangka? Como 1907 baru saja mencatatkan sejarah luar biasa dengan menembus pentas Liga Champions musim depan. Keberhasilan ini benar-benar mengguncang dunia sepak bola Italia!
Presiden klub, Mirwan Suwarso, dengan jujur mengakui bahwa pencapaian timnya lolos ke kompetisi bergengsi tersebut merupakan sebuah kejutan besar yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dirinya sampai terperangah!
Di tengah gemerlap euforia kesuksesan ini, Mirwan pun memberikan tanggapan filosofis yang menarik perhatian banyak pihak. Ia membahas masa depan dua sosok krusial di tim: pelatih jenius Cesc Fabregas dan pemain muda berbakat Nico Paz. Kira-kira akan ke mana mereka?
Perjalanan Ajaib: Dari Serie D Hingga Menuju Langit Eropa
Coba bayangkan, perjalanan skuad berjuluk I Lariani ini benar-benar sensasional dan penuh perjuangan yang menguras emosi. Mereka seperti menjalani dongeng di dunia nyata!
Ketika pengusaha asal Indonesia beserta keluarganya pertama kali mengambil alih kepemilikan klub dan memulai proses pembangunan ulang, Como 1907 masih terperosok di Serie D. Kondisinya sangat memprihatinkan saat itu.
Namun, keajaiban nyata pun terjadi di depan mata seluruh penggemar sepak bola. Hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah promosi dari Serie B, mereka sukses finis di peringkat keempat klasemen akhir Serie A. Hasil ini sekaligus mengamankan tiket menuju kompetisi paling elite di Eropa. Luar biasa, bukan?
Target 10 Tahun Ternyata Keburu Kesampean dalam Dua Musim
Lompatan performa yang begitu fenomenal ini rupanya melampaui ekspektasi paling liar jajaran manajemen. Mereka sendiri masih belum percaya dengan apa yang telah diraih.
Bos klub tersebut dengan blak-blakan menceritakan bagaimana proses panjang yang mereka lalui tidak disangka akan berbuah semanis ini dalam waktu singkat. Rasanya seperti mimpi di siang bolong!
“Ini merupakan perjalanan yang sangat unik, karena kami datang dengan rencana mungkin 5-10 tahun, tujuan untuk berada di Eropa selalu menjadi tujuan jangka panjang, tetapi kami sendiri terkejut bahwa kami mencapainya lebih cepat dari yang dijadwalkan,” ujar Mirwan dengan nada penuh rasa syukur saat dikutip dari Football Italia.
“Jelas, itu karena begitu banyak orang yang bekerja sama dan mencapainya bersama-sama,” lanjutnya seraya tersenyum bangga.
Fabregas: Legenda yang Berubah Menjadi Arsitek Sukses Como
Di balik lonjakan prestasi yang menghentak ini, terdapat peran vital seorang legenda hidup sepak bola, yaitu Cesc Fabregas. Siapa sangka mantan bintang lapangan tengah Arsenal dan Barcelona ini begitu berpengaruh?
Fabregas awalnya didatangkan Como sebagai pemain biasa. Namun, takdir berkata lain. Ia pun langsung terjun ke dunia manajerial meskipun saat itu dirinya belum mengantongi lisensi kepelatihan resmi. Berani sekali!
Kontribusinya ternyata tidak hanya sebatas meracik taktik ciamik dari pinggir lapangan. Wah, masih banyak lagi yang ia lakukan!
Keterlibatannya sangat krusial hingga ia turut membantu merancang fasilitas tempat latihan bersama para arsitek. Ia seperti manajer serbabisa!
Tidak hanya berhenti di situ, Fabregas juga membawa suntikan investasi segar, baik dari kantong pribadinya maupun dari mantan rekan setimnya. Sungguh dedikasi yang luar biasa!
Ancaman Kepergian: Raksasa Eropa Sudah Mengintai Fabregas
Racikan gemilang Fabregas di Como tentu saja tidak luput dari perhatian. Alhasil, hal ini mengundang minat dan memicu desas-desus dari sejumlah klub raksasa Eropa yang ingin membajaknya. Mereka sudah siap mengantre!
Kendati demikian, pihak manajemen menyadari betul posisi mereka. Mereka pun bersikap dewasa dan tidak akan menahan sang pelatih jika hal tersebut bertentangan dengan keinginan pribadinya. Sikap yang sangat terpuji!
“Hanya dia yang mengendalikan masa depannya, tak seorang pun dari kita akan pernah tahu takdir kita sendiri, jadi terserah Cesc apa yang ingin dia lakukan,” tegas Mirwan dengan nada legowo.
Dilema Panas: Nico Paz Bisa Kembali ke Real Madrid Kapan Saja
Di sisi lain, manajemen juga dihadapkan pada situasi yang sedikit lebih rumit dan bikin pusing. Kontrak pemain muda berbakat asal Argentina, Nico Paz, menjadi topik panas yang hangat diperbincangkan.
Pemain ini diboyong Como dari Real Madrid dengan mahar 6 juta euro atau setara Rp 124,5 miliar. Nilai yang cukup fantastis untuk pemuda seusianya!
Namun, ada batu sandungan besar. Kesepakatan tersebut menyertakan opsi pembelian kembali (buy-back) bagi klub ibu kota Spanyol itu dengan nilai mencapai 11 juta euro. Madrid bisa mengambilnya kapan pun mereka mau!
Lantas, apakah sang pemain akan tetap bertahan di Italia pada musim panas ini atau kembali ke pelukan Madrid? Sang presiden memberikan jawaban yang diplomatis namun tetap menimbulkan tanda tanya besar.
“Hanya Real Madrid yang bisa menjawab itu, karena kami memiliki pemain tersebut, tetapi semua orang tahu Real Madrid memiliki klausul pembelian kembali atas dirinya,” jawab Mirwan Suwarso dengan penuh makna.
“Kami selalu berusaha memandang hidup dengan cara yang sangat positif, jadi mungkin dua tahun lalu kami tidak akan pernah bisa memiliki pemain seperti Nico bersama kami,” kenangnya.
“Berkat kemurahan hati Madrid, yang memberi kami pinjaman dan kemudian membayar kami, ini adalah kesepakatan yang bagus,” pungkasnya mengakhiri pernyataan yang melegakan sekaligus mencemaskan para fans Como.
Akankah Como mampu mempertahankan dua aset berharganya ini? Atau justru akan kehilangan mereka di musim panas nanti? Kita tunggu saja kelanjutan drama menarik ini!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
