BANDUNG, Exposenews.id – Kabar mengejutkan menggema dari kubu Maung Bandung! Persib secara resmi mengumumkan susunan lengkap tim kepelatihan untuk menyambut gelaran Liga Super Indonesia musim 2026-2027 pada Jumat (10/7/2026). Pengumuman ini sontak menjadi pusat perhatian karena menghadirkan satu nama yang bikin publik sepak bola Tanah Air ikut terkejut.
Igor Tolic secara resmi dipercaya mengemban amanat sebagai pelatih kepala. Untuk memperkuat lini kepelatihan, juru taktik asal Eropa itu diduetkan dengan dua asisten yang tak kalah mumpuni. Zlatko Runje, yang juga berasal dari negara yang sama, ditunjuk sebagai asisten pelatih. Sementara itu, kejutan besar datang dari sosok Achmad Jufriyanto yang resmi menjabat sebagai asisten pelatih lokal pendamping.
Ya, nama yang akrab disapa Jupe ini sebelumnya hanya berstatus pemain merangkap asisten pelatih di era kepelatihan Bojan Hodak. Namun kini, sang legenda hidup Persib mendapatkan porsi dan tanggung jawab yang jauh lebih terfokus. Keputusan ini menjadi penanda resmi bahwa Jupe secara otomatis mengakhiri masa baktinya sebagai pesepak bola profesional di usianya yang menginjak 39 tahun. Usia yang terbilang matang untuk memulai babak baru dalam kariernya.
Sektor kebugaran pemain juga tak luput dari perhatian manajemen. Karlo Reinholz ditunjuk sebagai kepala pelatih fisik, dan untuk mendampinginya, manajemen mempercayakan sosok lokal yang sudah malang melintang, Yaya Sunarya, untuk ikut ambil bagian. Formasi ini pun melengkapi struktur kepelatihan di bidang fisik yang dinilai krusial untuk mengarungi kompetisi yang panjang dan padat.
Begitu pula dengan sektor penjaga gawang yang tetap stabil. Mario Jozic masih dipercaya untuk memimpin barisan pelatih kiper. Untuk menemani tugasnya, I Made Wirawan, sosok yang tak asing lagi dengan atmosfer Persib, akan bergabung sebagai asisten pelatih kiper. Kombinasi pengalaman internasional dan lokal ini diharapkan bisa menghasilkan chemistry yang apik di bawah mistar gawang.
Jurus Tersembunyi Igor Tolic: Mengapa Jupe Justru Jadi Incaran Utama?
Pertanyaannya kini, mengapa nama Jupe justru menjadi kejutan paling menyita perhatian? Faktor utamanya adalah karena kehadiran Jupe di posisi barunya itu merupakan buah dari permintaan langsung Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia itu menganggap bahwa sosok bek tangguh yang pernah menjadi tembok kokoh Persib tersebut memiliki peran vital. Tolic menilai Jupe bisa menjadi jembatan emas bagi staf pelatih untuk lebih cepat memahami karakter dan kultur pemain lokal.
Selain kemampuannya membaca permainan, pengalaman Jupe yang mentas di kompetisi tertinggi Indonesia dianggap sebagai aset berharga. Tolic secara terang-terangan menyebut bahwa keberadaan Jupe bisa mempercepat proses adaptasi staf pelatih baru yang rata-rata berasal dari Eropa. Dengan adanya Jupe, proses transisi taktik dan strategi dari pelatih ke pemain pun diprediksi akan berjalan mulus karena tak ada lagi hambatan bahasa ataupun budaya.
Bukan rahasia lagi kalau Jupe merupakan figur yang sangat dihormati di internal Persib. Management pun langsung menyetujui usulan Tolic tanpa banyak pertimbangan. Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk apresiasi tertinggi klub atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan Jupe selama lebih dari satu dekade terakhir. Manajemen seakan tak mau kehilangan sosok berkaliber seperti Jupe hanya karena usia yang tak lagi muda.
“Totalitas Bang Jupe untuk Persib tidak pernah diragukan. Selama lebih dari satu dekade, ia menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan semangat juang yang menjadi teladan,” ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, dengan nada penuh kekaguman.
