Berita  

Korban Perundungan di Padang Alami Gangguan Jiwa, Keluarga Tempuh Hukum

PADANG, Exposenews.id — Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa salah satu SMA di Kota Padang, Sumatera Barat, akhirnya meledak ke meja hijau! Keluarga korban nekat mengambil langkah tegas dengan melaporkan peristiwa menyayat hati ini ke Polresta Padang. Aksi nekat orang tua ini terjadi setelah kondisi sang anak benar-benar memprihatinkan.

Kondisi Korban Memburuk, Rumah Sakit Jiwa Jadi Tujuan!

Bayangkan, setelah korban berinisial BM harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa pada Kamis (2/4/2026), keluarga pun tak bisa tinggal diam. Mereka langsung bergerak cepat. Keputusan untuk menempuh jalur hukum pun diambil. Tragisnya, seorang pelajar yang seharusnya menikmati masa mudanya justru harus berjuang melawan tekanan batin yang luar biasa.

Ibunda Bergidik! Tuntut Pelaku dan Sekolah Bertanggung Jawab

Siapakah sosok di balik laporan berani ini? Dialah Muswan Tiara (37), ibunda korban yang hatinya hancur berkeping-keping. Dengan suara bergetar, Tiara menjelaskan bahwa pihak keluarga sudah mengumpulkan bukti-bukti kuat sebelum melangkah ke polisi. “Saya menuntut pertanggungjawaban pelaku dan pihak sekolah atas apa yang menimpa anak saya,” tegasnya laksana singa betina yang mempertahankan anaknya.

Lebih mengerikannya lagi, Tiara meyakini anaknya tidak hanya menerima perundungan verbal. Ada ancaman yang jauh lebih serius! Sang anak diduga mendapat ancaman menggunakan senjata tajam! Coba bayangkan, seorang pelajar SMA harus hidup dalam ketakutan akan sabetan pisau dari teman-temannya sendiri. Karena itulah, Tiara dengan tegas menyatakan bahwa peristiwa ini sudah melampaui batas toleransi. Ia dengan berani menolak penyelesaian secara kekeluargaan yang sempat dilontarkan pihak sekolah.

“Kalau mereka bilang tidak ada yang terjadi, kenapa mereka meminta jalur damai?” ujar Tiara dengan nada sinis. Logikanya sederhana namun menusuk. Jika benar-benar tidak ada kejadian aneh, mengapa sekolah justru mengajak berdamai? Bukankah itu tanda bahwa ada yang mereka tutupi?

Sekolah Bantah? Ibunda Sanggah Keras dengan Bukti Mencengangkan!

Selanjutnya, Tiara meluapkan kekecewaannya yang menggunung terhadap pihak sekolah. Awalnya, saat keluarga pertama kali mengonfirmasi, pihak sekolah dengan entengnya berkata “tidak terjadi apa-apa.” Namun, sikap itu berubah 180 derajat ketika mereka kemudian menawarkan jalur damai. Tiara pun geram.

Tapi yang paling bikin geleng-geleng kepala adalah alasan sekolah yang mencoba mengalihkan isu. Sekolah dengan lancangnya menyebut bahwa BM sudah mengalami gangguan mental sejak ayahnya meninggal dunia pada tahun 2022. Alasan ini sontak membuat Tiara naik pitam!

“Kalau anak saya sudah mengalami gangguan sejak saat itu, kenapa ia masih bisa lulus sekolah?” serang Tiara balik. Siapa sangka, anak yang dibilang “bermasalah” oleh sekolah ini justru memiliki prestasi cemerlang! Menurut Tiara, BM bahkan mampu lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Andalas, salah satu kampus terbaik di Sumatra!

“Ini bukti nyata kondisi akademik korban tetap baik. Tiga tahun ia berjuang mempertahankan nilai rapornya, lalu sekolah bilang anak saya sudah mengalami perubahan sejak ayahnya meninggal. Ini tidak masuk akal!” tegas Tiara sambil menahan air mata.

Polisi Bergerak Cepat! Penyelidikan Resmi Dimulai

Sementara itu, kabar baik datang dari kepolisian. Tiara mengonfirmasi bahwa laporan yang diajukan kini sudah memasuki tahap penyelidikan. Proses hukum pun berjalan. Tiara bersama paman korban sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Luar biasanya, keluarga tidak datang dengan tangan kosong. Mereka menyerahkan bukti percakapan yang diduga kuat berkaitan dengan aksi perundungan. Bukti tersebut berupa tangkapan layar yang tersimpan rapi di ponsel korban. Wah, pelaku pasti mulai gelisah sekarang!

Kompol Muhammad Yasin, Kasat Reskrim Polresta Padang, turut mengonfirmasi kabar ini. Pihaknya membenarkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan keterangan. Namun yang menarik, dalam waktu dekat, polisi akan segera memanggil pihak sekolah dan semua pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan lebih mendalam.

“Penanganan kasus ini untuk korban dan pelaku yang masih di bawah umur tetap akan mengacu pada sistem peradilan anak. Untuk updatenya akan kita informasikan lagi,” ujar Kompol Yasin mewakili kepolisian.

Nasib Korban Kini? Masih dalam Perawatan Intensif!

Lantas bagaimana kondisi BM saat ini? Kabar terakhir, korban masih menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Tim psikolog pun terus memberikan pendampingan. Semua kemungkinan penanganan psikologis jangka panjang akan diberikan demi kesembuhan BM.

Tiara hanya bisa berharap. Sebagai seorang ibu, ia sangat mendambakan anaknya dapat pulih total. Ia ingin melihat BM tersenyum kembali dan beraktivitas tanpa rasa takut seperti sebelumnya. Doa terbaik pun dipanjatkan oleh keluarga besar untuk kesembuhan BM.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Perundungan bukanlah hal sepele. Dampaknya bisa menghancurkan masa depan seorang anak. Mari kita dukung langkah berani keluarga BM dan aw bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas! 

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com