Exposenews.id – Kejutan besar menghantam bursa transfer Serie A! Kabar mengejutkan datang dari kancah perburuan pemain bintang. Inter Milan, sang penguasa Liga Italia musim lalu, dilaporkan secara mengejutkan memutuskan untuk menarik diri dari persaingan mendapatkan bek tangguh Chelsea, Trevoh Chalobah. Keputusan dramatis ini lantas secara otomatis membuka jalan selebar-lebarnya bagi Como 1907, klub promosi yang sedang bergelora, untuk segera melancarkan serangan pamungkas guna mengamankan tanda tangan pemain bertahan asal Inggris tersebut.
Di sisi lain, tim promosi Como 1907 disebut-sebut tengah berjuang mati-matian untuk memboyong bek Chelsea, Trevoh Chalobah, pada jendela transfer musim panas 2026 ini. Klub yang diasuh oleh Cesc Fabregas tersebut memang menunjukkan ambisi besar dengan mencoba membangun skuad yang kompetitif, dan Chalobah menjadi target utama untuk memperkokoh lini pertahanan mereka. Namun, upaya mulia Como ini nyaris kandas karena mereka harus bersaing ketat dengan raksasa Inter Milan, yang notabene merupakan juara bertahan Serie A.
Perang Harga Panas di Bursa Transfer
Perang harga antara kedua klub Italia ini sebelumnya berlangsung sangat sengit. Como 1907 sebenarnya sudah lebih dulu memulai perburuan dengan mengajukan tawaran perdana sebesar 25 juta euro plus tambahan bonus 2 juta euro kepada manajemen Chelsea. Namun, tawaran awal ini langsung ditolak mentah-mentah oleh pihak Chelsea yang merasa nilai tersebut masih terlalu rendah bagi pemain sekelas Chalobah. Mengetahui tawaran pertamanya gagal, Como 1907 dengan sigap kembali mengajukan proposal perbaikan yang lebih besar untuk memenuhi permintaan The Blues.
Selepas penolakan pertama, Como 1907 langsung bergerak cepat dengan melontarkan tawaran kedua yang nilainya jauh lebih tinggi, yakni mencapai 28 juta euro. Langkah berani ini menunjukkan betapa seriusnya klub milik pengusaha asal Indonesia, Mirwan Suwarso, untuk membawa Chalobah ke stadion Giuseppe Sinigaglia. Akan tetapi, Chelsea tetap bersikukuh dan kembali menolak tawaran meningkatkan tawaran Como tersebut, seperti yang dilansir oleh media terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport. Penolakan beruntun ini memaksa Como untuk berpikir ulang strategi mereka dalam mendekati sang pemain.
Setelah melihat Como 1907 mulai menunjukkan gigi, Inter Milan yang juga mengincar pemain yang sama perlahan mulai menampakkan minat mereka. Namun, menariknya, meskipun menyatakan ketertarikan, Inter Milan hingga saat itu belum juga mengajukan tawaran resmi secara tertulis kepada Chelsea. Keadaan ini menciptakan suasana tegang di bursa transfer, karena Como sudah lebih dulu bernegosiasi, sementara Inter hanya sebatas mengamati dari kejauhan. Chelsea sendiri bukannya tanpa strategi, mereka dengan tegas memasang harga mati sebesar 35 juta euro bagi siapa pun yang ingin membawa pulang bek tengah timnas Inggris tersebut.
Mendengar angka yang dipatok Chelsea, Inter Milan akhirnya turun tangan langsung dan mencoba melakukan negosiasi intensif untuk menurunkan harga. Namun, setelah melalui serangkaian pembicaraan yang alot, Chelsea dan Inter Milan ternyata gagal menemukan titik terang, sehingga proses transfer ini pun kandas di tengah jalan. Akibat kebuntuan ini, Trevoh Chalobah terpaksa harus bertahan terlebih dahulu di London bersama Chelsea, sembari menunggu kepastian masa depannya di bursa transfer yang masih menyisakan waktu.
Pakta Damai ala CEO dan Presiden Klub
Di tengah persaingan yang semakin memanas ini, Inter Milan dan Como 1907 justru mengambil langkah tak terduga dengan menjalin kesepakatan damai. Kedua rival sekota ini dilaporkan menyetujui sebuah “pakta non-agresi” yang mengatur perihal transfer Trevoh Chalobah. Pakta strategis ini berhasil tercapai setelah Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, melakukan pembicaraan intens melalui sambungan telepon dengan CEO Inter Milan, Beppe Marotta. Kedua petinggi klub ini menunjukkan kedewasaan dengan mencari solusi terbaik agar tidak saling menghancurkan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, kedua klub sepakat untuk menghindari perang harga yang tidak sehat, demi menjaga stabilitas nilai pasar pemain di kancah Liga Italia. Komitmen mulia ini diharapkan dapat mencegah inflasi harga yang bisa merugikan semua pihak, termasuk klub-klub lain di Serie A. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, Inter Milan kemudian bergerak secara lebih formal dan serius untuk memburu Trevoh Chalobah. Sementara itu, Como 1907 dengan lapang dada dan disiplin memutuskan untuk mengundurkan diri dari perburuan, sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat bersama.
Konsekuensi dari pakta non-agresi ini langsung terlihat dengan jelas, Como 1907 yang sportif kemudian langsung mengalihkan fokus mereka ke target lain. Mereka dengan cepat memasukkan nama eks bek tengah Tottenham Hotspur, Davinson Sanchez, sebagai alternatif utama untuk memperkuat sektor pertahanan mereka musim depan. Langkah cepat ini menunjukkan bahwa Como tidak ingin membuang waktu dan tetap agresif di bursa transfer, meskipun harus kehilangan target utama mereka. Sementara itu, Inter Milan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Chelsea, terpaksa harus memutar haluan dan mengubah strategi rekrutmen mereka.
Rencana Cadangan Inter Milan yang Tak Terduga
Alih-alih terus memaksakan diri untuk mendapatkan Chalobah, Inter Milan kini mengalihkan fokus mereka untuk memperkuat sektor bek sayap yang mulai tergerus. Hal ini dilakukan menyusul kepastian kepergian Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid, meninggalkan lubang besar di sisi kanan pertahanan Nerazzurri. Pelatih Inter Milan, Christian Chivu, pun mulai melirik bek timnas Inggris, Djed Spence, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Dumfries. Namun, tampaknya Inter Milan tidak hanya berhenti pada satu opsi saja untuk mengatasi masalah di lini belakang mereka.
Jika rencana untuk mendatangkan Djed Spence di bursa transfer musim panas 2026 ini menemui kegagalan, Inter Milan ternyata telah menyiapkan strategi alternatif yang tidak kalah menarik. Mereka akan memanfaatkan stok pemain yang ada di posisi bek kanan, dengan memanggil kembali Benjamin Pavard. Pemain asal Prancis ini dikabarkan akan segera kembali dari masa peminjamannya di Olympique Marseille, sehingga memberikan solusi instan bagi lini pertahanan Inter. Dengan demikian, meskipun gagal mendapatkan Chalobah, Inter Milan masih memiliki opsi tangguh untuk mengarungi musim depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
