Berita  

Maldini dan Leonardo Resmi Tinggalkan FIGC Usai Pirlo Gagal Jadi Pelatih Italia

Exposenews.id – Hanya berselang 10 hari sejak resmi bergabung, Paolo Maldini dan Leonardo secara mengejutkan memutuskan untuk angkat kaki dari jabatan strategis mereka di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Kedua legenda AC Milan tersebut mengundurkan diri dari posisi direktur teknis dan penasihat setelah proposal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala timnas Italia kandas di tengah jalan. Langkah dramatis ini terjadi ketika proyek besar mereka untuk membangkitkan kembali kejayaan Gli Azzurri yang gagal lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi beruntun justru menemui jalan buntu di awal-awal perjalanan.

KONFLIK INTERNAL FIGC MEMANAS: MALDINI DAN LEONARDO ANGKAT KAKI

Menurut kabar yang beredar luas di media-media Italia pada awal pekan ini, sumber internal FIGC mengungkapkan bahwa Maldini dan Leonardo memilih mundur karena mereka tidak bisa menerima keputusan Presiden FIGC, Giovanni Malago, yang menolak mentah-mentah pencalonan Pirlo. Kedua petinggi FIGC itu sebenarnya datang dengan misi mulia untuk merombak total struktur timnas Italia setelah tiga kegagalan beruntun di ajang Piala Dunia. Namun, setelah tawaran kepada Pirlo ditolak tanpa kompromi, Maldini dan Leonardo dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak memiliki alasan untuk bertahan. Para pengamat sepak bola Italia pun langsung berspekulasi bahwa ketegangan internal di tubuh FIGC memuncak hanya dalam hitungan hari, dan situasi ini tentunya mencoreng citra federasi yang tengah berusaha memperbaiki diri.

ALASAN DI BALIK PENOLAKAN PIRLO: KONTROVERSI BISNIS RUSIA

Malago disebut-sebut memiliki keberatan kuat terkait hubungan komersial Pirlo dengan beberapa merek asal Rusia. Para pejabat FIGC menganggap bahwa kerjasama Pirlo dengan perusahaan-perusahaan Rusia, termasuk Fonbet, berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan masalah reputasi di mata publik. Selain itu, Malago juga dikabarkan tidak ingin mengambil risiko politik dengan menghadirkan sosok yang memiliki ikatan erat dengan negara yang sedang berada dalam sorotan dunia internasional. Oleh karena itu, ia menolak usulan tersebut dan memilih untuk mencari kandidat lain yang lebih “aman” secara politis dan komersial. Situasi ini semakin memanas ketika beberapa anggota parlemen Italia turut angkat bicara, mendesak FIGC untuk lebih transparan dalam proses seleksi pelatih.

PIRLO DAN GUARDIOLA: MIMPI PELATIH TOP YANG SIRNA

Media-media negeri Pizza dengan gamblang memberitakan bahwa Maldini dan Leonardo sebenarnya hanya menginginkan satu nama, yaitu Andrea Pirlo, untuk menduduki kursi panas pelatih Gli Azzurri. Kedua mantan bintang AC Milan ini yakin bahwa Pirlo memiliki visi permainan modern dan karisma yang mampu mengangkat kembali moral skuad Italia. Sayangnya, setelah proposal brilian tersebut ditolak dengan alasan yang dinilai kurang kuat oleh banyak pihak, Maldini dan Leonardo tidak tinggal diam. Mereka dengan cepat mengemas koper dan meninggalkan proyek ambisius yang baru saja mereka mulai. Keputusan ini tentunya mengejutkan banyak penggemar sepak bola Italia, karena Maldini dan Leonardo dianggap sebagai figur kunci yang mampu membawa perubahan signifikan bagi timnas.

Kini, Andrea Pirlo dipastikan tidak akan lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia, meskipun sebelumnya namanya sempat melambung tinggi sebagai pengganti ideal Gennaro Gattuso. Proses seleksi pelatih pun menjadi semakin rumit setelah Pep Guardiola menolak tawaran menggiurkan untuk menangani juara Piala Eropa 2020 tersebut. Guardiola kabarnya masih betah di Manchester City dan belum berniat untuk pindah ke level internasional dalam waktu dekat. Akibatnya, FIGC kembali ke titik nol dan harus berburu pelatih baru di tengah situasi yang semakin pelik. Sementara itu, para penggemar Italia mulai gelisah dan mempertanyakan arah federasi yang terkesan tidak memiliki rencana matang.

KONTROVERSI FONBET: PIRLO TERJEBAK SKANDAL KOMERSIAL

Peluang Pirlo untuk melatih timnasnya sendiri akhirnya tertutup rapat setelah kontroversi seputar kerjasama komersialnya dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet, mencuat ke permukaan. Statusnya sebagai duta global perusahaan tersebut memicu kritik pedas dari beberapa pejabat FIGC dan anggota parlemen Italia yang menilai bahwa hubungan tersebut tidak pantas bagi seorang calon pelatih timnas. Mereka berargumen bahwa Pirlo seharusnya lebih selektif dalam memilih mitra bisnis, terutama di tengah situasi geopolitik yang sensitif. Kritik ini semakin keras setelah Pirlo menghadiri acara mewah Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama mantan rekan setimnya di timnas Italia, Marco Materazzi. Momen tersebut dianggap sebagai bumerang bagi karier kepelatihannya di tanah air.

Dalam unggahan Instagram pada Senin (27/7), Pirlo dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia. Ia menegaskan bahwa semua aktivitas profesionalnya selalu dilakukan sesuai dengan hukum dan kontrak yang berlaku. Pirlo juga membantah adanya unsur politik dalam kerjasama dengan Fonbet, dan menyebut bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Namun, pernyataan ini tidak cukup untuk meredakan kegaduhan yang terjadi. Para pengamat menilai bahwa langkah Pirlo untuk berbicara langsung di media sosial justru menunjukkan betapa seriusnya dampak kontroversi ini terhadap reputasinya. Akankah ini menjadi akhir dari mimpi Pirlo untuk melatih negaranya sendiri? Hanya waktu yang akan menjawab.

DUKUNGAN RUSIA MEMICU GELOMBANG BARU KONTROVERSI

Sementara itu, kasus ini menarik perhatian Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, yang secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada Pirlo. Paramonov menilai bahwa Pirlo adalah sosok profesional yang tidak pantas menjadi korban kampanye negatif. Dukungan dari diplomat Rusia ini justru menambah runyam situasi dan memicu reaksi beragam di kalangan penggemar sepak bola Italia. Ada yang menganggap bahwa intervensi asing ini semakin memperumit masalah, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk solidaritas yang wajar. Apa pun sudut pandangnya, satu hal yang pasti: drama di FIGC ini masih jauh dari selesai, dan masa depan timnas Italia kini berada di ujung tanduk. Apakah federasi akan segera menemukan pelatih baru, atau justru terjebak dalam krisis kepemimpinan yang berkepanjangan? Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com