Berita  

Audisi PB Djarum 2026 Pekanbaru Makin Panas, Talenta Muda Non-Jawa Mulai Bersinar

Exposenews.id – Persaingan sengit memperebutkan Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 yang bergulir di GOR Angkasa Pekanbaru, Jumat (10/7/2026), kini benar-benar mencapai puncak ketegangan. Bayangkan, di hari keempat yang penuh adrenalin ini, sebanyak 120 peserta putra dari kategori U11 dan KU12 masih bertarung habis-habisan menjaga asa untuk menjadi yang terbaik sekaligus menggapai mimpi menuju pembinaan di PB Djarum. Wow, luar biasa!

Tak hanya menyajikan pertandingan yang kian kompetitif dan menegangkan, audisi bergengsi kali ini juga menjadi cermin nyata betapa pesatnya perkembangan pembinaan bulu tangkis usia dini di berbagai pelosok tanah air, khususnya di luar Pulau Jawa. Sungguh pemandangan yang menggembirakan!

“Saya cukup kaget, tapi rasa bangga itu jauh lebih besar menyaksikan kemajuan bulutangkis di luar pulau Jawa. Buat saya, talenta yang bagus pasti punya fondasi dasar badminton yang mumpuni,” ujar Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, melalui rilis resmi yang diterima awak media.

Lebih lanjut, ia membeberkan kriteria ketat yang dicarinya. “Dari pukulan, footwork, itu harus ada. Selain itu, postur jadi nilai tambah, lalu kepintaran di lapangan, kemampuan membaca bola, dan daya juang yang tidak gampang menyerah juga masuk kriteria kami,” imbuhnya dengan tegas.

Speed, Power, dan Konsistensi Jadi Kunci Utama!

Holvy pun menjelaskan bahwa persaingan bulu tangkis internasional terus berkembang dinamis, sehingga pembinaan atlet sejak usia dini harus mampu mengikuti tuntutan zaman yang semakin keras. Terlebih, rencana perubahan sistem pertandingan menjadi gim 15 poin diperkirakan akan membuat karakter permainan tunggal putra semakin cepat dan mengandalkan eksplosivitas. Ini tantangan berat!

Menurutnya, selain teknik dan fisik yang prima, pembinaan modern juga membutuhkan dukungan kompetisi yang berjenjang hingga pemanfaatan teknologi mutakhir. “Hal yang perlu ditingkatkan bagi seorang atlet adalah speed, power, dan konsistensi,” kata pria yang akrab disapa Holvy itu dengan penuh keyakinan.

“Selain penguatan kualitas teknik dan fisik, kompetisi internal, turnamen berjenjang, support system, sports science, sampai analisis video juga sangat penting untuk membantu atlet berkembang dan siap bersaing di level tertinggi,” sambungnya memberikan pandangan mendalam.

Mental Baja! Bangkit Setelah Tertinggal

Salah satu pertandingan paling dramatis dan memukau terjadi di sektor U11 putra melalui aksi brilian Shaqeel Alghifari Farzani. Ia sempat kehilangan gim pertama dengan skor 14-21 saat menghadapi Azka Putra Irwan. Namun, ia menunjukkan mental juara dengan bangkit dan memenangi gim kedua telak 21-9. Pertarungan belum selesai!

Drama berlanjut di gim penentuan yang mencekam. Saat sudah unggul 20-16 dan hanya butuh satu poin lagi, ia justru kehilangan lima poin beruntun hingga skor menjadi imbang 20-20. Deg-degan! Meski demikian, ia tetap tenang dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 23-21. Fantastic!

“Pertandingan tadi sengit, saya sempat mengalami kekalahan di gim pertama. Saya baru bisa tampil percaya diri di gim kedua, meski sempat naik turun di gim ketiga lantaran sudah mulai lelah,” ujar atlet asal PB Allstars Juniors, Kota Payakumbuh, ini dengan napas masih tersengal.

Ia pun mengungkapkan strateginya. “Saya mengikuti arahan pelatih untuk mengombinasikan arah bola ke depan dan ke belakang. Strategi itu cukup berhasil karena lawan terlihat kesulitan dan kelelahan mengejar bola,” imbuhnya dengan polos.

Kini meski meraih kemenangan manis, siswa kelas 5 SD tersebut merasa masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia mengaku penampilannya masih ada kurangnya, terutama saat melakukan servis karena beberapa kali bola keluar. “Saya juga harus bisa lebih cepat panas supaya bisa memaksimalkan peluang untuk menang,” kata Shaqeel Alghifari Farzani bertekad.

Menang Telak, Tetapi Belum Puas!

Sementara itu, performa impresif dan dominan juga ditunjukkan wakil tuan rumah, Alvaro Wiryawan Andito, di sektor KU12 putra. Ia tampil perkasa dalam dua pertandingan awal, mengalahkan Muhammad Zhafran Khairy dengan skor 21-8, 21-3, sebelum kembali menang atas M. Gilbran Alvaro Hidayat melalui dua gim langsung 21-5, 21-11. Luar biasa!

Walaupun belum kehilangan satu gim pun, ia mengaku belum puas dengan performanya. Karena masih banyak aspek permainan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih berat. “Bagi saya pertandingan tadi tidak berjalan mudah dan belum puas dengan permainan sendiri. Pukulan dropshot saya belum bagus dan masih banyak bola pukulan saya yang keluar. Saya juga kurang sabar dan langkah kaki belum maksimal,” ujar atlet berusia 11 tahun itu dengan kritis.

“Jadi, saya ingin memperbaiki itu semua supaya bisa lebih siap karena lawannya pasti akan lebih sulit di pertandingan berikutnya,” pungkasnya penuh semangat.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com