Hisfardis Sulut Gelar Pelatihan Cara Distribusi Obat yang Baik

Exposenews.id, MANADO – Sulawesi Utara memiliki banyak pedagang besar farmasi (PBF). Pada pelaksanaannya PBF ini diwajibkan mengetahui cara distribusi obat yang baik.

Terkait hal ini, Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Utara (IAI Sulut) melalui Himpunan Seminat Farmasi Distribusi (Hisfardis) Sulut melakukan pelatihan Cara Distribusi Obat yg Baik di Swissbel Maleosan, Sabtu (2/3/2024).

“Di Sulut banyak PBF. Salah satu syarat PBF agar dapat melaksanakan tugas bisnisnya adalah dia harus punya serifikat cara distribusi obat yang baik. Makanya kegiatan ini guna melengkapi PBF dan apoteker penanggungjawabnya dengan ilmu dan kompetensi yang diperlukan supaya mereka jalankan fungsinya di PBF terutama di pelaksanaan regulasi dan penjaminan mutu. Ada sesi2 materi terkait pelkasanaan implementasi regulasi dan juga penjaminan mutu,” kata Apoteker (apt) Siska Sanger, Ketua Hisfardis Sulut.

Dengan kegiatan tersebut, kata Siska, diharapkan para PBF dapat menyalurkan obat sesuai standar. Bahkan obat-obat yang disalurkan terjamin mutunya.

Sementara, Ketua IAI Sulut apt Gerald Rundengan menjelaskan dari rantai produk obat dari manufaktur sampai pasien salah satu yang penting adalah distribusi. Sebab dalam menjaga kualitas obat yang bermutu baik adalah distribusinya

“Apalagi obat itu kan sangat sensitif, kena matahari bisa rusak, turun satu derajat atau naik satu derajat juga bisa rusak makanya diperlukan cara distribusi obat yang baik,” ungkap Gerald kepada wartawan.

Menurut Gerald, sertifikat yang didapatkan dari kegiatan kemarin harus update pada 5 tahun ke depan. Pasalnya masa berlaku sertifikat hanya berlaku 5 tahun.

“Pelatihan ini supaya obat bisa menjamin tetap aman. Penanganan penyimpanan itu kan tidak boleh sembarangan. Makanya diperlukan pengetahuan yang baik dari setiap PBF,” pungkas Gerald.

(RTG)