Berita  

Ekspor Kopi Indonesia ke Australia Cetak Rekor Baru, Tembus Rp 114 Miliar

JAKARTA, Exposenews.id – Wah, kabar manis nih buat pecinta kopi dan pelaku usaha Tanah Air! Ternyata, hubungan dagang Indonesia dan Australia dalam lima tahun terakhir makin mesra. Salah satu bintang utamanya? Kopi Indonesia yang makin dilirik pasar Negeri Kanguru!

Kerja Sama Kian Matang, Ekspor Kopi Melambung Tinggi

Nah, siapa sangka, kesepakatan dagang yang dijalin kedua negara ternyata membuahkan hasil manis. Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, mengungkapkan bahwa implementasi Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) menjadi fondasi kokoh yang memperkuat hubungan dagang kedua negara. Perjanjian ini benar-benar membuka pintu lebar-lebar bagi produk unggulan Indonesia, termasuk kopi, untuk bersaing di pasar Australia.

Lantas, seberapa besar sih nilai ekspor kopi kita? Data dari Australian Bureau of Statistics menunjukkan angka yang cukup mencengangkan. Ekspor kopi Indonesia ke Victoria, Australia, tembus 9,77 juta dollar Australia pada periode Juli 2024 hingga September 2025. Kalau dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai Rp 114,26 miliar! Angka ini didapat dengan asumsi kurs Rp 11.695 per dollar Australia. Bayangkan, segunung kopi hijau (green beans) yang menjadi primadona ekspor kita ini mampu mengalirkan devisa sebesar itu hanya dalam kurun waktu satu tahun lebih.

Siapa Sangka, Dalam Tiga Bulan Saja Melonjak Drastis!

Yang lebih menarik lagi, peningkatan ekspor ini tidak terjadi secara biasa-biasa saja. Dari data yang ada, terjadi lonjakan signifikan pada periode Juli hingga September 2025. Dalam tiga bulan tersebut, nilai ekspor kopi Indonesia ke Victoria mencapai 3,91 juta dollar Australia. Angka ini ternyata mencakup sekitar 40 persen dari total ekspor kopi selama periode 2024-2025! Ini menunjukkan bahwa permintaan kopi Indonesia sedang mengalami puncaknya dan pasar Australia sangat responsif terhadap kualitas kopi kita.

Dubes Siswo Pramono pun memberikan apresiasi sekaligus semangat kepada para pelaku usaha. Menurutnya, ini adalah momen penting untuk terus memperkuat kemitraan global. Beliau mendorong para eksportir dan petani kopi untuk tidak pernah berhenti membuka peluang perdagangan baru. Selain itu, inovasi dan keberlanjutan industri kopi Indonesia harus terus digiatkan. Jangan sampai kita hanya puas dengan ekspor biji mentah, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang lebih kuat dari hulu ke hilir.

Kopi Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Dua Negara

Ternyata, geliat ekspor kopi ini ikut mendorong pertumbuhan perdagangan secara keseluruhan antara Indonesia dan Australia. Jika kita melihat data total perdagangan barang dan jasa, angkanya melonjak luar biasa. Dari 13,3 miliar dollar Australia pada tahun 2020, kini melesat menjadi 31,3 miliar dollar Australia pada tahun 2025. Artinya, terjadi pertumbuhan sekitar 116 persen dalam lima tahun! Kopi memang bukan satu-satunya komoditas, tetapi perannya cukup signifikan dalam memperkuat tren positif ini.

Gencar Promosi di Ajang Pameran Kelas Dunia

Pemerintah dan para pegiat kopi tidak hanya diam di rumah, lho. Mereka aktif mempromosikan kopi Indonesia di ajang internasional bergengsi, salah satunya adalah Melbourne International Coffee Expo (MICE). Partisipasi Indonesia pada tahun 2025 lalu membuahkan hasil yang manis. Dalam acara tersebut, tercatat ada 53 prospek bisnis yang menjanjikan dengan potensi transaksi mencapai 2,39 juta dollar Australia. Ini bukti bahwa kopi Indonesia memiliki tempat spesial di hati para penggemar kopi mancanegara.

