Exposenews.id, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki program Kerangka Sampel Area (KSA) guna mengetahui persediaan padi dan jagung secara ril di 34 provinsi.
Kepala BPS Sulawesi Utara, Asim Saputra berujar KSA didefinisikan sebagai teknik pendekatan penyampelan yang menggunakan area lahan sebagai unit enumerasi. Sistem ini berbasis teknologi sistem informasi geografi (SIG), pengideraan jauh, teknologi informasi, dan statistika yang saat ini sedang diimplementasikan di Indonesia untuk perolehan data dan informasi pertanian tanaman pangan.
“Pendekatan KSA diharapkan mampu menjawab penyediaan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung perencanaan Program Ketahanan Pangan Nasional,” jelas Asim saat ditemui di kantornya, Kamis (9/9).
Pelaksanaan kegiatan KSA ini dapat terwujud sebagai hasil kerjasama antara Badan Pusat Statistik, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Unit statistik (statistical unit) yang menjadi sasaran kegiatan sampai ke level Kecamatan, sedangkan obyek komoditas pertanian tanaman pangannya adalah padi dan jagung.
“Jadi dulu itu kita buta tentang kesediaan pangan. Nah sekarang dengan KSA yang diterapkan sejak 2018 fase tumbuh padi dan jagung bisa dimonitor dan dihitung,” tambahnya.
Dijelaskan Asim bahwa setiap minggu terakhir per bulannya, petugas BPS turun memotret kondisi ril di sawah. Adapun sawahnya ditentukan berdasarkan satelit.
“Satelitnya langsung menjelaskan titik koordinatnya. Kami targetkan KSA 100 persen, gak boleh ada yang meleset,” tukas dia.
(RTG)
