MEKSIKO, Exposenews.id – Dunia pariwisata Meksiko mendadak diliputi duka mendalam. Seorang wanita Kanada berusia 32 tahun tewas, sementara 13 orang lainnya merangkak kesakitan setelah seorang pria dengan dinginnya melepaskan tembakan membabi buta di sebuah situs bersejarah paling ikonik di Meksiko, tepat pada Senin (20/4/2026) lalu.
Bayangkan suasana horor itu! Wisatawan yang tadinya asyik mengagumi kemegahan piramida kuno, tiba-tiba berhamburan bagaikan ayam ketakutan. Pelaku penembakan itu kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri usai beraksi.
Yang lebih mencekam, peristiwa berdarah ini meledak hanya tujuh minggu sebelum gelaran akbar Piala Dunia FIFA dimulai di Mexico City. Wah, tentu ini jadi tamparan keras bagi sektor keamanan Negeri Taco tersebut!
Kesaksian Mencekam Pasutri Inggris
“Aduh, benar-benar terjadi desak-desakan dan kepanikan luar biasa! Semua orang berlomba-lomba keluar bagaikan dikejar maut,” tutur sepasang suami istri asal Inggris yang sedang berlibur saat kejadian. Mereka berbagi kisahnya kepada BBC pada Selasa (21/4/2026).
Anda bisa membayangkan sendiri betapa kacau balaunya situasi di lokasi wisata yang seharusnya menjadi tempat refreshing itu.
Pelaku Ternyata Warga Meksiko
Jaksa setempat kemudian membuka tabir identitas pelaku penembakan. Pria itu bernama Julio Cesar Jasso Ramirez, yang tak lain adalah warga negara Meksiko asli.
Dalam unggahan resmi di media sosial, kabinet keamanan pemerintah Meksiko juga merinci bahwa 13 orang korban luka—yang usianya masih belia 6 tahun hingga lansia 61 tahun—masih dirawat intensif di rumah sakit usai insiden nahas itu.
Tak sampai di situ, pada hari Selasa, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga wanita Kanada yang tewas. Sayangnya, pihak berwenang hingga kini masih enggan membeberkan identitas jati diri korban.
Sebagai informasi, kompleks Piramida dan reruntuhan pra-Hispanik di Teotihuacan ini telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Objek wisata ini termasuk primadona paling diburu para pelancong di Meksiko.
Pelaku Ternyata Bawa Dokumen Seram soal Penembakan di AS
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pun angkat bicara. Menurutnya, pelaku penembakan kemungkinan besar telah terpengaruh oleh aksi-aksi kekerasan serupa di luar negeri. Bahkan, ia menunjukkan tanda-tanda mengidap gangguan psikologis yang serius.
“Berdasarkan semua petunjuk yang pihak kejaksaan kumpulkan, orang ini menunjukkan gelagat masalah kejiwaan. Ia juga tampak terpengaruh oleh peristiwa yang terjadi di negara lain,” tegas Sheinbaum di hadapan awak media.
Sementara itu, Jose Luis Cervantes Martinez—jaksa agung Negara Bagian Meksiko yang menjadi lokasi kompleks piramida Teotihuacan—mengungkap fakta yang bikin bulu kuduk merinding. Pelaku ternyata membawa dokumen yang merujuk pada pembantaian mengerikan di Sekolah Menengah Atas Columbine, Amerika Serikat, pada tahun 1999 silam.
“Dari barang-barang miliknya, pihak berwenang juga mengamankan literatur, gambar, dan dokumen yang diduga kuat terkait tindakan kekerasan massal di AS pada April 1999,” paparnya dengan nada serius.
Tak berhenti di situ, polisi juga menyita satu pucuk senjata api, satu senjata tajam, serta puluhan peluru aktif di tempat kejadian perkara.
Sekretaris Keamanan Negara, Cristobal Castaneda Camarillo, juga menambahkan identitas korban luka. Dua warga Kolombia, seorang warga Rusia, dan satu warga Kanada lainnya termasuk di antara mereka yang masih terbaring lemah di rumah sakit.
“Tak Ada Evakuasi Terkoordinasi Sama Sekali!”
Para saksi mata menceritakan adegan mencekam itu dengan detail. Pelaku penembakan disebut-sebut berada di mezanin kuil. Ia tampak membabi buta menembakkan sebagian besar peluru ke udara sambil menggenggam tablet digital dan berteriak-teriak histeris.
Pasangan suami istri asal London yang sedang berlibur di Meksiko—dan meminta namanya dirahasiakan—juga berbagi pengalaman menegangkan. Saat itu, mereka tengah asyik memotret Piramida Matahari. Tiba-tiba, mereka mendengar pekikan histeris orang-orang sambil berlari ke arah mereka. “Ada pria bersenjata!” teriak seseorang.
Dengan sigap, pasangan itu membujuk seluruh anggota rombongan tur untuk segera menyelamatkan diri menuju pintu keluar, meskipun kebingungan luar biasa masih menyelimuti suasana.
“Tidak ada evakuasi terkoordinasi sama sekali! Kami cuma melihat petugas berlarian ke sana kemari, tapi tak satu pun dari mereka yang menyuruh siapa pun untuk pergi,” kenang mereka sambil menghela napas lega.
Tak Ada Pemeriksaan Keamanan di Pintu Masuk!
Pasangan itu juga menyoroti kelemahan fatal sistem keamanan di lokasi wisata tersebut. Mereka mengaku tidak dikenai pemeriksaan keamanan apa pun saat memasuki area piramida, padahal mereka membawa ransel besar!
“Anda tak pernah menyangka akan menghadapi situasi mengerikan seperti ini. Tapi syukurlah, pada akhirnya kami selamat,” ujar mereka.
Dengan nada bijak, mereka menambahkan, “Intinya, kami hanyalah pihak yang beruntung. Hari ini, seseorang benar-benar kehilangan nyawanya.”
Sebagai latar, Teotihuacan bukanlah kota biasa. Ini adalah kota kuno yang megah, rumah bagi piramida-piramida raksasa, dan sudah berdiri kokoh jauh sebelum peradaban Aztec lahir. Ironisnya, lokasi sakral inilah yang justru akan menjadi tempat pertunjukan malam imersif bagi wisatawan selama Piala Dunia musim panas nanti.
Akankah tragedi ini menjadi mimpi buruk terbesar bagi industri pariwisata Meksiko? Waktu yang akan menjawab.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
