Berita  

Jersey Bersejarah Pele di Final Piala Dunia 1958 Terjual Rp 88 Miliar, Cetak Rekor Baru

Exposenews.id – Bayangkan, sebuah kain bernomor punggung 10 yang pernah membasahi rumput Stockholm kini menjelma menjadi harta karun seharga Rp 88 miliar. Ya, jersey legendaris milik sang fenomenal Brasil, Pele, yang ia kenakan saat melesakkan dua gol dahsyat di final Piala Dunia 1958, baru saja ludes terjual dengan angka yang bikin melongo di sebuah ajang lelang bergengsi. Pada Kamis (16/7/2026), rumah lelang kenamaan Sotheby’s secara resmi mengumumkan bahwa benda bersejarah itu akhirnya berpindah tangan setelah melalui persaingan ketat, dengan banderol akhir mencapai 4,9 juta dollar AS.

Jika kita konversikan ke dalam rupiah dengan kurs Rp 17.973 per dollar AS, nilainya melonjak drastis menjadi sekitar Rp 88,07 miliar, sebuah angka yang cukup untuk membeli puluhan rumah mewah di pusat kota. Dengan capaian fantastis ini, jersey tersebut secara otomatis menobatkan diri sebagai memorabilia termahal yang pernah tercipta sepanjang karier gemilang Sang Raja Sepak Bola, melampaui berbagai koleksi pribadi maupun barang bersejarah lainnya yang pernah dilelang sebelumnya.

Dari Kain Biasa Jadi Harta Karun Miliaran Rupiah

Kisah epik di balik jersey ini tentu tak sekadar soal benang dan kain, melainkan tentang momen sakral ketika Brasil untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di puncak kejayaan dunia. Kaus bernomor punggung 10 itu dikenakan Pele tepat saat tim Samba menghancurkan perlawanan tuan rumah Swedia dengan skor telak 5-2 pada partai puncak Piala Dunia 1958 yang berlangsung di Stadion Råsunda, Stockholm. Kemenangan bersejarah itu bukan sekadar meraih trofi, tetapi menjadi titik awal lahirnya sebuah dinasti sepak bola yang kelak akan mendominasi dunia.

Di usianya yang masih sangat belia, 17 tahun, Pele menjelma menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Swedia. Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor sebanyak dua kali pada laga final tersebut, sebuah prestasi yang hingga saat ini masih kokoh bertahan sebagai rekor pemain termuda yang pernah mencetak gol di final Piala Dunia. Rekor ini seakan menjadi pengingat abadi bahwa bakat sejati tak mengenal usia, dan Pele sudah menunjukkan bakat dewasanya sejak masih remaja.

Sengitnya Perang Lelang yang Bikin Jantung Berdegup Kencang

Proses pelelangan jersey bertuah ini sendiri berlangsung sangat dramatis dan menegangkan, bukan sekadar jual-beli biasa. Menurut keterangan resmi yang dirilis oleh Sotheby’s, barang koleksi langka ini berhasil menyedot perhatian lebih dari lima peserta lelang yang bersaing sengit untuk membawanya pulang.

Dalam ajang adu penawaran yang panas tersebut, tercatat tidak kurang dari sepuluh tawaran berbeda diajukan sebelum akhirnya si pemenang keluar sebagai penguasa baru jersey sakral tersebut. Harga final yang memecahkan rekor ini sekaligus menegaskan bahwa pamor Pele sebagai ikon abadi sepak bola masih sangat kuat di pasar koleksi global. Meskipun demikian, pencapaian istimewa ini belum cukup untuk menggeser posisi puncak sebagai jersey sepak bola termahal sepanjang sejarah.

Takhta itu masih kokoh diduduki oleh milik legenda Argentina, Diego Maradona, yang dikenakan saat ia mencetak gol kontroversial yang dikenal dengan sebutan “Hand of God” alias Tangan Tuhan pada laga perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris. Pada tahun 2022, jersey bersejarah Maradona itu berhasil dilego dengan angka fantastis mencapai 9,3 juta dollar AS, yang jika dihitung dengan kurs saat ini setara dengan sekitar Rp 167,15 miliar, nyaris dua kali lipat lebih mahal dari jersey Pele.

Investasi Terbaik Sepanjang Masa yang Melejit Puluhan Kali Lipat

Yang membuat fenomena ini semakin menakjubkan adalah lonjakan nilai investasi yang dialami oleh jersey Pele selama dua dekade terakhir. Mari kita mundur sejenak ke masa lalu, tepatnya pada tahun 2004, ketika jersey yang sama pernah digelar dalam sebuah lelang dan hanya laku di angka 70.505 poundsterling.

Jika pada saat itu kita konversikan ke dalam kurs dollar AS, nilainya hanya sekitar 105.600 dollar AS, atau jika dirupiahkan dengan kurs Rp 17.973 per dollar AS, nilainya cuma sekitar Rp 1,90 miliar. Bayangkan betapa luar biasanya pertumbuhan nilainya, dari Rp 1,9 miliar melesat lebih dari Rp 88 miliar dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun. Ini berarti nilai jersey tersebut telah meningkat puluhan kali lipat, melampaui inflasi dan pertumbuhan aset konvensional lainnya.

Kenyataan ini membuktikan bahwa bagi para kolektor sejati, barang-barang bersejarah seperti ini bukan hanya sekadar kenangan olahraga, melainkan aset berharga yang nilainya terus meroket seiring berjalannya waktu dan semakin lunturnya generasi emas sepak bola.

Kepergian Pele pada tahun 2022 di usia 82 tahun memang meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola, namun warisan abadinya tetap hidup melalui setiap potongan memorabilia yang ia tinggalkan. Dia akan selalu dikenang sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah menghiasi lapangan hijau, dengan segudang prestasi yang sulit ditandingi oleh pemain mana pun di era modern ini.

Salah satu pencapaian paling monumental yang membuatnya begitu istimewa adalah statusnya sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia sebanyak tiga kali bersama tim nasional Brasil. Ia meraih gelar pertama pada tahun 1958, melanjutkan kesuksesan tersebut pada edisi 1962, dan menutup trilogi kemenangannya dengan gemilang pada tahun 1970.

Koleksi tiga gelar juara dunia ini seakan menjadi mahkota yang tak terbantahkan atas kehebatannya di atas lapangan. Karena itulah, jersey final Piala Dunia 1958 bukanlah sekadar seragam olahraga biasa. Ia adalah simbol lahirnya seorang legenda di panggung terbesar sepak bola dunia, sebuah artefak yang merekam momen ketika seorang anak berusia 17 tahun mengubah sejarah dan mengukir namanya dengan tinta emas. Saat ini, jersey itu resmi tercatat sebagai memorabilia paling berharga yang pernah dimilikinya, dan akan terus menjadi saksi bisu kejayaan Pele yang tak akan pernah pudar ditelan zaman.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com