Exposenews.id – Tottenham Hotspur akhirnya mengumumkan perpisahan dengan pelatih interim Igor Tudor setelah pria asal Kroasia itu hanya memimpin tujuh pertandingan.
Melalui unggahan di Instagram resmi klub, Tottenham Hotspur secara terbuka mengonfirmasi bahwa Igor Tudor pun sepakat untuk segera meninggalkan kursi kepelatihan klub asal London Utara tersebut.
Baca Juga: Insiden Sebelum Kick-off, Suporter Tewas Usai Jatuh dari Tribun Stadion Azteca
“Kami bisa memastikan bahwa terjadi kesepakatan bersama di mana Pelatih Kepala Igor Tudor akan segera meninggalkan Klub,” tulis akun Instagram resmi Spurs dengan nada resmi namun tegas.
Selain memutus kontrak Igor Tudor, pihak Spurs juga memastikan tidak akan memperpanjang kerja sama dengan dua asisten pelatihnya, yaitu Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci.
“Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga resmi meninggalkan peran mereka masing-masing sebagai Pelatih Kiper dan Pelatih Fisik.”
Baca Juga: Jens Raven Sudah Ikuti Latihan Timnas Usai Gantikan Zijlstra yang Cedera
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Igor, Tomislav, dan Riccardo atas segala upaya mereka selama enam pekan terakhir, juga atas kerja tanpa kenal lelah yang telah mereka lakukan,” sambung pernyataan resmi klub.
Juara bertahan Liga Europa itu pun menegaskan bahwa mereka akan segera mengumumkan pelatih kepala baru dalam waktu dekat.
Masa Jabatan Super Singkat: 44 Hari Bencana!
Igor Tudor ternyata hanya memimpin Spurs selama 44 hari sebagai pelatih interim setelah manajemen resmi memecat Thomas Frank dari kursi pelatih kepala.
Kekalahan telak 0-3 di hadapan pendukung sendiri melawan Nottingham Forest pada pekan ke-31 Liga Inggris rupanya menjadi pukulan terakhir yang membuat manajemen klub kehilangan kesabaran.
Baca Juga: Persib dan Dewa United Bisa Bangga, Pemain Asingnya Tinggal Selangkah ke Piala Dunia
Sejak debutnya di laga panas Derby London Utara melawan Arsenal pada 22 Februari lalu, Igor Tudor sama sekali belum bisa mempersembahkan satu kemenangan pun bagi Spurs di kompetisi Liga Inggris.
Tottenham hanya mampu meraih satu kemenangan kala melawan Atletico Madrid di ajang Liga Champions, meskipun pada akhirnya mereka harus tersingkir setelah kalah agregat 5-7.
Selain itu, hasil terbaik yang diraih Tudor hanya sebatas menahan imbang Liverpool 1-1 di kandang The Reds, Anfield. Selebihnya, Spurs menelan lima kekalahan memalukan.
Pertahanan Spurs di bawah rezim Tudor pun terbilang amburadul dengan catatan 20 kali kebobolan, sementara lini depan mereka hanya mampu mencetak 9 gol.
Baca Juga: Debut Manis John Herdman: Timnas Indonesia Bantai Saint Kitts and Nevis 4-0
Hasil buruk tersebut langsung membuat Tottenham terperosok ke satu peringkat di atas zona degradasi dan hanya terpaut satu poin saja, dengan tujuh pertandingan tersisa di musim ini.
SPOTS NYARIS TERJUN BEBAS KE CHAMPIONSHIP?
Menurut perhitangan akurat dari Opta, peluang Tottenham untuk benar-benar terdegradasi musim ini berada di angka 25,87 persen. Artinya, kemungkinan mereka untuk bertahan di liga utama mendekati angka 75 persen.
Prediksi ini dibuat melalui simulasi cermat terhadap sisa pertandingan seluruh tim di papan bawah. Hasilnya terbilang kurang menguntungkan bagi West Ham, yang diperkirakan akan turun kasta bersama Burnley dan Wolves.
Baca Juga: Usai Pesta Gol 4-0, Timnas Indonesia Kian Jauh dari Malaysia di Ranking FIFA
Dalam tujuh laga sisa musim ini, Tottenham dijadwalkan menghadapi Sunderland, Brighton, Wolves, Aston Villa, Leeds, Chelsea, dan Everton.
Tiga pertandingan akan digelar di Stadion Tottenham Hotspur. Namun, performa kandang Spurs musim ini sangat tidak meyakinkan karena mereka hanya meraih dua kemenangan di Liga Premier sepanjang musim.
Di sisi lain, West Ham justru dihadapkan pada jadwal yang cukup berat hingga akhir musim. Mereka harus menjamu Arsenal dan Everton, serta melakoni laga tandang ke markas Crystal Palace, Brentford, dan Newcastle sebelum pertandingan terakhir.
Opta menilai Wolves hampir pasti terdegradasi dengan probabilitas mencapai angka mencengangkan 99,92 persen. Burnley pun berada dalam situasi serupa dengan peluang degradasi sebesar 99,87 persen.
Sementara itu, Nottingham Forest yang kini menghuni posisi ke-17 hanya memiliki kemungkinan turun kasta sebesar 8,93 persen. Leeds juga terbilang relatif aman dengan peluang hanya 6,78 persen untuk kembali ke Championship dalam waktu dekat.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
