Exposenews.id – Bos besar tim Ducati, Davide Tardozzi, akhirnya buka suara soal reaksi mengejutkan Marc Marquez ketika timnya nekad memburu bintang KTM, Pedro Acosta. Keputusan besar ini pun langsung mengguncang paddock MotoGP!
Rumor tentang Acosta yang bakal merapat ke Ducati sudah berhembus kencang sejak lama. Pebalap muda Spanyol itu disebut-sebut bakal menjadi tandem juara bertahan MotoGP, Marc Marquez. Langkah ini sekaligus mengonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia yang memilih hengkang ke Aprilia. Dengan begitu, Acosta pun akan berbagi garasi dengan pemuncak klasemen MotoGP 2026, Marco Bezzecchi.
Kontrak Dua Musim: Ducati Tak Mau Kehilangan Acosta
Berdasarkan laporan dari Crash, Ducati disebut sudah menyiapkan kontrak durasi dua tahun untuk membajak Acosta dari pelukan KTM. Proses negosiasi antara pabrikan asal Borgo Panigale itu dengan manajemen Acosta ternyata tidak berjalan mulus. Banyak diskusi alot yang harus mereka lalui, bahkan melibatkan pihak MotoGP sebagai mediator.
Tardozzi pun angkat bicara dan mengaku tidak bakal kerepotan mengatur dua kuda pacu sekaliber Marquez dan Acosta. Baginya, pengalaman mengelola Francesco Bagnaia yang juga pernah menyabet gelar juara dunia sudah cukup membekali tim.
“Jadi, kami sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Kami benar-benar sangat senang bisa memiliki skuad tangguh ini untuk dua tahun ke depan,” tegas Tardozzi dengan penuh percaya diri.
Dengan kepastian kedatangan Acosta, kini Ducati tinggal memutar otak untuk mengembangkan motor yang mampu mengakomodasi gaya balap dua pebalap berbeda. Tapi Tardozzi yakin timnya sanggup menghadapi tantangan ini.
Peran Marquez di Balik Kontrak Acosta: Tak Ada Intervensi!
Tardozzi kemudian membongkar fakta menarik bahwa Marquez sama sekali tidak ikut campur dalam proses negosiasi Ducati dengan Acosta. Yang lebih mengejutkan, ketika tim memberi kabar bahwa mereka sedang serius memburu Acosta, reaksi Marquez justru sangat positif!
“Marc tidak pernah berkomentar apa pun tentang rekan setimnya. Saat kami memberitahu bahwa kami sedang berurusan dengan Pedro, dia malah bertepuk tangan dan berkata, ‘Oke, kalian telah mengambil keputusan yang tepat’,” ungkap Tardozzi menirukan ucapan Marquez.
Sikap Marquez ini sekaligus mematahkan spekulasi bahwa kehadiran Acosta akan membuat juara delapan dunia itu merasa terancam. Justru sebaliknya, Marquez menunjukkan jiwa kepemimpinan yang matang dengan merestui keputusan tim.
Isu Pensiun Marquez: Tardozzi Bantah Keras!
Kemunculan nama Acosta sebagai calon pebalap Ducati sempat memicu spekulasi liar. Banyak yang menduga bahwa Marquez akan segera pensiun karena cedera bahu kanan yang terus menghantuinya. Namun, Tardozzi dengan tegas membantah isu miring tersebut.
“Sejujurnya, saya pikir dia khawatir soal kesehatannya,” ujar Tardozzi mengakui kekhawatiran Marquez.
Tapi manajer tim itu langsung menegaskan bahwa internal Ducati tidak pernah meragukan komitmen Marquez untuk meneken kontrak jangka panjang baru. Pasalnya, Marquez selalu terbuka dan transparan kepada tim mengenai kondisi kesehatannya.
“Marc menunjukkan segala hal yang dilakukannya melalui tim medis dan staf medis yang luar biasa besar dan berkelas tinggi di Madrid,” jelas Tardozzi.
Dengan akses informasi yang jelas, Ducati pun yakin untuk terus melangkah bersama pembalap asal Spanyol itu. Tim tidak melihat adanya keraguan sedikit pun untuk mempertahankan Marquez dalam jangka panjang.
Ducati Kini Bersiap untuk Era Baru
Kepastian kedatangan Acosta ke Ducati menandai babak baru dalam persaingan MotoGP. Kombinasi Marquez dan Acosta diprediksi akan menjadi duet maut yang sulit ditandingi pabrikan lain. Tardozzi pun optimistis timnya mampu mengelola dua karakter pebalap yang berbeda.
“Kami punya pengalaman mengelola juara dunia seperti Bagnaia. Jadi menangani Marquez dan Acosta bukanlah masalah besar bagi kami,” tambah Tardozzi.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari semua pihak, Ducati siap menyambut era baru di bawah naungan dua pebalap superstar. Pertanyaan besarnya sekarang: mampukah Acosta dan Marquez membawa Ducati meraih lebih banyak gelar juara dunia?
Yang pasti, reaksi positif Marquez terhadap kedatangan Acosta menunjukkan bahwa tim Ducati kini memiliki chemistry yang solid. Meski persaingan di lintasan akan semakin ketat, namun di luar trek mereka tampak kompak dan saling mendukung.
Keputusan Ducati memboyong Acosta juga menjadi sinyal bahwa pabrikan Italia itu tidak main-main dalam membangun tim impian. Mereka ingin mendominasi MotoGP dalam beberapa musim ke depan dengan skuad terbaik yang bisa mereka rakit.
Acosta sendiri dikenal sebagai salah satu bakat terbesar di MotoGP saat ini. Pebalap muda yang masih berusia 21 tahun itu sudah menunjukkan performa gemilang bersama KTM dan diprediksi akan semakin garang jika menunggangi motor Ducati yang terkenal sangat kompetitif.
Sementara itu, Marquez yang kini berusia 33 tahun tetap menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya. Pengalaman dan mental juaranya membuat dia tetap menjadi patokan dalam setiap balapan. Dengan hadirnya Acosta, beban Marquez di tim Ducati pun akan sedikit berkurang.
Tardozzi pun menutup perbincangan dengan nada optimistis. Menurutnya, kombinasi pengalaman Marquez dan energi muda Acosta akan menjadi resep ampuh bagi Ducati untuk terus meraih kemenangan.
“Kami sangat senang dan percaya diri menghadapi masa depan bersama kedua pembalap hebat ini,” pungkas Tardozzi.
Satu hal yang pasti, persaingan MotoGP 2027 diprediksi akan semakin sengit dengan hadirnya duet baru Ducati. Para penggemar balap pun tak sabar menantikan aksi Marquez dan Acosta di lintasan nanti!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
