Berita  

Gas Air Mata Bukan Sekedar ‘Gas’: Ini Fakta yang Harus Kamu Tau Sebelum Terkena!

Gas air mata adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit

Exposenews.id – Pernah nggak sih, mata kamu tiba-taba pedih dan berair saat sedang melewati area demo? Hati-hati, jangan dianggap sepele! Bisa jadi, kamu sedang terkena gas air mata. Menurut penjelasan dr. Santi pada Sabtu (30/8/2025), gas air mata sebenarnya merupakan bahan kimia yang sengaja dirancang untuk mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. “Efeknya hanya sementara dan menurunkan kemampuan seseorang, tetapi pada dasarnya tidak bersifat mematikan,” jelasnya.

Ternyata, Gas Air Mata Bukan Berbentuk Gas!

Meski namanya ‘gas’, nyatanya zat ini bukanlah gas murni lho! Pada kenyataannya, senyawa aktif yang dipakai berbentuk padatan. Selanjutnya, pihak berwenang menyebarkannya dalam bentuk partikel halus menggunakan tabung atau semprotan bertekanan tinggi. dr. Santi memberikan analogi yang mudah dicerna, “Coba bayangkan ketika kamu menumpahkan tepung atau bedak bayi dari ketinggian. Kamu akan melihat seperti asap putih, padahal itu adalah partikel halus yang melayang di udara, bukan gas.” Dengan demikian, gas air mata yang berupa aerosol itu dengan mudah masuk ke saluran pernapasan, menempel di mata, dan juga menempel di kulit. Jenis yang paling umum digunakan adalah CS (chlorobenzylidenemalononitrile). Selain itu, ada juga beberapa jenis lain seperti CN, CR, PS, CA, atau bahkan kombinasi dari beberapa senyawa aktif.

Lalu, Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Terpapar Gas Air Mata?

Menurut dr. Santi, mekanisme kerja gas air mata sebenarnya cukup sederhana. Begitu partikel kimianya masuk ke tubuh, sistem pertahanan alami manusia langsung aktif dan bereaksi seketika. Senyawa kimia tersebut langsung mengiritasi semua selaput lendir di mata, hidung, tenggorokan, dan juga kulit. Akibatnya, tubuh pun merespons dengan berbagai cara untuk melindungi dirinya sendiri. Misalnya, mata akan mengeluarkan air dalam jumlah banyak agar bisa membilas senyawa asing tersebut keluar.

Tidak hanya itu, hidung juga ikut bereaksi dengan memproduksi lendir lebih banyak sebagai upaya untuk menjebak partikel berbahaya sebelum masuk lebih dalam ke tubuh. Saluran pernapasan pun tidak mau kalah; ia langsung memicu batuk dan bersin agar udara yang sudah terkontaminasi bisa segera dikeluarkan. Di sisi lain, tubuh juga bisa merespons dengan menyempitkan saluran napas. Tujuannya, agar partikel jahat tidak masuk terlalu dalam ke paru-paru.

Pada beberapa orang, paparan gas air mata bahkan bisa memicu rasa mual, muntah, hingga diare. Mengapa? Karena tubuh berusaha mengeluarkan zat kimia tersebut melalui saluran pencernaan. Sementara itu, pada kulit, gas air mata memicu reaksi peradangan dan luka bakar ringan. Tujuannya, agar berbagai senyawa berbahaya tidak menyebar ke area kulit lainnya.

Waspada! Gejala Gas Air Mata Bisa Jadi Lebih Parah

Umumnya, gejala akibat gas air mata bersifat sementara dan akan mereda dalam 15 sampai 30 menit setelah kamu menjauh dari sumber paparan. Namun, dr. Santi memperingatkan bahwa ada beberapa kelompok orang yang justru bisa mengalami gejala lebih berat dan berlangsung lebih lama. Kelompok rentan ini termasuk para penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit pernapasan lainnya.

Selain itu, lansia, bayi, anak-anak, orang yang terpapar dari jarak sangat dekat, hingga mereka yang terjebak di ruang tertutup dengan sirkulasi udara buruk juga berisiko mengalami dampak yang lebih serius. Oleh karena itu, kamu harus sangat berhati-hati dan segera mencari udara segar jika terkena paparan.

Efek Jangka Panjang Gas Air Mata: Bisa Sebabkan Kebutaan Hingga Kerusakan Permanen!

Walaupun sering disebut tidak mematikan, paparan gas air mata dalam dosis tinggi atau yang terjadi berulang kali ternyata bisa memberikan dampak yang sangat serius. Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, gas air mata dapat menyebabkan kebutaan, glaukoma, gagal napas, hingga kerusakan permanen pada tenggorokan dan paru-paru.

Risiko ini akan semakin diperparah jika gas air mata yang digunakan sudah kedaluwarsa atau disimpan dengan cara yang salah. Mengapa? Karena senyawa yang sudah terurai bisa menghasilkan zat-zat beracun yang jauh lebih berbahaya, seperti phosgene, cyanide, dan nitrogen. Jadi, bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika tubuh terpapar zat-zat tersebut!

Pada intinya, gas air mata termasuk senyawa kimia yang bekerja dengan mengiritasi organ tubuh. Gejalanya mungkin terlihat menakutkan; mata berair, sesak napas, kulit terasa terbakar. Akan tetapi, sebagian besar gejalanya hanya bersifat sementara. Menurut dr. Santi, dengan memahami apa itu gas air mata dan bagaimana gejalanya, kita bisa menjadi lebih waspada dan tahu apa yang harus dilakukan jika suatu saat terkena paparannya. Jadi, selalu jaga diri dan hindari area berbahaya ya!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com