Tak mau kehilangan momen, Indonesia kembali ambil bagian dalam MICE 2026 yang digelar pada 26 hingga 28 Maret 2026 di Melbourne Convention and Exhibition Centre. Di ajang ini, Paviliun Indonesia tampil lebih semarak dengan menampilkan tiga produsen andalan di bawah naungan Asosiasi Kopi Indonesia. Siapa saja mereka? Ada GravFarms Indonesia, Canaya Geothermal Coffee Producers, Bang Raden Coffee, serta Papua Black Gold Coffee. Mereka semua membawa ciri khas rasa dan cerita unik dari berbagai daerah di Indonesia.

Inovasi Keren: Limbah Kopi Disulap Jadi Bahan Fashion!

Yang bikin bangga, Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan kopi dalam bentuk minuman. Ada inovasi keren yang patut diacungi jempol! Bell Living Lab dari PT Kurva Lonceng Khatulistiwa turut meramaikan stan Indonesia. Inisiatif ini benar-benar out of the box karena mengolah limbah kopi menjadi material bernilai tinggi. Bayangkan, ampas kopi yang biasanya dibuang, kini disulap menjadi bahan baku untuk fesyen, furnitur, bahkan interior rumah. Ini menunjukkan bahwa industri kopi Indonesia tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga peduli pada keberlanjutan dan ekonomi sirkular. Potensi ini sangat besar untuk menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

Sesi “Trip to Origin”: Buka Mata Pasar Global

Pada 27 Maret 2026, Indonesia kembali menunjukkan taringnya dengan mengikuti sesi “Trip to Origin”. Dalam sesi ini, para peserta dengan percaya diri mempresentasikan produk unggulan mereka. Tak hanya itu, mereka juga menggelar coffee cupping, yaitu kegiatan mencicipi kopi secara profesional untuk memperkenalkan karakteristik unik kopi Indonesia. Mulai dari rasa yang fruity, earthy, hingga spicy, semuanya diperkenalkan secara langsung kepada para pembeli, barista, dan penggiat kopi internasional.

Kegiatan ini bukan sekadar pameran biasa, lho. “Trip to Origin” menjadi jembatan emas untuk memperluas jaringan bisnis dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pasar global. Para peserta bisa langsung menangkap tren terkini, mengetahui preferensi konsumen, serta membangun hubungan personal dengan calon mitra bisnis. Dengan cara ini, kopi Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga dipahami dan dicintai.

Pameran Kopi Terbesar di Australia, Pengunjung Tembus Puluhan Ribu!

MICE sendiri merupakan salah satu pameran kopi terbesar dan paling bergengsi di Australia. Acara ini menjadi magnet bagi para pemangku kepentingan industri kopi dari seluruh dunia. Dengan lebih dari 150 eksibitor yang berpartisipasi, puluhan ribu pengunjung memadati lokasi acara setiap tahunnya. Tahun lalu saja, jumlah pengunjung melampaui 30.000 orang! Ini adalah pasar yang sangat potensial, dan kehadiran Indonesia secara konsisten menunjukkan keseriusan kita dalam memenangkan hati para pecinta kopi di sana.

Dengan segudang prestasi dan inovasi yang terus digulirkan, masa depan kopi Indonesia di pasar internasional, khususnya Australia, terlihat sangat cerah. Dukungan penuh dari pemerintah melalui perjanjian dagang, kerja keras para petani dan eksportir, serta semangat inovasi dari generasi muda menjadi modal utama. Mari kita terus dukung produk lokal agar nama Indonesia semakin harum di dunia, satu tegukan kopi berkualitas!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Daftr Isi

Exit mobile version