Berita  

Alex Manninger Meninggal Dunia, Juventus Kenang Jasanya di Balik Scudetto 2012

Exposenews.id – Kabar duka begitu menghantam keras dunia sepak bola. Alex Manninger, mantan kiper andalan Juventus, dikabarkan meninggal dunia di usianya yang baru menginjak 48 tahun. Publik pun langsung terkejut dan berduka.

Kronologi Kecelakaan Maut yang Merenggut Nyawanya

Insiden tragis itu terjadi pada Kamis (16/4/2026) waktu setempat. Mobil yang dikemudikan Manninger tertabrak kereta api di sebuah perlintasan rel di wilayah Salzburg, Austria. Kejadian nahas ini pun langsung menjadi pusat perhatian media Eropa.

Juventus Segera Beri Respons Emosional

Merespons kepergian sang mantan pemain, Juventus langsung bergerak cepat. Klub raksasa Liga Italia itu menyampaikan penghormatan mendalam melalui akun media sosial X mereka. Bukan sekadar atlet, Juventus justru mengenang mendiang sebagai figur teladan dengan karakter yang sangat membumi.

“Hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan,” tulis pernyataan resmi klub yang dikutip dari Football Italia, Jumat (17/4/2026).

“Kita telah kehilangan bukan hanya seorang atlet hebat, tetapi juga seorang pria dengan nilai-nilai langka: kerendahan hati, dedikasi, dan profesionalisme yang luar biasa,” lanjut pernyataan tersebut.

“Alex Manninger akan dikenang atas teladan yang ia berikan, di dalam dan di luar lapangan,” tegas klub.

“Juventus menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya Alex Manninger dan turut berduka cita bersama keluarganya di saat-saat sulit ini,” pungkas pernyataan klub.

Karier Gemilang yang Tak Terlupakan

Semasa aktif bermain, pria asal Austria ini mencatatkan rekam jejak yang sangat solid di pentas Serie A. Ia membela Si Nyonya Tua selama empat musim (2008-2012) dengan torehan 40 penampilan. Puncak dedikasinya di Turin terbayar tuntas ketika ia turut mengantarkan tim merengkuh Scudetto pada musim 2011-2012 di bawah asuhan pelatih Antonio Conte.

Selain di Turin, ia juga pernah berseragam klub Italia lainnya seperti Torino, Siena, Bologna, dan Fiorentina. Secara total, ia mencatatkan 137 penampilan di kasta tertinggi negeri pizza tersebut.

Jauh sebelum petualangannya di Italia, pengoleksi 33 caps bersama timnas Austria ini merupakan sosok penting di Inggris. Ia turut membantu Arsenal meraih gelar ganda (Liga Inggris dan Piala FA) pada musim 1997-1998. Selama lima tahun kariernya di London Utara, ia mencatatkan 64 penampilan yang mengesankan.

Buffon Menangis: “Kamu Tetap Tegak, Tak Pernah Tunduk”

Kepergian sosok yang memulai kariernya di RB Salzburg ini benar-benar memukul banyak pihak. Tak terkecuali mantan rekan setimnya, Gianluigi Buffon. Kiper legendaris Italia itu langsung menyampaikan pesan perpisahan yang sangat emosional melalui unggahan di Instagram.

“Setiap kata terasa berlebihan dan setiap air mata hanyalah tambahan atas kehilangan seorang teman dan sosok yang selalu saya kagumi,” tulis Buffon dengan hati yang hancur.

“Anda memilih untuk tetap independen dari kecanduan dunia sepak bola, mencari kebahagiaan dalam hal-hal sederhana seperti hidup sehat di alam, memancing, alam, dan keluarga, itulah prinsip hidup Anda,” ucap kiper legendaris asal Italia itu.

“Di dunia yang sering kali tunduk dan berlutut, mengejar penindasan, karier, dan uang mudah, Anda selalu menegaskan kebebasan Anda, mempertahankan postur tegak, dengan kebanggaan seseorang yang tahu apa yang Anda inginkan,” lanjut Buffon.

“Anda memiliki kekuatan untuk menjauh dari semua itu dan melihat kami dengan senyuman khas Anda seolah berkata ‘Kamu semua, kalian tidak akan pernah bisa memiliki saya’,” ujar Buffon dengan nada haru.

“Saya harap, bahkan saya yakin, bahwa dari sana Anda akan terus membimbing anak-anak Anda yang cantik dan istri Anda yang muda,” tutur Buffon mengakhiri pesannya.

David Seaman Juga Terpukul: “Dia Kiper Luar Biasa”

Rasa kehilangan serupa juga diutarakan oleh legenda The Gunners, David Seaman. Pria yang pernah digantikan perannya secara krusial oleh mendiang itu pun tak kuasa menahan duka.

“Ini adalah kabar yang menghancurkan, sangat menyedihkan dan sulit untuk diterima,” ujar David Seaman dengan nada sendu.

“Ketika saya memikirkan Alex Manninger, dia adalah penjaga gawang luar biasa bagi kami. Dia masuk menggantikan saya di momen yang sangat penting untuk membantu kami meraih gelar ganda,” kenang Seaman.

“Dia tampil sangat luar biasa. Bagi pemain berusia 20 tahun untuk tampil seperti itu di Arsenal adalah sesuatu yang sangat spesial,” ucapnya penuh kekaguman.

“Para penggemar mencintainya, dan saya akui sempat tidak pasti apakah saya akan kembali ke tim utama. Dia adalah pemain yang sangat besar bagi Arsenal,” kata Seaman mengakhiri pernyataannya.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com