PADANG, Exposenews.id – Akhirnya, misteri peluru nyasar yang melukai mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) dan mantan kiper Semen Padang FC resmi terungkap! Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) secara mengejutkan mengumumkan penutupan proses investigasi kasus ini dan menyatakannya selesai (clear). Setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam, pihak TNI dengan berani mengakui adanya kelalaian dan langsung mengambil tanggung jawab penuh. Mereka tidak hanya menanggung seluruh biaya pengobatan, tetapi juga menyediakan program pemulihan trauma bagi kedua korban yang sempat membuat publik resah.
Buntut dari insiden tragis yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore itu, Pangdam XX/TIB langsung bergerak cepat dan mengambil langkah tegas. Beliau memerintahkan penutupan total lapangan tembak di kawasan Lapai, Padang, yang menjadi lokasi latihan saat kejadian. Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, sehingga tidak ada yang tahu kapan lokasi tersebut akan beroperasi lagi.
Kapendam XX/TIB, Letnan Kolonel Kav Taufiq, menjelaskan situasi ini dengan lugas saat ditemui Senin (8/6/2026). “Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan dan keamanan fasilitas latihan menembak ini untuk masa depan,” ujarnya. Pihaknya tidak main-main dalam menilai lokasi tersebut. Jika hasil evaluasi nanti menunjukkan bahwa area itu sudah tidak aman bagi lingkungan sekitar, maka fasilitas latihan akan segera dipindahkan. Namun, menurutnya, rencana pemindahan ini masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait dan pemerintah daerah.
Hasil Uji Balistik Membuat Melongo! Peluru Ternyata Mampu Melesat hingga 1 Kilometer
Investigasi komprehensif yang dilakukan Kodam XX/TIB ternyata melibatkan berbagai pihak yang benar-benar kompeten di bidangnya. Mereka menggandeng Pusat Peralatan (Puspalat) dan sejumlah purnawirawan TNI yang sudah terbukti ahli dalam persenjataan dan munisi. Tim gabungan ini bekerja keras mengungkap fakta di balik insiden mematikan tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan fisik proyektil yang dilakukan tim ahli secara teliti, mereka berhasil memastikan sumber peluru nyasar tersebut. Peluru yang melukai para korban ternyata berasal dari senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter. Senjata ini merupakan salah satu dari dua jenis senjata yang digunakan dalam latihan saat itu, selain senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter.
Tim investigasi kemudian melakukan simulasi dan uji lapangan selama dua hari penuh, dan hasilnya sungguh mengejutkan! Mereka menemukan fakta balistik yang tidak terduga terkait daya jangkau senjata tersebut. Ternyata, pistol yang terlihat biasa ini memiliki kemampuan mematikan di luar perkiraan banyak pihak.
Kapendam Taufiq mengungkapkan detail temuan ini dengan penuh keyakinan. “Ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti sudut tembakan, arah dan kecepatan angin, serta kelembapan udara. Setelah kami uji secara ilmiah, ternyata pistol G2 Combat kaliber 9 milimeter pada sudut tertentu bisa mencapai 800 meter hingga 1.100 meter,” kata Taufiq menjelaskan panjang lebar.
Temuan ilmiah yang mencengangkan ini sekaligus memperkuat kesimpulan tim investigasi. Mereka akhirnya memastikan bahwa peluru yang mengenai korban di area kampus UNP memang berasal dari area latihan Lapai. Jaraknya terbilang cukup jauh dari lokasi kejadian, namun kemampuan pistol tersebut terbukti mampu menempuh jarak ekstrem. Tim juga sudah memastikan tidak ada aktivitas penggunaan senjata lain di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi, sehingga tidak ada lagi ruang untuk keraguan.
Latihan Prajurit Tetap Jalan! Ini Dia Lokasi Pengalihannya
Meskipun lapangan tembak di Lapai kini ditutup rapat, Kodam XX/TIB memastikan program latihan menembak untuk para prajurit TNI tidak akan terganggu sedikit pun. Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah skenario pengalihan fasilitas ke lokasi yang jauh lebih aman dari pemukiman warga. Mereka tidak ingin insiden serupa terulang kembali di masa mendatang.
Untuk sementara waktu, seluruh latihan akan dialihkan ke beberapa fasilitas alternatif yang sudah disiapkan. Pilihan pertama jatuh pada Lapangan Tembak Secata Padang Panjang yang dinilai lebih representatif. Selain itu, mereka juga akan menggunakan Lapangan Tembak Kodaeral atau bahkan meminjam fasilitas milik satuan TNI lainnya yang sudah terbukti aman.
Taufiq menegaskan komitmennya dalam hal ini dengan tegas. “Intinya, kebutuhan latihan tetap bisa berjalan tanpa menggunakan lokasi yang saat ini sedang dievaluasi,” tutur Taufiq. Pihaknya berjanji akan terus memantau situasi dan memastikan setiap latihan berjalan dengan prosedur keselamatan yang ketat.
Rektor UNP Buka Suara: Kampus Sudah Aman, Orang Tua Tidak Perlu Cemas!
Merespons hasil investigasi yang sudah clear tersebut, pihak Universitas Negeri Padang (UNP) langsung memberikan pernyataan resmi yang menenangkan. Mereka memastikan situasi di lingkungan kampus telah kembali kondusif dan aman untuk seluruh aktivitas belajar mengajar. Tidak ada lagi ketakutan yang menghantui para mahasiswa yang hendak beraktivitas di kampus.
Rektor UNP, Krismadinata, dengan hangat mengapresiasi keterbukaan informasi dari pihak TNI. Menurut pandangannya, langkah transparan ini sangat penting untuk meredam kegaduhan dan spekulasi negatif yang sempat berkembang liar di tengah masyarakat. Semua pihak kini bisa bernapas lega setelah mendapatkan kejelasan.
Dengan nada lega, Krismadinata menyampaikan rasa syukurnya di hadapan awak media. “Alhamdulillah semuanya sudah jelas. TNI sudah menyampaikan hasilnya, bertanggung jawab atas kejadian ini, dan masyarakat sekarang bisa tenang,” kata Krismadinata, Selasa (9/6/2026). Beliau terlihat sangat meyakinkan saat menyampaikan pernyataan tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat luas, khususnya para orang tua mahasiswa, untuk tidak lagi merasa cemas mengenai keamanan di area kampus Air Tawar, Padang. Pihaknya sudah menjamin situasi terkendali dan tidak ada lagi ancaman serupa.
“Masyarakat tidak perlu resah lagi. Orang tua tidak perlu khawatir untuk anak-anaknya yang kuliah di UNP karena sudah ada jaminan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Beliau ingin mengembalikan rasa percaya diri para orang tua yang mungkin masih menyimpan kekhawatiran.
Sebagai langkah preventif ke depan, pihak rektorat berkomitmen untuk memperketat koordinasi dengan komando kewilayahan TNI. Mereka tidak akan membiarkan celah keamanan terjadi lagi. UNP kini menjamin bahwa setiap aktivitas berisiko tinggi di sekitar lingkungan kampus akan dipantau ketat demi menjaga keamanan ruang belajar mahasiswa. Semua demi masa depan pendidikan yang lebih aman dan nyaman.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