Kilas Balik Sang Legenda: Perjalanan Jupe dari Tembok Kokoh Hingga Jadi Arsitek Baru Persib
Untuk menjawab rasa penasaran para Bobotoh, kita perlu menengok ke belakang. Achmad Jufriyanto pertama kali mengenakan seragam Persib pada musim 2014 silam. Saat itu, tim masih dinakhodai oleh Djadjang Nurdjaman. Di musim perdananya, Jupe langsung mencetak sejarah dengan mempersembahkan gelar juara sekaligus mengakhiri penantian panjang Bobotoh yang sudah berlangsung selama 19 tahun lamanya. Bayangkan, betapa emosionalnya momen itu bagi semua pihak.
Kemudian pada tahun 2015, prestasi itu ia ulangi lagi. Bersama rekan-rekan setimnya, Jupe sukses membawa Persib keluar sebagai juara di ajang Piala Presiden edisi pertama. Tak berhenti di situ, ia bersama duet tangguhnya di lini belakang kala itu, Vladimir Vujovic, berhasil mengantarkan Maung Bandung menembus babak 16 besar kompetisi bergengsi AFC Cup 2015. Pencapaian ini jelas membuktikan kualitasnya sebagai bek tengah yang tangguh dan berpengalaman.
Perjalanan karir Jupe memang sempat berliku. Ia sempat hengkang ke Liga Malaysia bersama Kuala Lumpur City FC pada tahun 2018. Namun, rasa cinta pada Persib akhirnya membawanya pulang lagi ke Bandung pada 2019. Meski pada periode berikutnya Persib sempat meminjamkannya ke Bhayangkara FC, namun Jupe akhirnya kembali lagi dan berseragam Persib pada kompetisi Liga 1 2021-2022.
Kondisi sempat berubah saat Luis Milla menjadi pelatih. Pada musim 2023-2024, Jupe terkesan dipinggirkan. Namun, takdir berkata lain saat Bojan Hodak datang sebagai pelatih pengganti. Di bawah arahan pelatih asal Kroasia tersebut, Jupe kembali mendapat tempat istimewa. Momen inilah yang menjadi titik balik penting, karena Jupe mulai menyelami peran barunya sebagai pemain yang merangkap asisten pelatih. Ia mulai belajar dan mengasah kemampuan kepelatihannya dari dalam lapangan.
Kini, semua pembelajaran itu berbuah manis. Mantan bek tangguh kelahiran Tangerang ini resmi mendapatkan promosi besar. Ini adalah buah dari kerja keras dan kesabarannya selama ini.
“Ada empat gelar juara yang berhasil dipersembahkan Jupe merupakan bukti nyata kontribusinya bagi perjalanan Persib,” ulas Adhitia dengan bangga.
Misi Besar di Balik Promosi Jupe: Menjaga DNA Juara Persib Tetap Abadi
Bagi manajemen, penunjukan Jupe bukanlah sekadar iseng. Ini adalah bagian dari komitmen serius Persib dalam menjaga kesinambungan nilai, karakter, dan budaya juara di dalam tubuh klub. Filosofi ini sangat penting agar semangat juang yang telah terbangun selama ini tetap terjaga dan diturunkan kepada generasi pemain berikutnya.
Kini, tanggung jawab besar menanti pundak Jupe. Ia tak lagi harus memikirkan bagaimana menjaga pertahanan dari serangan lawan, melainkan bagaimana mentransfer ilmunya kepada para pemain belakang Persib saat ini. Peran barunya ini menjadi sangat krusial, mengingat ia adalah sosok yang paham betul seluk-beluk sepak bola Indonesia dan khususnya kultur Persib.
“Kini saatnya melanjutkan perjuangan dalam peran baru. Kami percaya pengalaman, karakter, dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki akan menjadi energi positif bagi tim pelatih dan seluruh pemain dalam menggapai prestasi,” harap Adhitia.
Dengan demikian, musim 2026-2027 diprediksi akan menjadi salah satu musim paling menarik bagi Persib. Kombinasi antara taktik Eropa yang dibawa Igor Tolic serta pemahaman lokal yang diwakili oleh Jupe menjadi perpaduan yang dinantikan para Bobotoh. Semua mata kini tertuju pada bagaimana sinergi ini akan bekerja di lapangan hijau.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
