Exposenews.id, Manado – Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara mencatat angka pengangguran terbuka di Sulut menurun sebanyak 4.000 orang. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut melihat penurunan itu belum signifikan.
“Pengangguran terbuka menurun 4.000 orang, walaupun tidak signifikan, karena masih ada 85.000 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka. Tapi kita bersyukur angka setengah menganggur dan kerja separuh waktu juga menurun jumlahnya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo saat dijumpai Exposenews.id, Rabu (10/11).
Dijelaskan Erny bahwa menurunnya angka pengangguran ini dikarenakan aktivitas ekonomi Sulut mulai bergerak lagi. Pasalnya selama ini terdampak PPKM.
“Aktivitas ekonomi yang ada di sektor ekonomi mulai terbuka. Dulu kan PPKM sekarang kita bersyukur mall, hotel sudah terbuka lagi. Ini tentu saja berdampak pada penyerapan naker,” kata Erny.
Diakuinya bahwa masih diperlukan kerja keras lagi untuk lebih menurunkan angka pengangguran Sulut. Sambil berharap pandemi Covid-19 berakhir.
“Semoga pandemi berakhir supaya lebih ada pergerakan perekonomian, khususnya di sektor pariwisata. Karena yang berdampak sekali pariwisata kita,” sebut dia.
Dia bilang daya beli masyarakat masih juga belum normal, walaupun terjadi peningkatan ekonomi yang tumbuh 8,4 persen di triwulan kedua dan 3,15 persen di triwulan ketiga tahun ini.
“Daya beli masyarakat kita masih belum seperti dulu. Meskipun di jalan sudah macet tapi kalau dilihat di pusat-pusat perbelanjaan daya belinya belum normal,” tukas dia.
Menurutnya, diperlukan sinergitas dari Pemprov Sulut, Pemkot Pemkab, bahkan dunia usaha untuk menekan ke bawah angka pengangguran Sulut.
(RTG)
