SOLO, Exposenews.id – Pemerintah Kota Solo akhirnya mengambil langkah tegas dengan menetapkan status tanggap darurat untuk kebakaran hebat yang melanda TPA Putri Cempo. Keputusan ini langsung membuka akses terhadap dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang diperkirakan mencapai angka fantastis, Rp 2,3 miliar, untuk memadamkan api yang terus membara di tempat pembuangan akhir tersebut.
Situasi mencekam terjadi ketika TPA Putri Cempo dilalap sijago merah sejak Rabu (2/9/2026) petang. Api dengan cepat melahap tiga blok sekaligus, yakni Blok B, Blok C, dan Blok D, membuat warga sekitar dan petugas kepanikan. Menyadari besarnya dampak yang ditimbulkan, Pemkot kemudian menggelar rapat darurat dan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana pada Kamis (3/9/2026) malam.
Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, melalui keterangan resmi yang diterima Selasa (8/9/2026), menyatakan bahwa status darurat ini memberikan kelonggaran bagi pemerintah untuk memanfaatkan APBD secara maksimal. “Pak Wali sudah menetapkan status darurat bencana. Dengan keputusan ini, kami bisa langsung menggunakan APBD, terutama untuk menangani warga yang terdampak dan operasional pemadaman,” ungkap Budi dengan nada penuh optimisme.
Untuk operasional pemadaman dan penanganan kebakaran TPA Putri Cempo, pemerintah mengalokasikan anggaran BTT sekitar Rp 2,3 miliar. Namun, Budi menegaskan bahwa jika anggaran tersebut dirasa kurang memadai, pihak DPRD masih memiliki ruang fleksibilitas yang cukup luas. “Kami masih bisa melakukan penyesuaian dalam pembahasan APBD Perubahan nantinya. Semoga anggaran ini mencukupi, tetapi jika tidak, kami masih memiliki waktu untuk membahasnya lebih lanjut dalam Raperda APBD Perubahan,” jelasnya.
Wacana BTT mengalir lagi: dari Rp 4,5 M ke Rp 7,5 M!
Perubahan signifikan terjadi dalam pembahasan alokasi BTT. Sebelum kebakaran melanda, dalam pembahasan KUPA-PPAS, alokasi BTT sempat dipangkas dari sekitar Rp 7,5 miliar menjadi Rp 4,5 miliar. Namun, peristiwa kebakaran ini mengubah segalanya. Wacana untuk mengembalikan alokasi BTT ke angka Rp 7,5 miliar pun menguat untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah hingga akhir tahun anggaran.
“Saat ini kami sedang gencar membahas Raperda APBD Perubahan 2026. Dalam pembahasan KUPA kemarin, kami sempat mengurangi BTT. Dari Rp 7,5 miliar turun menjadi sekitar Rp 4,5 miliar. Namun, dengan adanya kejadian ini, Pak Sekda menyampaikan wacana untuk mengembalikannya lagi menjadi Rp 7,5 miliar untuk BTT,” terang Budi dengan nada bersemangat.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan buruk yang masih mengintai. Pemerintah daerah tidak mau mengambil risiko dengan anggaran yang minim di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya terkendali.
Monitoring langsung ke lokasi: Blok B masih menyisakan titik api!
DPRD Solo bergerak cepat dengan melakukan monitoring langsung ke TPA Putri Cempo pada Senin (7/9/2026). Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo bersama Wakil Ketua DPRD Solo, Daryono, Muhammad Bilal, dan Ardianto Kuswinarno, turun langsung memantau perkembangan penanganan kebakaran di lokasi.
Budi mengungkapkan bahwa kondisi di Blok C saat ini relatif sudah mulai terkendali setelah berbagai upaya pemadaman dilakukan. Namun, pihaknya tetap waspada dan terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan titik-titik api tidak muncul kembali secara tiba-tiba.
Perhatian utama kini tertuju pada Blok B yang masih menjadi momok menakutkan. Pada siang hari, titik api di blok tersebut memang tidak terlalu terlihat. Anehnya, ketika petugas melakukan penyemprotan air, kepulan asap kembali mengepul dengan lebat. Fenomena ini mengindikasikan bahwa masih ada titik-titik api yang bersembunyi di dalam tumpukan sampah yang membara.
