JAYAPURA, Exposenews.id – Kabar mengejutkan kembali mengguncang publik Papua Tengah setelah gedung utama Kantor Bupati Intan Jaya secara mengejutkan disatroni oleh kawanan pembobol misterius. Akibat dari aksi pencurian nekat tersebut, sejumlah barang berharga beserta dokumen penting dilaporkan raib digasak pencuri yang bergerak sangat lihai tanpa meninggalkan jejak yang jelas di lokasi kejadian.
Bahkan yang lebih membuat publik mengelus dada, insiden perampokan di area pusat pemerintahan daerah ini ternyata bukanlah kejadian langka yang baru pertama kali muncul. Peristiwa kelam tersebut sudah tercatat sebagai aksi kejahatan berulang yang keempat kalinya secara beruntun menyasar kompleks kantor bupati sepanjang tahun 2026.
Merespons kehebohan yang meresahkan publik tersebut, Kasat Reskrim Polres Intan Jaya Ipda Andi Awaludin Arham Putra secara tegas membenarkan kebenaran peristiwa pembobolan dan pengrusakan area perkantoran Pemkab tersebut. Beliau menyampaikan bahwa jajaran penyidik kepolisian telah mengambil serangkaian langkah taktis awal demi membongkar tabir kejahatan pencurian dan perusakan aset publik tersebut secara tuntas.
“Memang benar bahwa aksi pencurian beserta perusakan fasilitas telah terjadi di lingkungan Kantor Bupati Intan Jaya. Oleh karena itu, kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam dan saat ini kami terus mendalami seluruh potensi petunjuk yang ada di tempat kejadian,” ungkap Ipda Andi Awaludin secara gamblang pada Sabtu (31/10/2026).
Polisi Turun Tangan dan Sisir Olah TKP
Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan informasi awal mengenai insiden tersebut, jajaran penyidik Satuan Reskrim Polres Intan Jaya langsung bergerak cepat mendatangi lokasi guna menggelar kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara terukur dan teliti.
Selain menggelar olah TKP, jajaran polisi di lapangan juga telah menghimpun serta meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci demi mengumpulkan potongan petunjuk penting yang berhubungan langsung dengan rangkaian aksi pencurian tersebut.
Tak berhenti di situ saja, tim penyidik kepolisian saat ini masih sibuk menyusun pendataan secara menyeluruh mengenai jajaran barang dan inventaris kantor yang dilaporkan lenyap, sembari menghitung estimasi kerugian dari beberapa harta benda yang secara sengaja dibakar maupun dirusak oleh para pelaku.
“Tim penyidik kepolisian sudah menuntaskan olah TKP di lokasi dan terus meminta keterangan dari beberapa orang saksi. Di samping itu, saat ini kami juga sedang merampungkan proses pendataan inventaris terhadap barang-barang yang dilaporkan raib serta sejumlah aset daerah yang sengaja dibakar maupun dirusak oleh pelaku,” jelasnya mendetail.
Empat Kali Kebobolan Sepanjang 2026 Tanpa Laporan Resmi
Selanjutnya, Andi juga membeberkan temuan data kepolisian yang sangat mengejutkan, di mana rangkaian aksi nekat pembobolan di kawasan pusat pemerintahan Kantor Bupati Intan Jaya ini terbukti sudah berlangsung sebanyak empat kali sepanjang tahun 2026.
Apabila kita merunut catatan kronologi kejadiannya, peristiwa perampokan pertama meletus pada tanggal 3 Maret 2026, kemudian aksi kedua menyusul pada 25 Juli 2026, berlanjut lagi pada aksi ketiga tanggal 19 Oktober 2026, dan insiden terbaru kembali menghantam pada 28 Oktober 2026.
“Berdasarkan rekaman data dan informasi yang berhasil kami himpun, memang betul bahwa pencurian di kompleks Kantor Bupati Intan Jaya sudah berulang sebanyak empat kali. Kendati begitu, uniknya hingga saat ini belum ada satu pun laporan polisi secara resmi yang dilayangkan oleh pihak korps Pemkab kepada Polres Intan Jaya,” beber Andi mengungkapkan fakta lapangan.
Meskipun pihak aparat kepolisian belum menerima berkas laporan resmi dari pemerintah daerah setempat, jajaran Polres Intan Jaya menegaskan bahwasanya mereka akan tetap melangsungkan proses penyelidikan secara independen dan profesional demi membongkar benang kusut dari deretan aksi kejahatan beruntun ini.
Terkendala CCTV Rusak, Polisi Minta Bantuan Warga
Namun demikian, Andi dengan jujur mengakui bahwasanya proses penyidikan di lapangan saat ini masih menghadapi berbagai hambatan yang cukup berat. Di antara kendala utama yang merintangi penyidik adalah sangat minimnya ketersediaan saksi mata yang melihat atau mengetahui peristiwa pembobolan tersebut secara langsung saat kejadian berlangsung.
Di samping kelangkaan saksi, kondisi di lapangan makin diperparah oleh kenyataan bahwa perangkat kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekeliling kawasan vital kantor bupati ternyata berada dalam kondisi rusak parah. Alhasil, perangkat keamanan tersebut sama sekali tidak bisa menyuguhkan rekaman visual yang berguna untuk mengidentifikasi sosok pelaku.
“Oleh sebab itu, hingga kini kami masih belum dapat memastikan siapa dalang maupun pelaku utama di balik kejahatan ini karena keterbatasan saksi dan rusaknya fasilitas CCTV di lokasi. Kendati demikian, kami menegaskan tidak akan menyerah dan akan terus berupaya maksimal mengumpulkan bukti-bukti baru guna mengusut tuntas kasus ini,” paparnya dengan nada mantap.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat mengerti dan menghayati tingginya ekspektasi masyarakat Intan Jaya yang amat mendesak agar para oknum pembobol dan pembuat rusaknya aset daerah tersebut bisa segera diringkus dan diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Oleh karena itulah, pihaknya secara terbuka mengimbau dan mengajak seluruh lapisan warga masyarakat serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Intan Jaya untuk berani mengambil peran aktif dalam membantu penyidik melalui pemberian informasi apa pun yang berkaitan dengan indikasi keberadaan para pelaku.
“Maka dari itu, kami mengetuk hati warga masyarakat dan para pegawai Pemda Intan Jaya untuk tidak pernah ragu membagikan info atau petunjuk sekecil apa pun kepada kepolisian. Sebab bagaimanapun juga, dukungan nyata serta sinergi dari warga merupakan pilar paling krusial untuk menyingkap tabir kejahatan ini,” imbaunya menutup penjelasan.
Pada akhirnya, jajaran Polres Intan Jaya berikrar untuk terus menggencarkan tindakan penegakan hukum secara tegas sekaligus menguatkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya agar situasi daerah tetap berada dalam kondisi aman, damai, dan kondusif.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com




