Berita  

Dua Anak Temukan Potongan Tubuh dalam Karung di Samarinda, Polisi Lakukan Olah TKP

SAMARINDA, Exposenews.id – Suasana siang yang biasanya sunyi di Jalan Gunung Pelandu, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, tiba-tiba berubah mencekam pada Sabtu (21/3/2025). Warga setempat sontak digegerkan oleh penemuan yang sungguh mengerikan: potongan tubuh manusia yang sengaja disembunyikan dalam karung. Bukan hanya satu, melainkan dua karung berisi bagian-bagian tubuh yang membuat bulu kuduk merinding.

Pertama Ditemukan Dua Bocah, Langsung Lapor Warga

Peristiwa horor ini pertama kali diketahui oleh dua anak yang kebetulan sedang melintas di area semak belukar tepi jalan. Saat melewati lokasi, mereka melihat sesuatu yang mencurigakan. Tanpa pikir panjang, kedua bocah itu langsung bergegas melaporkan temuan mengerikan tersebut kepada warga sekitar. Dari situlah, kehebohan pun tak terelakkan.

Ketua RT 13 Kelurahan Sempaja Utara, Aang Nawa Syarif, langsung bergerak cepat menuju lokasi usai mendapat laporan. Dengan nada masih terkejut, ia menjelaskan apa yang pertama kali terlihat dari dalam karung tersebut. “Yang terlihat itu bagian jari, lengan, dan paha,” ujar Aang saat ditemui di lokasi kejadian yang masih dipenuhi rasa penasaran dan ketakutan warga.

Aang menambahkan, peristiwa sadis seperti ini benar-benar pertama kali terjadi di wilayah yang selama ini ia pimpin. Menurut pengakuannya, tidak ada tanda-tanda keributan atau hal aneh sebelumnya yang mencuat di lingkungan tersebut. Warga pun dibuat bertanya-tanya, bagaimana bisa kejadian kejam ini luput dari perhatian.

Lebih lanjut, Aang mengungkapkan faktor kontur wilayah yang mungkin menjadi alasan pelaku memilih lokasi tersebut untuk membuang potongan tubuh korban. “Lokasi ini kampung buntu, jadi hanya ada satu akses keluar masuk. Tidak ada jalan tembus lain,” jelasnya. Kondisi ini membuat lokasi terbilang sepi dan jarang dilalui orang, sehingga menjadi tempat yang ideal bagi pelaku untuk menutupi aksinya.

Polisi Olah TKP, Temukan Potongan Tubuh di Dua Titik Berbeda

Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian langsung berdatangan ke lokasi setelah menerima laporan. Tim dari Polresta Samarinda segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif. Dengan cermat, para petugas menyisir setiap sudut semak belukar guna memastikan tidak ada petunjuk yang terlewat.

Hasilnya sungguh di luar dugaan. Saat melakukan pengembangan pencarian, polisi kembali menemukan potongan tubuh lainnya. Temuan kedua ini berada di lokasi yang berbeda, sekitar 100 meter dari titik awal penemuan. Sama seperti sebelumnya, potongan tubuh tersebut juga masih terbungkus rapi dalam karung. Dugaan kuat bahwa ini adalah aksi pembunuhan berencana pun semakin menguat.

Setelah seluruh temuan berhasil diamankan, petugas kemudian memasukkan potongan tubuh tersebut ke dalam dua kantong jenazah. Jasad korban yang sudah terpotong-potong itu pun segera dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Langkah ini diambil untuk proses visum et repertum atau otopsi guna mengungkap penyebab kematian serta identitas korban.

Kepala Masih Utuh, Identitas Korban Masih Misteri

Pama Pamtas I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, memberikan keterangan lebih rinci mengenai kondisi temuan yang sangat mengenaskan itu. Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, ia mengungkapkan bahwa total ada tujuh potongan tubuh yang berhasil ditemukan oleh pihaknya. “Ada dua kaki, dua tangan, dua paha, dan badan, total ada tujuh potongan, termasuk kepala yang masih utuh,” ujarnya.

Meski seluruh bagian tubuh sudah ditemukan, misteri masih menyelimuti kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum juga diketahui. Siapa lelaki atau perempuan malang itu, masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Pihak kepolisian pun masih terus mendalami data-data orang hilang yang dilaporkan dalam beberapa waktu terakhir untuk memastikan identitas jenazah.

Ipda Mat Bahri juga memastikan bahwa tidak ada bagian tubuh yang tersisa di lokasi kejadian. “Seluruh bagian tubuh serta organ korban telah ditemukan di lokasi,” tegasnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku dengan sengaja memutilasi tubuh korban secara lengkap sebelum membuangnya di area tersebut.

Selain potongan tubuh, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat milik korban. Barang-barang tersebut berupa pakaian yang dikenakan korban serta dua karung plastik yang menjadi sarana pelaku untuk membungkus potongan tubuh. Barang bukti ini kini sedang dianalisis lebih lanjut di laboratorium forensik.

Namun, satu pertanyaan besar masih menggantung. Hingga saat ini, petugas di lapangan belum menemukan senjata tajam yang digunakan untuk memutilasi korban. “Untuk senjata tajam belum ditemukan, tapi masih kita dalami,” ucap Mat Bahri. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi dan aliran sungai terdekat, mengingat tidak menutup kemungkinan pelaku membuang alat kejahatan tersebut di tempat yang lebih tersembunyi.

Warga Sempaja Utara hingga kini masih diliputi trauma dan rasa takut. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan sadis bisa terjadi di lingkungan yang selama ini mereka anggap aman. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com