Exposenews.id – Persija Jakarta lagi-lagi bikin heboh pecinta sepak bola Tanah Air. Klus yang bermarkas di ibu kota ini resmi memasuki babak baru persiapan mereka menyambut musim 2026-2027. Begitu kompetisi Super League 2025-2026 resmi berakhir, Macan Kemayoran langsung mengambil langkah tegas dengan melepas tujuh pemain sekaligus. Bayangkan, tujuh pilar penting akhirnya harus mengakhiri kebersamaan mereka bersama tim kebanggaan Jakmania ini.
Lantas, siapa saja tujuh nama yang didepak Persija? Dari daftar yang beredar, klub secara resmi berpisah dengan Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Jean Mota, Emaxwell Souza, dan Allano Lima. Kelimanya dipastikan tidak lagi berseragam Persija karena kontrak mereka sudah habis. Sementara itu, dua nama lainnya yakni Thales Lira serta Alaaeddine Ajaraie terpaksa kembali ke klub asal masing-masing. Keduanya harus angkat kaki karena masa pinjamannya sudah berakhir tanpa opsi perpanjangan.
Proses pemecatan massal ini bukan tanpa alasan, lho! mereka sengaja melakukan perombakan besar-besaran sebagai bagian dari pembentukan skuad baru yang tengah mereka godok untuk menghadapi musim depan. Manajemen jelas tidak ingin setengah-setengah dalam membangun tim yang lebih kompetitif.
Emaxwell dan Allano Torehkan Kenangan Manis Sebelum Pamit
Di antara ketujuh pemain yang hengkang ini, ada dua nama yang benar-benar menyisakan jejak mendalam di hati para pendukung Persija. Emaxwell Souza dan Allano Lima menjadi dua bintang yang memberikan kontribusi paling spektakuler sepanjang musim kemarin. Jangan heran jika banyak Jakmania yang merasa kehilangan!
Coba bayangkan, Emaxwell sukses menutup musim sebagai mesin gol paling haus bagi Persija. Pemain asal Brasil itu berhasil mencetak 16 gol dan menambahkan empat assist hanya dari 31 penampilan. Wah, produktivitas yang luar biasa, bukan? Sementara itu, Allano tampil memukau sebagai dalang serangan dengan gelar penyumbang assist terbanyak tim. Ia mencatatkan sembilan assist plus sembilan gol tambahan dari 29 pertandingan. Duet maut mereka jelas akan sangat dirindukan lini serang Macan Kemayoran.
Bruno Tubarao juga tidak bisa dianggap remeh. Sejak awal musim, pemain Brasil lainnya ini menjadi bagian penting skuad Persija. Ia menorehkan satu gol dan empat assist dari 27 laga yang ia lakoni. Meski tidak semencolok Emaxwell atau Allano, kontribusinya tetap terasa di lapangan.
Di lini pertahanan, Thales Lira juga menunjukkan taringnya. Selama masa pinjaman bersama Persija, ia tampil dalam 22 pertandingan dan cukup solid menjaga benteng belakang. Sayangnya, ia harus kembali ke klub asal setelah masa peminjamannya berakhir.
Carlos Eduardo, Kiper dengan Masa Bakti Terpanjang, Akhirnya Berpisah
Ada satu nama lagi yang pasti bikin fans Persija sedikit tersentuh. Carlos Eduardo ternyata menjadi pemain dengan masa bakti terlama di antara ketujuh nama yang berpisah. Bagaimana tidak? Kiper asal Brasil ini sudah bergabung sejak musim Liga 1 2024-2025, dan ia berhasil menghabiskan dua musim penuh bersama Persija.
Pada kompetisi Super League 2025-2026, Eduardo masih dipercaya sebagai salah satu penjaga gawang andalan. Ia tampil dalam 21 pertandingan dengan catatan yang cukup mentereng: 31 penyelamatan krusial dan delapan clean sheet. Kehilangan kiper sekaliber Eduardo jelas menjadi pukulan tersendiri bagi lini pertahanan Persija.
Jean Mota dan Alaaeddine, Duet Midseason yang Langsung Berpamitan
Jangan lupakan dua nama yang bergabung di tengah musim! Jean Mota dan Alaaeddine Ajaraie resmi didatangkan Persija pada jendela transfer pertengahan musim 2025-2026. Manajemen sengaja memboyong mereka untuk menambah opsi di sektor serangan pada paruh kedua kompetisi.
Hasilnya? Jean Mota langsung menunjukkan kelasnya dengan mencatatkan satu gol dan empat assist hanya dari 13 penampilan. Sementara Alaaeddine Ajaraie tak mau ketinggalan. Ia membukukan tiga gol dan satu assist dalam 15 pertandingan bersama Macan Kemayoran. Meski hanya membela Persija dalam waktu singkat, keduanya turut ambil bagian dalam perjalanan tim sepanjang musim lalu. Sayang, kebersamaan yang singkat ini harus segera berakhir.
Siapkan Tim Baru! Persija Tak Ingin Main-Main untuk Musim Depan
Nah, ini bagian yang paling dinanti-nanti! Presiden Persija, Mohamad Prapanca, akhirnya buka suara terkait pemecatan massal ini. Dengan penuh apresiasi, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemain yang meninggalkan klub. Menurutnya, dedikasi dan profesionalisme yang mereka tunjukkan selama membela tim ibu kota tidak akan pernah dilupakan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka yang selama ini telah menunjukkan etos kerja, perjuangan, dan profesionalisme yang luar biasa dari hari ke hari bersama Persija. Persija akan terus mengenang kontribusi mereka sebagai bagian dari keluarga besar Macan Kemayoran,” ujar Prapanca dengan nada haru.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa klub kini tengah fokus membangun fondasi baru untuk menghadapi musim berikutnya. Jangan bayangkan Persija akan tinggal diam! Mereka justru sedang menyiapkan kejutan besar.
“Saat ini kami terus bekerja untuk membentuk tim yang lebih tangguh pada musim depan, termasuk mendatangkan pelatih dan pemain-pemain yang dapat mengantarkan Persija ke level yang lebih baik,” tegas Prapanca dengan penuh keyakinan.
Dengan demikian, kepergian ketujuh pemain tersebut hanyalah awal dari proses perombakan skuad besar-besaran yang akan dilakukan Persija. Semua ini demi satu tujuan: meningkatkan daya saing tim pada musim 2026-2027. Akankah Macan Kemayoran kembali menjadi raja? Waktu yang akan menjawab. Satu yang pasti, Jakmania harus bersiap menyambut wajah baru Persija yang lebih garang musim depan!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
