Berita  

JFA Putuskan Moriyasu Bertahan Hingga Piala Asia, Oiwa Disiapkan untuk Siklus 2030

Exposenews.id – Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) secara mengejutkan akhirnya membuka suara mengenai masa depan singgasana kepelatihan Timnas Jepang. Mereka dengan tegas telah mengonfirmasi sebuah langkah berani yang bakal mengubah peta persaingan di Asia, bahkan dunia. Dalam sebuah pernyataan resmi yang menggemparkan, JFA memastikan bahwa Hajime Moriyasu hanya akan dipercaya untuk memimpin skuad senior Samurai Biru hingga gelaran Piala Asia 2027 mendatang. Keputusan krusial dan penuh perhitungan ini rupanya sudah mengemuka dalam sebuah pertemuan internal JFA yang digelar pada hari Kamis (23/7/2026) waktu setempat, dan kabar ini sontak menjadi buah bibir hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Rencana besar pun mulai terkuak, di mana estafet kepemimpinan di ruang ganti Timnas Jepang akan diserahkan sepenuhnya kepada Go Oiwa. Sosok juru taktik berusia 54 tahun ini bukanlah nama asing di kancah sepak bola Negeri Sakura, mengingat ia sebelumnya dipercaya untuk menukangi Timnas Jepang U23 sejak tahun 2021 lalu. Pergantian nakhoda kapal besar ini diproyeksikan bakal terjadi pada bulan Februari, tepat setelah turnamen tingkat benua tersebut usai digelar. JFA secara gamblang menyampaikan bahwa transisi kepelatihan ini sudah melalui berbagai pertimbangan matang dan merupakan bagian dari proyek jangka panjang yang ambisius.

“Oiwa… akan mengambil alih posisi manajer Samurai Biru saat mereka membidik Piala Dunia FIFA 2030,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari laporan Reuters pada Jumat (24/7/2026). Kalimat ini langsung menyulut imajinasi para penggemar tentang bagaimana wajah baru Timnas Jepang di masa depan. Mereka membayangkan formasi baru, filosofi permainan yang segar, dan semangat juang yang membara di bawah komando sang arsitek anyar yang dinilai memiliki visi modern untuk sepak bola Jepang. JFA sepertinya tidak ingin setengah-setengah, mereka sudah menatap target jauh ke depan untuk mengangkat prestasi Samurai Biru di kancah global.

Rekam Jejak Moriyasu dan Kilau Karier Oiwa

Siapa yang tak kenal Hajime Moriyasu? Pria yang telah menduduki jabatan pelatih kepala Timnas Jepang sejak usainya Piala Dunia 2018 di Rusia ini memiliki segudang pengalaman dan prestasi. Selama masa baktinya yang cukup panjang, ia sempat membawa anak asuhnya menembus fase gugur di edisi 2022 di Qatar. Saat itu, seluruh dunia menyaksikan bagaimana Jepang mampu mengalahkan raksasa Jerman dan Spanyol, meskipun pada akhirnya mereka harus takluk secara dramatis dari Kroasia lewat adu penalti yang menegangkan.

Kiprah Moriyasu di Piala Dunia 2026 bulan lalu pun patut diacungi jempol, karena ia kembali mengantarkan tim ke babak 32 besar sebelum harus berhenti di hadapan Brasil. Laga melawan Samba Boys itu berlangsung sengit dan berakhir dengan skor tipis 1-2 di menit-menit akhir pertandingan, sebuah kekalahan yang pahit namun tetap membanggakan bagi pendukung Samurai Biru. Pada level benua Asia, ia pernah memandu tim ke partai final edisi 2019 walau pada akhirnya dikalahkan oleh tuan rumah Qatar, dan terhenti di perempat final oleh Iran pada edisi 2023. Meski tidak selalu mulus, jejak Moriyasu tetap menjadi fondasi penting bagi regenerasi tim.

Di sisi lain, sang suksesor, Go Oiwa, bukanlah pelatih sembarangan. Memiliki rekam jejak kepelatihan yang solid di liga domestik, Oiwa sebelumnya telah menorehkan tiga penampilan internasional sebagai pemain bertahan yang tangguh. Pengalamannya di lapangan hijau memberikannya wawasan taktis yang mendalam, dan kini ia siap mengaplikasikannya di level tertinggi. Selain mengambil alih tim senior nantinya, ia akan tetap merangkap jabatan sebagai pelatih Timnas Jepang U21 dalam rangka kelanjutan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Hal ini menunjukkan bahwa JFA sangat percaya pada kemampuannya untuk membina pemain muda sekaligus menangani tim utama, sebuah beban berat namun juga kehormatan besar.

Persiapan Mati-matian Menuju Turnamen Bergengsi di Arab Saudi

Sorotan kini mulai beralih ke persiapan menjelang kompetisi Piala Asia mendatang yang akan diselenggarakan di Arab Saudi, mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2028. Turnamen ini tentu menjadi ajang pembuktian bagi Moriyasu sebelum ia melepas jabatannya, sekaligus menjadi panggung bagi Oiwa untuk mulai mengamati skuadnya dari dekat. Sebagai salah satu tim favorit dari 24 negara yang telah lolos kualifikasi, skuad Samurai Biru tergabung di dalam Grup F yang sangat berat dan menantang.

Di grup neraka ini, Jepang harus bersaing dengan Indonesia, Qatar, serta Thailand. Pertandingan pembuka yang sangat dinantikan adalah laga melawan Indonesia pada 11 Januari, yang diprediksi akan berlangsung panas dan penuh gengsi. Para pemain Samurai Biru diingatkan untuk tetap fokus dan tidak boleh meremehkan lawan, karena setiap tim di grup ini pasti mengincar kemenangan demi lolos ke fase selanjutnya. Atmosfer persaingan di grup ini diprediksi akan sangat sengit, mengingat semua negara memiliki motivasi tinggi untuk menunjukkan taringnya di kancah Asia.

Di tengah hiruk-pikuk kabar transisi kepelatihan ini, muncul pula nama besar mantan bintang lapangan tengah negara tersebut, Keisuke Honda. Pria yang telah mencatatkan 98 penampilan dan turun di tiga edisi Piala Dunia, terakhir pada 2018 itu, secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk ikut menangani tim nasional. Isu ini tentu menambah bumbu spekulasi di kalangan penggemar, apakah Honda akan dilibatkan dalam staf kepelatihan Oiwa nanti atau justru menjadi pesaing di masa depan. Namun yang jelas, JFA telah memilih jalannya sendiri dengan menunjuk Oiwa sebagai arsitek utama untuk membawa Jepang meraih mimpi besar di Piala Dunia 2030.

Dengan segala dinamika yang terjadi, para penggemar sepak bola Tanah Air dan dunia tentu akan terus memantau perkembangan situasi ini. Semua mata tertuju pada bagaimana Moriyasu mengakhiri masa baktinya dengan manis di Piala Asia, serta bagaimana Oiwa mulai menyusun strategi jitu untuk membangun era keemasan baru bagi sepak bola Jepang. Satu hal yang pasti, pertaruhan besar sedang dimainkan, dan seluruh negeri Sakura berharap keputusan JFA ini tidak sia-sia.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com