Exposenews.id – Kebakaran lahan seluas 20,5 hektar di wilayah Betapus, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, menggemparkan warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda. Yang lebih mencengangkan, pihak berwenang menduga kuat api sengaja dinyalakan untuk membuka lahan tanam singkong! Namun hingga kini, dalang di balik kebakaran hebat ini masih misterius.
Petugas Temukan Petunjuk Mencengangkan di Lokasi Kebakaran
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengungkapkan fakta mengejutkan saat ditemui di lokasi kebakaran pada Senin (7/9/2026). Informasi tentang dugaan pembakaran sengaja ini muncul ketika petugas berjibaku memadamkan api pada Sabtu (5/9/2026).
“Awalnya dari Sabtu itu memang ada dugaan yang menguat. Kata warga, orang mau tanam singkong, begitu kira-kira,” ujar Suwarso dengan nada prihatin. “Tapi itu baru omongan warga, kita cari juga enggak ketemu pelakunya,” tambahnya.
Meski demikian, tim gabungan terus memburu pelaku yang nekat membahayakan lingkungan dan keselamatan warga.
Api Merembet dengan Cepat, Warga Ketakutan!
Setelah api pertama kali muncul, situasi berubah mencekam. Si jago merah dengan cepat merembet ke berbagai bagian lahan kering. Petugas bersama relawan sigap membentuk barikade manusia untuk mengendalikan arah penjalaran api. Mereka berjuang ekstra keras agar kobaran tidak semakin meluas dan mengancam pemukiman.
Yang membuat hati warga berdegup kencang, lokasi kebakaran ternyata hanya berjarak sekitar 50 meter dari permukiman penduduk! Bayangkan, hanya sepelemparan batu, nyawa dan harta benda warga terancam hangus.
“Bayangkan, awal mulanya kebakaran terjadi di dekat pemukiman penduduk, sekitar 50 meter saja!” ungkap Suwarso dengan ekspresi was-was.
Relawan Bertindak Cepat, Api Berhasil Dipotong!
Puncak kepanikan terjadi ketika api bergerak agresif ke arah belakang menuju kawasan Limo Asri, sekitar 100 meter dari lokasi awal. Namun, tim relawan Damkar menunjukkan kepahlawanan luar biasa dengan memotong jalur api.
“Kemudian apinya bergerak ke arah belakang, ke arah Limo Asri, itu sekitar 100 meter. Tapi kita cegat sama teman-teman relawan sehingga mengarah ke tengah dan akhirnya bisa kita cegat di daerah Betapus ini,” jelas Suwarso dengan lega.
Dua Hari Berkobar, Luas Terbakar Capai Rekor!
Kebakaran dahsyat ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu dan Minggu (6/9/2026). Bayangkan, kobaran api pertama kali menyala pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WITA dan baru bisa ditangani hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Itu artinya petugas berjuang tanpa henti selama 10 jam penuh!
“Hari Sabtu itu kebakarannya mulai jam 5 sore sampai jam 3 subuh. Itu masih belum dipadamkan maksimal,” kenang Suwarso.
Kejadian kembali terulang pada Minggu sejak sekitar pukul 12.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA. Total dari dua hari kejadian mengerikan tersebut, luas lahan yang hangus mencapai sekitar 20,5 hektar!
Memecahkan Rekor! Kebakaran Terbesar Sepanjang Sejarah BPBD
Yang mengejutkan, Suwarso mengakui bahwa luas tersebut menjadi kebakaran lahan terbesar yang pernah ditangani BPBD Samarinda. Sebelumnya, rekor kebakaran terbesar tercatat di wilayah Bantuas dengan luas hanya sekitar 10 hektar. Artinya, kali ini luasnya dua kali lipat lebih besar!
Medan Ekstrem, Petugas Berjuang Dengan Nyawa!
Perjuangan pemadaman selama dua hari bukanlah kisah mudah. Lokasi titik api berada sangat jauh dari jalan besar sehingga kendaraan pemadam tidak dapat mendekat. Petugas harus menarik selang sepanjang mata memandang dari kendaraan menuju titik api yang berkobar.
“Bayangkan, selang yang digunakan mungkin sampai 12-an rol lebih!” ungkap Suwarso menggambarkan kesulitan yang dihadapi.
Sumber air di lokasi juga sangat terbatas. Petugas kemudian berinisiatif melakukan pemadaman dari sejumlah sisi, termasuk dari arah Sungai Karang Mumus di kawasan Penggoring. Mereka harus berpacu dengan waktu dan kondisi yang terus berubah.
Vegetasi Kering dan Angin Kencang, Bencana Semakin Sulit Dikendalikan!
Kondisi alam justru memperparah situasi. Vegetasi yang mudah terbakar dan bagian bawah lahan yang kering bagaikan bensin yang siap menyala. Ditambah lagi angin besar yang bertiup kencang turut mempercepat penjalaran api.
“Tanamannya memang mudah terbakar dan di bagian bawahnya sangat kering. Belum lagi angin besar yang turut memengaruhi proses kecepatan penanganan apinya,” jelas Suwarso dengan nada serius.
Kerja Keras Membuahkan Hasil, Api Akhirnya Berhasil Dikendalikan!
Setelah melakukan pengepungan dari beberapa sisi bersama relawan Damkar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan pada Minggu malam. Hingga Senin, BPBD memastikan tidak ada lagi titik api yang terlihat di lokasi.
“Alhamdulillah, sampai detik ini tidak ada lagi titik api, meskipun mungkin masih ada potensi yang mengintai. Tapi teman-teman relawan selalu melakukan patroli pemantauan secara rutin,” kata Suwarso dengan lega.
Patroli Berlanjut, Masyarakat Diimbau Waspada!
Meski api telah padam, BPBD tidak lengah. Petugas masih terus melakukan patroli untuk mengantisipasi munculnya api baru. Mereka waspada terhadap potensi kebakaran susulan yang bisa muncul kapan saja.
Sementara itu, BPBD Samarinda mencatat sekitar 176 kejadian kebakaran lahan hingga data terakhir. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya masalah kebakaran lahan di wilayah tersebut.
Pelaku Masih Misterius, Polisi Bergerak Cepat!
Hingga kini, sosok pelaku pembakaran masih menjadi teka-teki. Tim gabungan terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang di balik kebakaran yang merugikan banyak pihak ini. Warga sekitar juga diminta untuk aktif memberikan informasi jika melihat hal-hal mencurigakan.
Kebakaran lahan ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan bahaya membuka lahan dengan cara dibakar. Selain merusak lingkungan, tindakan ini juga mengancam keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat sekitar.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang kembali di masa mendatang. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama dengan cara yang lebih ramah dan aman!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com





