Berita  

Everton Bungkam Chelsea 3-0, Posisi The Blues di Klasemen Terus Merosot

Exposenews.id – Malam itu, Stadion Hill Dickinson berubah menjadi arena neraka bagi skuad asuhan Liam Rosenior. Hasil akhir pertandingan pekan ke-31 Liga Inggris 2025-2026 benar-benar mengejutkan: Everton 3-0 Chelsea. The Blues tak berkutik dan pulang dengan tangan hampa usai digilas habis oleh tim tuan rumah yang tampil garang.

Laga yang digelar pada Minggu (22/3/2026) dini hari WIB itu langsung berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Namun, siapa sangka, anak asuh David Moyes justru tampil begitu dominan. Everton melibas Chelsea habis-habisan lewat aksi memukau Beto yang mencetak dua gol (33′ dan 62′) serta satu gol tambahan dari Iliman Ndiaye yang menyegel kemenangan pada menit ke-76.

Kekalahan telak ini bukan sekadar mimpi buruk biasa. Ini adalah pukulan telak keempat yang beruntung bagi Chelsea! Sebelumnya, mereka sudah tak berdaya dihadapan PSG dan Newcastle. Sekarang, Everton ikut menambah derita panjang The Blues di kandang mereka sendiri. Akibat rentetan hasil buruk ini, Chelsea pun gagal total dalam perburuan lima besar klasemen. Mereka kini tertahan di peringkat keenam dengan raihan 48 poin, terpaut cukup jauh dari zona elite.

Di sisi lain, tiga poin tambahan ini bagaikan suntikan energi dahsyat bagi Everton. The Toffees meroket naik ke peringkat ketujuh dengan mengoleksi 46 poin. Mereka kini hanya berjarak dua angka di bawah Chelsea, membuktikan bahwa transformasi yang dilakukan David Moyes mulai menunjukkan hasil mematikan.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol, Petaka Justru Datang dari Serangan Balik Cepat

Sejak awal laga, Chelsea mencoba tampil percaya diri. Mereka berusaha menguasai bola dan menekan pertahanan Everton. Moises Caicedo langsung coba menggebrak. Ia melepaskan tendangan jarak jauh yang cukup keras, namun sayang, bola masih melenceng tipis dari sasaran. Chelsea seolah ingin menunjukkan bahwa mereka haus akan kemenangan.

Namun, Everton sama sekali tidak gentar. Mereka justru menunggu momen dengan sabar. Kiper Chelsea, Robert Sanchez, untuk pertama kalinya harus berjibaku setelah berhasil menahan tendangan berbahaya dari sang predator lini depan Everton, Beto. Pertahanan Chelsea mulai digoyang.

Chelsea sempat mendapat peluang emas melalui Joao Pedro. Ia nyaris saja membawa timnya unggul lebih dulu, tetapi kiper Everton, Jordan Pickford, tampil bak tembok baja. Pickford dengan sigap menggagalkan usaha tersebut, membuat lini serang Chelsea frustrasi.

Petaka bagi Chelsea akhirnya terjadi pada menit ke-33. Everton melancarkan serangan balik cepat yang membelah pertahanan The Blues. James Garner melepaskan umpan terobosan akurat yang langsung disambut Beto. Tanpa ampun, Beto menceploskan bola ke gawang Robert Sanchez. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Everton.

Tertinggal satu gol, Chelsea coba bangkit. Romeo Lavia mendapat peluang melalui sundulan, tetapi arah bolanya belum mampu membahayakan gawang Pickford. Hingga wasit meniup peluit panjang babak pertama, keunggulan Everton tetap bertahan. Chelsea memasuki ruang ganti dengan muka masam.

Babak Kedua: Mimpi Buruk Berlanjut, Everton Pesta Gol

Memasuki babak kedua, Everton langsung menggebrak. Mereka tidak memberi kesempatan Chelsea bernapas. Baru beberapa menit berjalan, Everton sudah mendapat peluang melalui sundulan James Tarkowski. Meski kali ini Robert Sanchez masih sigap mengamankan gawangnya, itu menjadi sinyal bahaya bagi Chelsea.

Tekanan Everton akhirnya membuahkan hasil lagi pada menit ke-62. Lagi-lagi, Beto yang menjadi biang kerok. Berawal dari serangan balik kilat yang diprakarsai Idrissa Gueye, bola langsung diselesaikan dengan dingin oleh Beto untuk mencetak gol keduanya malam itu. Skor berubah menjadi 2-0. Suasana di Stadion Hill Dickinson bergemuruh, sementara para pemain Chelsea terlihat patah arang.

Chelsea berusaha mencari gol hiburan. Enzo Fernandez mencoba peruntungannya, melepaskan tembakan yang cukup akurat. Namun, Pickford kembali menunjukkan kelasnya. Ia melakukan penyelamatan gemilang yang membuat gawang Everton tetap perawan.

Di sisi lain, Robert Sanchez juga melakukan tugasnya dengan baik. Pada menit ke-72, ia berhasil menahan tendangan jarak jauh Iliman Ndiaye yang mengancam. Namun, itu hanya menunda pesta Everton.

Puncak kehancuran Chelsea terjadi pada menit ke-76. Beto yang sedang on fire berubah menjadi kreator. Ia memberikan umpan sundulan matang kepada Iliman Ndiaye. Tanpa banyak berpikir, Ndiaye langsung melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau Sanchez. Skor 3-0 pun menjadi kenyataan pahit bagi Chelsea. Mereka benar-benar tersungkur telak di kandang lawan.

Susunan Pemain yang Menentukan Kekalahan

Hasil buruk ini tak lepas dari strategi yang diterapkan kedua pelatih. David Moyes sukses menerapkan taktik Everton (4-2-3-1) yang solid: Jordan Pickford; Vitaliy Mykolenko, Michael Keane, James Tarkowski, Jake O’Brien; Idrissa Gueye, James Garner; Iliman Ndiaye (diganti Rohl 89′), Kiernan Dewsbury-Hall (diganti Iroegbunam 89′), Dwight McNeil (diganti Branthwaite 78′); dan bintang lapangan Beto (diganti Barry 81′).

Sementara itu, Liam Rosenior gagal membangkitkan skuadnya. Chelsea (4-2-3-1) yang diturunkan: Robert Sanchez; Marc Cucurella, Jorrel Hato (langsung ditarik keluar diganti Garnacho 45′), Wesley Fofana, Malo Gusto; Moises Caicedo (diganti Adarabioyo 78′), Romeo Lavia (diganti Lavia 57’—catatan: ini tampak typo pada naskah asli, kemungkinan besar pemain pengganti berbeda); Pedro Neto, Enzo Fernandez, Cole Palmer, Joao Pedro (diganti Delap 78′). Pergantian yang dilakukan Rosenior nyatanya tidak mampu mengubah nasib timnya yang terus mengalami empat kekalahan beruntun.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Chelsea yang kini gagal merebut posisi lima besar. Tekanan pun kian membayangi sang pelatih, Liam Rosenior.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version