Berita  

BBKSDA Konfirmasi Kematian Anak Harimau Kedua di Bandung Zoo Akibat Virus dari Induk

BANDUNG, Exposenews.id — Duka kembali menyelimuti Bandung Zoo. Setelah berjuang mati-matian melawan maut, anak harimau Benggala kedua yang sempat dirawat secara intensif akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Kamis (26/3/2026). Kabar memilukan ini langsung dibenarkan oleh Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya, yang dengan singkat namun pasti menyatakan, “Betul (mati).”

Terinfeksi Sejak Awal Kelahiran, Virus Sudah Mengintai dari Dalam Kandungan

Fakta mencengangkan terungkap di balik kematian tragis ini. Ternyata, dua anak harimau Benggala (Panthera tigris tigris) di Bandung Zoo tersebut sudah terinfeksi virus panleukopenia sejak mereka pertama kali dilahirkan. Siapa biang keroknya? Semua bukti mengarah pada induknya sendiri yang membawa virus mematikan itu sejak awal.

Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan tim medis, kedua anak harimau tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan tersebut. “Sementara berdasar hasil nekropsi, FLV positif dua-duanya,” ungkap Eri mengonfirmasi temuan mengejutkan ini. Artinya, sejak napas pertama mereka dihirup di dunia, virus sudah bersarang dalam tubuh mungil mereka.

Dua Hari Berselang, Dua Nyawa Melayang

Takdir berkata lain meskipun tim dokter hewan sudah berupaya maksimal. Kematian kedua anak harimau ini terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan, bagai sambaran petir yang menyambar dua kali di tempat yang sama. Anak harimau pertama lebih dulu berpulang pada Selasa, 24 Maret 2026, disusul adiknya yang menyusul dua hari kemudian pada Kamis, 26 Maret 2026.

“Selang dua hari, 24 Maret dan 26 Maret,” tambah Eri memperjelas rentang waktu duka yang memilukan ini. Bayangkan, hanya dalam kurun waktu 48 jam, Bandung Zoo kehilangan dua generasi penerus satwa dilindungi yang sangat berharga.

Sebelum kabar duka ini menyeruak, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sempat menyampaikan secercah harapan. Ia mengabarkan bahwa anak harimau kedua menunjukkan perkembangan yang menggembirakan setelah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter hewan yang tak kenal lelah. Semua pihak sempat berharap akan ada keajaiban.

Lima Dokter Hewan Bertarung Melawan Waktu

Bayangkan perjuangan heroik yang dilakukan tim medis Bandung Zoo! Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya lima dokter hewan terlibat langsung dalam proses pemantauan dan pengobatan anak harimau tersebut. Mereka bahu-membahu, bergantian siang malam memantau kondisi satwa mungil ini.

Apa saja yang mereka lakukan? Berbagai metode pengobatan canggih pun dikerahkan. Tim medis memberikan antibiotik untuk melawan infeksi sekunder, antiemetik untuk mengatasi muntah yang terus menerus, cairan rehidrasi untuk mencegah dehidrasi parah, suplemen imun untuk meningkatkan daya tahan tubuh, hingga antivirus untuk secara langsung melawan virus panleukopenia yang sudah menggerogoti tubuh sang anak harimau.

“Kondisi terbaru pukul 14.19 WIB, kondisi membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” ujar Farhan menyampaikan kabar yang sempat membuat semua pihak lega.

Bahkan ada kabar menggembirakan lainnya. “Makan sudah mulai masuk dengan bantuan keeper, dan secara bertahap ditingkatkan,” tambahnya. Bayangkan, setelah sekian lama sulit makan, akhirnya anak harimau ini mulai mau menerima asupan makanan dengan bantuan penjaga yang sabar. Sayangnya, semua upaya maksimal ini pada akhirnya belum cukup untuk menyelamatkan nyawanya.

Waspada! Virus Panleukopenia: Pembunuh Senyap Keluarga Kucing

Farhan menjelaskan secara rinci tentang bahaya mengerikan dari virus panleukopenia ini. Jangan anggap remeh! Virus ini merupakan penyakit yang secara khusus menyerang keluarga kucing (felin), dan harimau termasuk dalam kategori ini. Seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja, virus panleukopenia sangat berbahaya karena cara kerjanya yang sistematis menghancurkan pertahanan tubuh.

“Penyakit virus yang menyerang keluarga felin, seperti harimau dan kucing. Penyakit ini disebabkan oleh feline panleukopenia virus dan dapat menyebabkan penurunan sel darah putih,” ujarnya menguraikan.

Apa dampak fatal dari penurunan sel darah putih ini? Ketika sel darah putih anjlok drastis, sistem kekebalan tubuh menjadi lumpuh total. Akibatnya, tubuh satwa yang terinfeksi tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi lain yang masuk. Tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit yang seharusnya mudah dilawan. Dalam kasus anak harimau di Bandung Zoo, kondisi inilah yang pada akhirnya membuat mereka tak mampu bertahan meskipun sudah mendapatkan perawatan intensif.

Pelajaran Berharga dari Tragedi Bandung Zoo

Kematian dua anak harimau Benggala ini menjadi tamparan keras bagi pengelola kebun binatang di Indonesia. Virus yang diturunkan dari induk ke anak ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap satwa sebelum dikembangbiakkan. Apakah protokol kesehatan sudah berjalan dengan baik? Apakah screening virus pada induk sudah dilakukan secara rutin?

Pertanyaan-pertanyaan ini kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bandung Zoo dan kebun binatang lainnya di Indonesia. Karena nyawa satwa dilindungi seperti harimau Benggala tidak bisa ditukar dengan kelalaian sekecil apapun.

Masyarakat pecinta satwa pun kini turut berduka. Banyak yang menyoroti pentingnya peningkatan standar perawatan satwa di kebun binatang. Harimau Benggala sendiri merupakan subspesies harimau yang terancam punah, sehingga setiap kelahiran seharusnya menjadi kabar gembira, bukan justru berakhir dengan kematian tragis seperti ini.

Bandung Zoo kini diharapkan segera mengevaluasi menyeluruh protokol penanganan kesehatan satwanya, terutama untuk satwa-satwa besar yang memiliki nilai konservasi tinggi. Karena ke depan, tidak boleh ada lagi nyawa satwa yang melayang sia-sia akibat infeksi virus yang sebenarnya bisa dicegah dengan deteksi dini dan penanganan yang lebih tepat.

Kita semua berharap, semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Anak harimau pertama dan kedua yang telah berpulang, semoga tenang di alam sana. Bandung Zoo, kami tunggu langkah konkret perbaikannya!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version