Exposenews.id – Sebuah kritik tajam yang dilontarkan gelandang Manchester City, Rodri, justru berubah menjadi bumerang yang menghantam dirinya sendiri. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) secara resmi menjatuhkan sanksi denda yang sangat besar kepadanya. Hukuman ini merupakan konsekuensi dari pernyataan pedas yang ia keluarkan setelah laga panas melawan Tottenham Hotspur di ajang Liga Inggris, awal Februari 2026 lalu.
FA Jatuhkan Sanksi Berat
Secara mengejutkan, FA mengumumkan keputusan final mengenai hukuman untuk Rodri tersebut melalui laman resmi mereka. Pengumuman yang dirilis pada Senin (9/3/2026) itu langsung menjadi sorotan publik dan media. Tak tanggung-tanggung, gelandang timnas Spanyol itu harus merogoh kocek cukup dalam. Ia dijatuhi denda sebesar 80.000 pound sterling, atau jika dikonversikan mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Selain denda finansial, Rodri juga menerima sebuah peringatan resmi dari federasi sebagai bagian dari hukumannya.
Sanksi berat ini bukan tanpa alasan. FA menilai pernyataan Rodri dalam wawancara pasca-pertandingan mengandung sindiran pedas terhadap kepemimpinan wasit. Berdasarkan penyelidikan internal, federasi berkesimpulan bahwa komentar pemain tersebut secara implisit mempertanyakan profesionalisme pengadil lapangan. Dalam pernyataan resminya, FA menegaskan bahwa komentar itu dinilai telah merusak citra pertandingan. “Gelandang tersebut diduga bertindak tidak pantas dalam wawancara media setelah pertandingan dengan membuat komentar yang menyiratkan adanya bias dan/atau mempertanyakan integritas wasit maupun ofisial pertandingan,” demikian bunyi pernyataan tegas FA.
Kronologi Gol Kontroversial yang Memicu Amarah
Lantas, apa yang memicu kemarahan Rodri hingga berujung petaka? Semua bermula dari sebuah gol kontroversial yang dicetak oleh Tottenham Hotspur. Kekecewaan mendalam Rodri muncul setelah gol penyerang Tottenham, Dominic Solanke, disahkan oleh wasit Robert Jones. Insiden krusial ini terjadi dalam pertandingan pekan ke-24 Liga Inggris yang berlangsung di Stadion Tottenham. Saat tayangan ulang diputar, terlihat jelas Solanke mengenai bagian belakang kaki bek Manchester City, Marc Guehi, sebelum akhirnya ia melepaskan tembakan dan mencetak gol. Momen itu sontak membuat para pemain City protes keras.
Seiring dengan prosedur standar, insiden kontroversial tersebut kemudian ditinjau ulang melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Para pemain dan official City berharap banyak pada tinjauan ini. Namun, setelah pemeriksaan panjang dilakukan, ofisial pertandingan justru mengambil keputusan yang memicu kemarahan. Mereka memutuskan tidak ada pelanggaran dalam situasi tersebut. Akhirnya, gol Solanke pun tetap disahkan dan kedudukan menjadi imbang.
Pertandingan sengit itu sendiri akhirnya harus berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil ini tentu sangat disayangkan oleh kubu Manchester Biru. Alih-alih membawa pulang tiga poin, mereka harus berbagi angka dengan Spurs dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan tersebut.
Pernyataan Rodri yang Jadi Bumerang
Usai pertandingan usai, emosi Rodri masih terlihat memuncak. Dalam sesi wawancara dengan media, ia tidak dapat menahan kekecewaannya. Dengan nada tinggi, ia menyampaikan kritik pedas terhadap keputusan wasit yang dianggapnya sangat merugikan timnya. Bukan hanya soal pelanggaran, ia bahkan menyinggung isu sensitif mengenai netralitas wasit dalam pertandingan besar. Pernyataan inilah yang kemudian menjadi bom waktu bagi kariernya.
“Saya tahu kami terlalu sering menang dan orang-orang tidak ingin kami menang lagi, tetapi wasit harus bersikap netral,” ujar Rodri dengan nada frustrasi. Lebih lanjut, gelandang bertalenta tinggi itu menambahkan, “Ini tidak adil karena kami bekerja sangat keras.” Komentar yang disampaikan secara blak-blakan ini langsung menjadi viral dan memicu berbagai reaksi, termasuk dari federasi.
Dampak Hasil Imbang bagi Posisi Klasemen City
Meskipun diterpa badai kontroversi, hasil imbang itu secara klasemen tidak terlalu mengubah posisi Man City. Saat ini, tim asuhan Pep Guardiola masih kokoh berada di posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris. Hanya saja, mereka masih tertinggal cukup jauh, yakni tujuh poin dari pemuncak klasemen, Arsenal FC. Namun, kabar baiknya adalah The Citizens masih memiliki satu tabungan pertandingan yang belum dimainkan dibandingkan dengan The Gunners. Tantangan berat masih menanti City di sisa musim ini, dengan atau tanpa Rodri yang kini harus menerima konsekuensi dari kritiknya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com













