Berita  

Pungli terhadap WN Singapura Berujung Pencopotan 4 Pejabat Imigrasi Batam oleh Dirjen

BATAM, Exposenews.id – Wah, geger banget nih kabar terbaru dari dunia imigrasi! Direktorat Jenderal Imigrasi langsung gerak cepat, bro. Mereka resmi mencopot sementara empat orang pejabat di lingkungan Imigrasi Kelas I TPI Batam. Mengapa? Tentu saja karena kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menyasar wisatawan mancanegara di Pelabuhan Internasional Batam Center. Viral sekali kasus ini, bahkan sampai ke media Singapura!

Langkah Tegas dari Pusat: Bongkar Habis Praktik Pungli!

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, dengan tegas mengonfirmasi langkah ini kepada awak media melalui sambungan telepon pada Jumat (3/4/2026). Menurutnya, semua keputusan pencopotan ini murni datang dari pimpinan di pusat sebagai bagian dari upaya serius membenahi organisasi. “Pimpinan di pusat sungguh-sungguh dalam menjalankan kebijakan ini,” ujar Ujo dengan nada penuh ketegasan. Jadi, jangan heran kalau imigrasi sekarang lagi panas-panasnya memberantas oknum nakal!

Siapa Saja Pejabat yang Kena Copot? Langsung Diekspos!

Nah, ini dia daftar nama yang bikin publik penasaran. Keempat pejabat yang dicopot sementara itu meliputi Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, plus beberapa pejabat penting lainnya di tingkat kepala bidang, kepala seksi, hingga supervisor. Bayangkan, dari puncak tertinggi hingga lini tengah kena imbasnya. Artinya, komitmen pusat untuk membersihkan institusi ini bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang mengagetkan banyak pihak.

Dicopot? Bukan Dipecat, Tapi Tetap Diperiksa Ketat!

Namun, jangan salah sangka dulu! Pencopotan ini ternyata bersifat sementara. Ujo menjelaskan dengan rinci bahwa para pejabat tersebut ditarik untuk penugasan khusus di pusat. “Hanya bersifat sementara karena mereka ditarik untuk penugasan di pusat. Selain itu mereka juga akan menjalani pemeriksaan oleh Kepatuhan Internal Ditjen Imigrasi,” tambahnya. Jadi, selain pindah tugas, mereka juga harus menghadapi proses pemeriksaan internal yang super ketat. Wah, bisa dibilang mereka sedang dalam posisi yang tidak mengenakkan!

Siapa yang Gantikan? Kanwil Riau Ambil Alih Sementara!

Lalu, bagaimana nasib koordinasi organisasi di Batam? Tenang, semuanya sudah diatur. Untuk sementara waktu, Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau secara resmi mengambil alih seluruh koordinasi organisasi. Keputusan ini berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari pusat. Artinya, roda pelayanan imigrasi di Batam tetap berjalan, namun dengan pengawasan yang jauh lebih ketat dari level wilayah. Ini sinyal keras bahwa tidak ada toleransi untuk praktik pungli.

Kronologi Mengerikan: Turis Singapura Dipersulit, Lalu Dipaksa Bayar!

Sekarang, mari kita kupas tuntas kronologi kasus yang memalukan ini. Kasus ini mencuat setelah pengakuan dua warga negara asing asal Singapura, berinisial AC dan NAY, menjadi viral di media sosial dan bahkan dimuat oleh media Singapura. Menurut data penumpang dan rekaman CCTV pada 14 Maret 2026, korban NAY mengalami perlakuan yang tidak manusiawi. Dia sempat diminta menunggu hingga dua jam lamanya di area pemeriksaan! Dua jam, lho! Coba bayangkan betapa frustasinya dia.

Peran Calo Berinisial AS: Penawaran Bantuan Berujung Petaka

Setelah menunggu sekian lama, seorang pria yang diduga sebagai calo berinisial AS kemudian mendekati NAY. AS dengan sigap menawarkan bantuan untuk mempercepat proses pemeriksaan imigrasi. NAY yang mungkin sudah lelah dan frustrasi karena menunggu terlalu lama, akhirnya berkomunikasi dengan AS. Dari situlah, rangkaian petaka dimulai. AS kemudian menemui petugas berinisial JS untuk mengatur kelancaran proses masuk NAY dan AC ke Indonesia.

Harga yang Dipatok: 100 Dollar Singapura per Orang!

Gila banget, ternyata praktik pungli ini sudah terstruktur! Korban diminta membayar mahal, yaitu 100 dollar Singapura per orang. Tentu saja, AC dan NAY tidak tinggal diam. Mereka melakukan proses tawar-menawar yang alot dengan para oknum tersebut. Setelah negosiasi yang melelahkan, akhirnya disepakati pembayaran sebesar 250 dollar Singapura. Fantastis! Uang sebesar itu hanya untuk bisa masuk ke Indonesia dengan cepat, padahal seharusnya proses imigrasi gratis dan transparan.

Pembagian Hasil Pungli: JS Dapat Jatah Lebih Besar!

Lalu, ke mana saja uang sebesar 250 dollar Singapura itu mengalir? Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan fakta mengejutkan tentang pembagian uang haram tersebut. Petugas berinisial JS yang bertugas di Pelabuhan Internasional Batam Center menerima porsi terbesar, yaitu 150 dollar Singapura. Sementara itu, sang calo AS kebagian 100 dollar Singapura. Jadi, jelas sekali ada kolusi antara oknum petugas imigrasi dan calo di lapangan. Praktik ini tentu saja mencoreng wajah imigrasi Indonesia di mata dunia.

Imigasi Sedang Tidak Main-main!

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ditjen Imigrasi sudah membuktikan bahwa mereka tidak main-main dalam memberantas pungli. Pencopotan empat pejabat tinggi hanya dalam hitungan hari setelah kasus viral adalah bukti nyata komitmen reformasi birokrasi. Publik pun diajak untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan praktik serupa di lapangan. Ingat, pelayanan imigrasi harus bersih, transparan, dan humanis, terutama bagi wisatawan mancanegara yang membawa devisa bagi negara.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com