Pemkot Solo tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Berbagai rekayasa teknik diterapkan untuk mempercepat proses pemadaman. Koordinasi intensif pun dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan maksimal.
“Kami berharap beberapa langkah tindakan akan segera dilakukan. Salah satunya mungkin dengan memanfaatkan teknologi atau rekayasa cuaca. Selain itu, ada juga bantuan injeksi yang akan disuntikkan langsung ke lokasi titik-titik api yang membandel,” terang Budi dengan penuh harap.
Upaya pemadaman terus digenjot: teknologi dan kerja sama dengan BNPB
Operasi pemadaman yang melibatkan berbagai pihak terus berlangsung tanpa henti. Pemkot Solo mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, termasuk puluhan armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari berbagai wilayah. Ratusan personel dari berbagai instansi bahu-membahu memadamkan api yang terus membara.
Koordinasi dengan BNPB menjadi langkah strategis yang diambil. Bantuan berupa peralatan canggih dan personel ahli mulai dikerahkan ke lokasi. Teknologi rekayasa cuaca menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk mempercepat proses pemadaman.
“Ini adalah bencana yang kompleks, sehingga membutuhkan penanganan yang komprehensif. Kami tidak bisa hanya mengandalkan metode konvensional. Kami membutuhkan teknologi dan inovasi terbaru untuk menjinakkan api di TPA ini,” ujar Budi saat ditemui di lokasi kejadian.
Proses injeksi air dan bahan pemadam ke titik-titik api di dalam tumpukan sampah terus dilakukan secara intensif. Metode ini terbukti efektif untuk menjangkau titik api yang berada di dalam tumpukan sampah yang sulit dijangkau oleh pancaran air biasa.
Dampak asap dan kekhawatiran warga
Kebakaran ini tidak hanya mengancam infrastruktur TPA, tetapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan dan kenyamanan warga sekitar. Asap tebal yang mengepul selama berhari-hari menyebar ke pemukiman penduduk, menyebabkan berbagai keluhan kesehatan mulai dari gangguan pernapasan hingga iritasi mata.
Warga yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo terpaksa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Beberapa warga bahkan memilih mengungsi sementara untuk menghindari paparan asap yang berbahaya. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko kesehatan dan pengungsian bagi warga yang terdampak.
“Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Asapnya sangat mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak dan orang tua,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi. “Semoga pemerintah segera bisa memadamkan api ini sepenuhnya.”
Antisipasi ke depan: pembelajaran dari bencana
Peristiwa kebakaran TPA Putri Cempo menjadi pelajaran berharga bagi Pemkot Solo untuk lebih meningkatkan sistem pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan bencana. Wacana pengembalian anggaran BTT menjadi Rp 7,5 miliar menunjukkan komitmen pemerintah untuk lebih siap menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
“Kami akan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan sistem penanggulangan bencana di Solo. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” tegas Budi.
Pembahasan APBD Perubahan yang sedang berlangsung akan menjadi ajang untuk mengalokasikan anggaran yang lebih memadai bagi penanggulangan bencana. Dengan pengalaman ini, diharapkan ke depan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.
Kondisi terkini dan harapan
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi. Titik api di Blok B masih menjadi fokus utama petugas di lapangan. Koordinasi antara Pemkot Solo, DPRD, BNPB, dan berbagai pihak terkait terus dijalin untuk memastikan penanganan bencana ini berjalan optimal.
Masyarakat Solo berharap agar kebakaran ini segera teratasi sepenuhnya sehingga aktivitas normal dapat kembali pulih. Dukungan dan doa dari berbagai kalangan terus mengalir untuk para petugas yang berjuang di lapangan.
“Kami optimis dengan kerja sama semua pihak, kebakaran ini bisa segera diatasi. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan warga dan petugas di lapangan,” pungkas Budi dengan penuh keyakinan.
Situasi darurat ini menjadi ujian bagi ketangguhan dan kesiapsiagaan Pemkot Solo dalam menghadapi bencana. Dengan dukungan anggaran BTT yang memadai dan kerja sama yang solid dari berbagai pihak, diharapkan kebakaran TPA Putri Cempo dapat segera dituntaskan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





